Keuntungan dan Strategi Investasi Deposito di Bank

Jika Anda menginginkan investasi dengan resiko yang paling minim, Deposito dapat menjadi jalan keluarnya. Obligasi mungkin memiliki resiko yang lebih kecil jika dibandingkan dengan saham, namun pemegang obligasi tetap memiliki resiko tidak menerima pelunasan piutangnya karena gagal bayar. Berbeda halnya dengan deposito. Bunga deposito selalu dijamin oleh bank sehingga lebih aman dibanding dengan obligasi.

Lalu apa saja yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi pada salah satu produk bank ini? Artikel ini akan menjelaskannya lebih lanjut.

 

Pengertian Deposito

Deposito bank dikutip dari investopedia.com terdiri dari uang yang disetorkan pada lembaga keuangan bank untuk diamankan. Dana deposito ini masuk ke dalam akun deposito, terpisah dengan akun tabungan dan yang lainnya. Pemegang deposito memiliki hak untuk menarik dana depositonya sesuai dengan perjanjian yang telah disetujui pada awalnya.

Deposito sendiri termasuk ke dalam kewajiban utang bank terhadap pemilik deposito. Ketika seseorang membuka rekening bank dan mulai mendepositkan sejumlah uangnya, ia telah merelakan sebagian uangnya dan akhirnya menjadi salah satu aset bank yang bersangkutan. Sebagai gantinya, uang deposito yang menjadi aset bank dianggap sebagai kewajiban yang perlu dipenuhi sesuai dengan kesepakatan awal kedua belah pihak.

 

Cara Kerja Deposito

Investasi deposito agak berbeda dengan investasi surat berharga lainnya di pasar modal. Calon nasabah perlu memilih jangka waktu (tenor) penarikan deposito mereka. Contoh dari masa tenor adalah 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan hingga 1 tahun.

Setiap masa tenor memiliki tingkat suku bunganya sendiri. Misalnya suku bunga 3.00% untuk masa tenor 1 sampai 2 bulan, 3.05% untuk masa tenor 3 bulan, 3.10% untuk masa tenor 6 bulan dan 3.15% untuk masa tenor 1 tahun. Apabila Anda memilih masa tenor 2 bulan, maka Anda akan menerima bunga sebesar 3.00% per tahun pada akhir periode (akhir bulan ke-2).

Bagaimana penghitungan dari bunga deposito? Dikutip dari finansialku.com, berikut adalah cara penghitungan bunga deposito.

Anggap saja Anda memiliki uang sebesar Rp 20 juta, selanjutnya Anda memilih untuk mendepositkan uang Anda dalam dua masa tenor yang berbeda, yaitu 3 bulan dan 6 bulan. Maka penghitungan bunga depositonya adalah:

Masa tenor 3 bulan

Besar bunga = (Rp 10.000.000 x 3.05% x 90 hari) : 366 hari =  Rp 75.000

Potongan bunga 20% = Rp 75.000 x 20% = Rp 15.000

Bunga yang diterima = Rp 75.000 – Rp 15.000 = Rp 60.000

Masa tenor 6 bulan

Besar bunga = (Rp 10.000.000 x 3.10% x 120 hari) : 366 hari =  Rp 101.639

Potongan bunga 20% = Rp 101.639 x 20% = Rp 20.327

Bunga yang diterima = Rp 101.639 – Rp 20.327 = Rp 81.321

 

Keuntungan Deposito

keuntungan deposito di bank.
Investasi uang di bank (moneycontrol.com)

Bagi pemula, deposito memiliki keuntungan-keuntungannya sendiri. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Bunga yang tetap dan lebih besar. Dibanding dengan suku bunga tabungan biasa, bunga dari deposito lebih besar, yaitu sekitar 3% – 7%. Anda dapat memperoleh keuntungan yang tetap dari perolehan suku bunga ini.
  2. Tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. Jika Anda menabung di bank, setiap bulannya tabungan Anda akan dikenakan biaya administrasi bulanan. Hal ini berbeda dengan deposito yang tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. Meskipun begitu ketika penarikan, bunga deposito tetap dipotong sebanyak 20%.
  3. Aman. Uang yang Anda depositkan di bank keberadaannya dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan total dana deposito maksimal Rp3 milyar. Selain itu, kondisi perekonomian Indonesia juga tidak akan berpengaruh banyak terhadap uang yang sedang  Anda depositkan.
  4. Prosesnya mudah. Menyetorkan uang deposito dapat dilakukan di bank dan prosedurnya pun tidak rumit. Anda tinggal membuka rekening dengan mengisi data diri dan menyiapkan uang untuk didepositkan.
  5. Minim resiko. Investasi deposito memang terbilang memiliki resiko yang paling minim jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Anda tidak perlu dipusingkan dengan nilai tukar rupiah yang melemah, inflasi atau masalah ekonomi lainnya, karena hal tersebut tidak berpengaruh kepada uang deposito Anda. Selain itu, Anda juga tidak perlu berpikir keras untuk melakukan analisa keuangan seperti yang dibutuhkan ketika Anda berinvestasi saham.

