UKM atau Usaha Kecil Menengah di Indonesia sudah tidak dapat dihitung dengan jari. Jika Anda diminta untuk menghitung sudah berapa UKM yang sukses bahkan sampai “go internasional”, tentu masih dapat dihitung dengan jari. Fakta yang terjadi di lapangan, pelaku bisnis UKM tidak semuanya menjalankan dengan kiat bisnis yang seharusnya. Beberapa pelaku bisnis UKM hanya membuka bisnis agar memiliki pemasukan untuk kebutuhan harian. Dengan begitu, otomatis dalam pikiran mereka, asal ada untung yang diperoleh dari bisnis UKM, maka sudah baik.

Padahal pelaku bisnis itu harus berpikir ke depan dan harus berpikir luas. Tidak sekadar menjual barang dan menerima untung besar. Pelaku bisnis UKM haruslah berpikir bagaimana menjadi pelaku bisnis di sektor UKM yang sukses. Jika Anda sukses, maka yang terjadi tidak hanya dua hal di atas. Namun juga kedudukan Anda sebagai pelaku bisnis dimata partner sesama bisnis, pesaing, bahkan pasar menjadi lebih tinggi. Apakah Anda tidak ingin seperti itu? Untuk itu, seharusnya jika Anda perlu kiat bisnis seperti apa yang menjanjikan kesuksesan.

Mau Bekerja Keras Untuk Berbisnis

Pelaku bisnis UKM adalah pelaku bisnis yang mau bekerja keras. Dalam memulai bisnis UKM, biasanya seseorang masih menjalankannya seorang diri. Belum ada karyawan yang direkrut. Dengan kata lain manajemen yang dijalankan adalah manajemen keluarga. Pelaku bisnis UKM ingin melihat terlebih dahulu prospek bisnis UKM yang dijalankan, baru mereka biasanya akan mau merekrut karyawan. Sehingga Anda harus tahu dan mau menjalankan kiat bisnis satu ini. Yaitu, bekerja keras di awal mulai menjalankan bisnis UKM hingga di waktu tertentu. Anda harus mau bekerja sendiri dan harus mau melakukan semua bisnis UKM tersebut sendiri.

Jika Anda langsung merekrut karyawan, maka ada kemungkinan baik dan buruk. Kemungkinan baik dengan merekrut karyawan di awal berdirinya bisnis UKM Anda adalah ada orang yang membantu Anda dalam berbisnis. Kemungkinan buruk dengan merekrut karyawan di awal berdirinya bisnis UKM adalah jika bisnis yang dijalankan belum berprospek, otomatis Anda harus menggaji karyawan dengan untung yang belum seberapa. Sehingga dapat membuat Anda menjadi rugi karena untung kecil, namun untung belum cukup untuk menggaji karyawan dan harus mengambil uang untuk gaji dari modal bisnis. Jadi, lebih baik Anda bekerja keras sendiri terlebih dahulu di awal.

Persiapkan Modal Bisnis Secara Matang

Modal bisnis tidak sekadar modal nekat. Namun juga perlu modal dalam bentuk uang. Pastikan Anda sudah memiliki modal bisnis sesuai dengan yang sudah dianggarkan. Angka dasar menjadi modal bisnis yang perlu dipersiapkan secara matang. Terkait dengan angka dasar bisnis. Dapat Anda hitung dari modal untuk menyewa lahan bisnis UKM jika Anda menyewanya. Kemudian biaya untuk membayar listrik, pajak bisnis, gaji karyawan, dan lainnya dalam satu tahun. Untuk lebih detail mengenai modal bisnis tersebut biasanya pelaku bisnis bahkan pelaku bisnis UKM sekalipun perlu mempelajari mengenai analisis ekonomi atau ekonomi teknik. Jika Anda merasa repot untuk mempelajarinya, maka lebih baik meminta bantuan kepada teman atau kerabat yang mau menolong memperhitungkan angka dasar untuk bisnis UKM yang hendak Anda jalankan.

Memanfaatkan Teknologi Mutakhir

Di tengah perkembangan teknologi mutakhir, manfaatkanlah sebagai media promosi untuk bisnis UKM Anda. Pelaku bisnis UKM perlu update dengan teknologi. Sekecil apapun jenis bisnis yang dijalankan, jika media promosi yang digunakan sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi, akan mampu mengundang banyak pelanggan.