Datanglah ke Papua Barat, di sebuah distrik atau desa di Fakfak, yaitu di Distrik Kokas, kamu bisa melihat berbagai benda peninggalan zaman prasejarah. Obyek wisata arkeologi itu dikenal sebagai situs purbakala Kokas, atau oleh masyarakat setempat disebut dengan nama Tapurarang.

Tanda-tanda kehidupan zaman purbakala itu berupa lukisan di tebing bebatuan terjal. Letaknya di Andarmata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras. Berbagai macam objek terdapat di lukisan tersebut, berupa telapak tangan, mata, telapak kaki, lumba-lumba, cicak, tumbuhan, daun, wajah manusia, hingga gambar bumerang. Lukisan tersebut menggambarkan manusia dan kegiatan sehari-hari mereka.

Yang membuat situs itu jadi sangat menarik adalah meski sudah berumur ratusan tahun, lukisan yang dibuat dengan pewarna dari bahan-bahan alami tersebut masih tetap terlihat jelas hingga saat ini. Warna merah pada lukisan tebing itu menyerupai warna darah manusia sehingga masyarakat setempat menyebutnya sebagai lukisan cap tangan darah.

Lukisan-lukisan berwarna merah darah pada dinding tebing batu karang  itu berada pada ketinggian sekitar 20 meter dari permukaan laut. Kuat dugaan permukaan air laut pada zaman dahulu sama datar dengan tebing batu karang, sehingga orang dengan mudah melukis pada dinding tebing. Tetapi, setelah mengalami proses selama ribuan tahun, air laut menyusut sehingga tebing itu tampak terletak di ketinggian.

Teknik lukisan kuno itu pun unik. Objek-objek tersebut dibuat seperti disembur. Tintanya berwarna merah dan kuning. Bercak-bercak cat terdapat di tepian masing-masing objek. Bahan lukisan tersebut dipastikan berasal dari pewarna alami. Meskipun demikian, warnanya tetap terjaga hingga saat ini.

Cap-cap tangan yang ditemukan di Kokas itu memiliki kemiripan dengan beberapa lukisan dinding seperti yang terdapat di Sangkulirang (Kutai Timur, Kalimantan Timur) atau di Gua Leangleang (Maros, Sulawesi Selatan).

Dua arkeolog Belanda, yaitu KW Gallis dan Josef Roder, pernah meneliti lukisan-lukisan tersebut. Mereka menemukan keunikan pada lukisan Kokas. Warna dan corak lukisanya berbeda dari yang ada di Kepulauan Kei, Maluku, dan Pulau Batanta, Raja Ampat. Objek lukisan yang terdapat di Situs Purbakala Tapurarang, Kokas, dibuat dengan teknik stilasi (penyederhanaan bentuk). Warnanya terdiri dari merah, hitam, dan kuning.

Lukisan-lukisan tersebut dibuat sebagai pengingat peristiwa atau simbol-simbol kepercayaan. Lukisan dengan objek binatang dianggap sebagai pahlawan bagi nenek moyang mereka. Simbolisasi tersebut tak hanya ada di lukisan, hingga saat ini dalam upacara adat simbol binatang masih digunakan. Simbol telapak tangan berarti penolak bala, pelindung dari kekuatan jahat. Menarik bukan?

Untuk mencapai situs Purbakala Kokas ini mudah saja loh. Dari terminal Fakfak, kamu menempuh perjalanan darat menuju Kokas sejauh 50 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Tiba di Kokas, perjalanan dilanjutkan menggunakan longboat selama sekitar 1 jam. Jika air sedang pasang, kamu bisa naik ke tebing dan menyaksikan lukisan itu dari dekat.