 

Jenis-Jenis Deposito

Sama seperti instrumen investasi lain seperti saham dan obligasi, deposito juga memiliki jenis-jenisnya sendiri, seperti:

  1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah salah satu jenis deposito yang paling sering digunakan. Sesuai dengan namanya, deposito jenis ini memiliki masa tenor tertentu. Biasanya masa tenor deposito jenis ini adalah 1 hingga 24 bulan. Lamanya masa tenor tergantung pada kesepakatan antara nasabah dengan pihak bank. Bunga baru dapat dibayarkan di akhir periode yang telah disepakati.

  1. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito mirip dengan deposito berjangka. Perbedaannya setelah nasabah menyetorkan dananya untuk didepositkan, mereka akan mendapatkan sertifikat deposito. Pada sertifikat tersebut tidak tercantum nama perorangan ataupun lembaga. Tujuannya agar dapat dipindahtangankan atau dijual pada pihak lain. Kelemahannya jika sertifikat deposito hilang, siapapun dapat langsung mencairkannya tanpa harus diketahui oleh pemilik. Pencairan bunga deposito dapat dilakukan di muka, tiap bulan maupun tiap jatuh tempo.

  1. Deposito On Call

Deposito on call memiliki masa tenor yang cukup singkat, yaitu minimal tujuh hari dan maksimal kurang dari satu bulan. Deposito ini diterbitkan dengan mengatasnamakan nasabah dan dalam jumlah yang cukup besar. Bunga dapat dihitung secara per bulan, tergantung pada kesepakatan antara nasabah dan pihak bank. Pencairan dapat dilakukan dengan catatan nasabah sebelumnya telah menginformasikan pihak bank bahwa ia ingin mencairkan dananya.

 

Strategi Berinvestasi Deposito

Deposito nampaknya merupakan instrumen investasi yang memiliki tingkat resiko paling kecil dibanding dengan instrumen lainnya. Namun bersamaan dengan hal tersebut, keuntungan yang ditawarkan dari bunga deposito juga tidaklah besar. Sehingga jika investor ingin memperoleh hasil maksimal dari instrumen investasi ini, perlu adanya strategi-strategi khusus yang dapat diterapkan. Apa saja strategi tersebut, dikutip dari finansialku.com berikut adalah cara-cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh keuntungan maksimal dari investasi deposito.

  1. Pilih Jenis Deposito yang Tepat

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa deposito memiliki tiga jenis yang berbeda yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito dan deposito on call. Pemilihan jenis deposito tentu harus disesuaikan dengan tujuan investasi Anda sejak awal. Jika Anda deposito yang cukup likuid dan dapat dicairkan kapan saja, deposito on call dapat dijadikan pilihan. Perlu diingat juga bahwa Anda dapat berinvestasi deposito dalam mata uang lain selain rupiah seperti USD, JPY, SGD, HKD dan EUR.

  1. Menentukan Periode Jangka Waktu

Setelah menentukan jenis deposito, Anda perlu menentukan jangka waktu atau masa tenor deposito. Hal ini berpengaruh terhadap tingkat suku bunga yang akan Anda dapat. Semakin lama masa tenornya, maka tingkat suku bunga yang di dapat akan semakin besar. Karena bunga deposito tetap, maka Anda dapat memperkirakan perolehan bunga Anda sejak awal mendepositkan uang.

  1. Membagi Dana Deposito

Jika Anda memiliki dana yang cukup besar, akan lebih baik jika Anda mendepositkan dana tersebut ke dalam dua masa tenor yang berbeda. Ketika sebagian dana yang didepositkan telah jatuh tempo, jangan ragu untuk mendepositkan lagi dana Anda beserta bunganya. Anda akan mendapatkan keuntungan berupa uang tunai yang lebih cepat dan bebas dari penalti. Selain itu, Anda juga berkesempatan untuk meraih suku bunga yang lebih tinggi.

Deposito merupakan instrumen investasi yang memiliki tingkat resiko yang paling minim jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Sebanding dengan hal tersebut, tingkat keuntungan yang ditawarkan juga tidak besar. Meskipun begitu, bukan berarti deposito tidak dapat dimanfaatkan oleh investor untuk diversifikasi portofolio mereka. Deposito dibeli secara langsung dan masuk ke dalam portofolio investasi, sehingga dapat membantu investor untuk mengembangkan aset mereka.

Leave a Comment