Apakah Kamu termasuk salah satu penikmat kopi? Well, mengonsumsi kopi memang bisa menyegarkan pikiran. Terutama bila dilakukan saat sore hari, ketika diri sudah lelah dengan pekerjaan, kemudian minum secangkir kopi panas, duh rasanya langsung plong dan fresh. Betul begitu?

Faktanya, menurut penelitian kafein bekerja layaknya ganja, kokain dan obat-obatan lain yang merangsang pelepasan dopamin pada otak. Kondisi ini akan memicu efek euforia yang membuatmu lebih bersemangat. Tentunya ini bukanlah sesuatu yang menguntungkan. Sebab bila berlangsung dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kecanduan hingga berakibat pada berbagai dampak buruk.

Nah lebih lengkapnya, berikut bahaya kafein bila dikonsumsi berlebihan!

  1. Meningkatkan Risiko Gangguan Mental

Kafein bisa mengaktifkan senyawa dopamin pada otak. Sebenarnya hal ini tidak berbahaya jika tak berlebihan, sebaliknya Kamu justru bisa memperoleh kesenangan.

Namun ketika kadar dopamin telah melebihi normal, dengan kata lain ‘berlebihan’ maka efeknya akan menganggun fungsi kognitif otak. Kamu akan berisiko mengalami gangguan sulit tidur, mudah stres, cemas, gelisah, menjadi hiperaktif hingga yang paling parah memicu gangguan mental atau skizofrenia.

  1. Kinerja Otak & Sistem Imun Tubuh Menurun

Efek samping lain dari pengonsumsian kafein berlebihan yakni menurunkan daya kerja otak. Kondisi ini, lama-kelamaan menyebabkan Kamu sulit untuk berpikir dan memahami sesuatu.

Di samping itu, kafein juga menurunkan produksi hormon norepinephrine yang mana berakibat pada penurunan sistem imun tubuh. Sehingga efeknya Kamu pun jadi mudah terserang bakteri, virus atau penyebab penyakit lainnya.

  1. Kamu Jadi Rentan Sakit Kepala

Ketika Kamu sudah terbiasa mengonsumsi kopi, lalu tiba-tiba Kamu menghentikannya atau mengurangi dosisnya, maka efek yang rentan timbul yakni munculnya sakit kepala atau migrain.

Perlu Kamu tahu, bahwa kafein bisa menyempitkan pembuluh darah pada otak. Namun saat asupannya terhenti, secara perlahan tubuhmu akan merangsang pengeluaran zat adenosin yang memicu pelebaran pembuluh darah, sehingga Kamu akan merasakan nyeri di kepala.

Efek lainnya yang mungkin terjadi adalah detak jantung meningkat, nyeri dada, mual dan muntah.

  1. Konsumsi dengan Kadar Tinggi Menyebabkan Halusinasi

Sebuah penelitian menjelaskan hubungan konsumsi kafein dengan halusinasi. Hal ini memang tidak berkaitan secara langsung, namun masih berkorelasi. Terutama bila dikonsumsi berlebihan, sekitar 400 mg kafein atau setara 3-4 cangkir kopi per hari dapat meningkatkan risiko berhalusinasi daripada mereka yang tidak mengonsumsinya.

  1. Dalam Jangka Panjang Minumbulkan Overdosis

Pengonsumsian kafein dalam jangka panjang dan dosis berlebihan dapat menimbulkan overdosis. Menurut studi yang dipaparkan dalam Mayo Clinic, batas aman konsumsi kafein perhari sekitar 400 mg. Kadar tersebut bisa berbeda bergantung pada berat badan, jenis kelamin dan usia.

Biasanya gejala overdosis ini meliputi demam, pusing hingga diare. Dalam tahap lebih parah mengakibatkan muntah, mual, gangguan pernafasan bahkan kejang. Untuk menghindari risiko-risiko tersebut, baiknya jangan mengonsumsi kafein lebih dari 400 mg perhari.

  1. Lebih Parah, Kafein Bisa Memicu Gangguan Jantung Hingga Kematian

Pada umumnya, overdosis kafein hanya menimbulkan gejala-gejala yang melemahkan tubuh, seperti demam dan sebagainya. Namun dalam kasus yang sangat jarang terjadi, ternyata kafein juga bisa berakibat fatal!

Hal ini terjadi beberapa bulan lalu. Seorang remaja di Carolina Selatan, Amerika mengonsumsi coffe latte McDonald berbarengan dengan sekaleng soda dan minuman berenergi. Asupan total kafein yang ia konsumsi melebihi batas wajar, yakni 470 mg kafein dalam waktu kurang dari 2 jam. Sehingga mengakibatkan ia  meninggal seketika dengan diagnosa aritmia jantung.

Nah, itu tadi beberapa efek buruk dari kafein bagi tubuh. CUkup mengerikan ya? So dari sekarang, baiknya batasi pengonsumsian kopi dan minuman berkafein lain ya!