Desa Arborek terkenal dengan keindahan laut dan gemerlap gorgonia yang memukau. Tidak ada yang tidak jatuh cinta dengan desa wisata yang satu ini. Seperti kecanduan, setelah pulang, pasti ingin segera kembali lagi. Keriuhan kota besar menjadi salah satu alasan banyak pengunjung untuk ”bersembunyi” di desa ini untuk istirahat.

Desa Arborek hanya seluas 7 hektar dan dihuni oleh 150 keluarga saja. Cukup dalam sehari, kita bisa berkeliling desa dan menikmati keunikan dan keramahan warga setempat serta hasil karya mereka. Desa ini juga termasuk salah satu desa pelopor di antara 18 desa di Papua yang memulai pengembangan konservasi lokal kekayaan laut berbasis masyarakat. Desa ini pun memiliki reputasi yang bagus di mata dunia internasional dan pemerintah lokal. Mereka telah berhasil merumuskan peraturan daerah dan memberi nama kawasan konservasi dengan Mambarayup dan Indip.

Keindahan Laut Dari Dermaga

Untuk menikmati keindahan laut, kita tidak perlu repot ke tengah laut, cukup dari dermaga Arborek maka kemilau keindahan laut sudah terlihat dengan jelas di sepanjang dermaga. Kalau mau menyelam juga bisa dengan menggunakan Perahu kecil ”Katinting” atau perahu bermotor selama 10 menit ke lokasi penyelaman. Kita bisa menyewa ”katinting” pada warga setempat yang biasa mereka gunakan untuk menangkap ikan dengan jala atau tombak.

Kerajinan

Soal keramahan penduduk lokal tidak perlu diragukan lagi. Mereka sangat ramah dan rajin menyapa kita dengan hangat. Mereka membuat wisatawan merasa diterima di desa itu. Sementara para wanita mengerjakan kerajinan di rumah masing-masing atau berkumpul bersama. Mereka terkenal dengan keahlianya membuat kerajinan topi dan noken tas tali. Di desa ini, hampir semua ibu memproduksi kerajinan ini untuk membantu perekonomian keluarga. Walaupun dengan menangkap lobster dan memproduksi mutiara jauh lebih menguntungkan, mereka memilih untuk membuat kerajinan saja. Kita bisa ikut melihat proses pembuatannya loh.

Desa Tertutup Duri

Sebenarnya dulu sekali desa ini dipenuhi duri. Semua permukaan tertutup rata oleh duri maka para nenek moyang yang berasal dari Biak membersihkan semak duri tersebut. Setelah layak tinggal, mereka pun menetap dan membuat sebuah desa kecil yang mereka beri nama Arborek atau duri. Kini desa ini menjadi salah satu tujuan wisata yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke kepulauan Raja Ampat. Perjalanan menuju desa ini tidak terlalu lama dari pelabuhan Waisai, hanya 1-2 jam saja dengan perahu motor cepat.

Duduk di pinggir pantai sambil ditemani oleh keceriaan anak-anak dari Desa Arborek merupakan relaksasi yang tak terhingga rasanya. Apalagi jika bisa menikmati biota laut seperti beragam jenis jarang ikan pari, ikan duyung, hiu karang, beragam warna warni ikan hias dan ikan Barakuda yang tidak berbahaya. Semua ini bisa dinikmati dari atas permukaan laut karena air yang sangat jernih dan pantulan cahaya sinar Matahari yang memberi cipratan warna biru kehijauan yang luar biasa.

Makan dan Penginapan

Rasanya tidak puas jika tidak mencoba bermalam di desa indah ini. Untungnya sekarang sudah banyak Homestay dengan harga terjangkau. Untuk urusan makan, di desa ini belum ada warung makan atau restoran. Jadi, jika ingin menginap sebaiknya membeli bahan masakan dulu di Sorong dan masak sendiri di penginapan. Satu lagi, tidak ada penyewaan peralatan snorkeling ataupun diving jadi sebaiknya membawa sendiri jika ingin menikmati keindahan dalam laut.