Keajaiban Alam Di Puncak Jaya Papua

Tidak hanya indah tapi Puncak Jaya ( Jayawijaya ) juga termasuk salah satu dari tujuh gunung tertinggi di dunia dan memiliki banyak keajaiban alam.

Puncak Jayawijaya merupakan salah satu puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman di Papua dengan ketinggian 5.030 m. Sebelum bernama Puncak Jayawijaya, puncak ini disebut Puncak Soekarno pada tahun 1963.  Lalu berubah menjadi Puncak Jayawijaya.

Bagi kebanyakan pendaki gunung, puncak Jayawijaya dikenal dengan nama Piramida Carstensz. Nama Carstensz diambil dari seorang penjelajah Belanda bernama Jan Carstenszoon ketika ia pertama kalinya melihat gletser di puncak gunung pada tahun 1623. Puncak Jayawijaya berhasil di daki pada tahun 1909 oleh petualang dari Belanda bernama Hendrikus Albertus Lorentz bersamaan dengan enam orang dari suku Kenyah dari Kalimantan Utara. Kemudian didirikan Taman Nasional Lorentz yang meliputi Piramida Carstensz pada tahun 1919.

Jika ingin mendaki Puncak Jayawijaya disarankan untuk menjaga kesehatan dan berlatih.Puncak ini dianggap sebagai salah satu puncak tersulit untuk ditaklukkan di dunia selain Puncak Andes dan Himalaya. Operator pendakian yang bisa dipercaya adalah Adventure Carstensz. Mereka sudah membuat banyak pendaki berhasil sampai puncaknya.

Butuh Biaya Mahal

Biaya lumayan mahal yaitu sekitar 30 juta rupiah untuk wisatawan domestik. Sedangkan untuk turis asing adalah 10-11 ribu dolar AS. Tapi harga ini akan sebanding dengan kepuasan pendaki yang berhasil mencapai puncak dengan selamat.

Semua biaya itu sudah termasuk perjalanan minimal lima hari dari mulai naik ke puncak hingga turun kembali. Disediakan tenda, makanan, porter, transportasi, pemandu, keamanan dan penginapan setelah kelelahan pendakian.

Jika ingin menikmati indahnya Sungai Kemabu dengan wisata arung jeram maka jalur pendakian dapat melalui Sugapa- Ugimba – Carstensz. Jalur ini menjadi sangat populer apalagi bisa menikmati keajaiban alam lain yaitu Sungai Nabu dengan aliran terbalik ke arah Gunung Carstensz dan sungai yang memiliki bau harum, menjadi sumber garam di atas gunung, dan ada air terjun dan padang golf di Putigapa. Jadi, perjalanan itu sendiri merupakan perjalanan wisata alam yang memukau.

Puncak Tertutup ES

Di sini juga terjadi keajaiban alam yang tidak terduga oleh ilmu pengetahuan. Indonesia sebagai negara tropis tidak memungkinkan untuk turun salju. Tapi di sini, salju abadi terhampar luas seperti selimut putih menutupi gunung Jayawijaya. Keunikan inilah yang mengundang banyak wisatawan berkunjung.

Inilah mimpi para pendaki yang ingin menantang dirinya sendiri mendaki hingga puncak. Mendaki Jayawijaya sama saja dengan bertaruh dengan maut. Hanya yang berani saja yang berhasil. Suhu yang bisa mencapai 0 derajat celcius bahkan kurang dari itu, kondisi yang terjal. angin yang sangat kencang dan kemungkinan kekurangan oksigen. Untuk itulah, pemerintah membuat peraturan ketat untuk mengeluarkan izin bagi siapa saja yang ingin mendaki. Cuaca ekstrim dan lamanya pendakian memiliki resiko sangat tinggi.

Saat ini Puncak Jayawijaya masih sedikit tertup es dan terdapat beberapa gletser di lereng yaitu Gletser Carstensz, Gletser Northwall Firn Barat dan Gletser Northwall Firn Timur yang baru-baru ini dikabarkan sudah lenyap. Berdasarkan ekspedisi yang dipimpin oleh Lonnie Thompson pada tahun 2010 menemukan gletser menghilang pada tingkat ketebalan 7 meter per tahun dan diperkirakan akan lenyap sama sekali pada tahun 2015. Sebelumnya Gletser Meren sudah mencari antara tahun 1994-2000 sedangkan Gletser di Puncak Trikora di Pegunungan Maoke sudah menghilang sama sekali antara tahun 1939-1962.

About Bas