Orang tua adalah teladan bagi anak-anaknya. Sikap dan sifat orang tua secara tidak langsung akan turut berpengaruh dalam perkembangan karakter anak. Sebagai orang tua, Anda perlu menyadari hal itu sejak sebelum memiliki anak. Sehingga masa depan anak Anda akan lebih terarah dan positif. Sayangnya, masih ada saja orang tua yang kurang memahami. Terlebih ketika orang tua merasa jengkel kepada anak, pasangan, keluarga, atau orang lain. Mereka harus dengan lantang dan bangga mengucapkan kata yang seharusnya tidak patut diucapkan pada anak. Ketahuilah bahwa ada kata kata yang wajib untuk dihindari.

1. Kata Nakal

Nakal diberi penekanan karena kata ini masih setiap hari terdengar di lingkungan. Padahal secara tidak langsung, Anda mengucapkan kata nakal pada anak akan membuat anak Anda memiliki pikiran yang negatif terhadap dirinya sendiri. Secara tidak langsung Anda akan membentuk sifat anak menjadi nakal. Mengapa demikian? Karena kata nakal membuat anak menjadi berpikir Aku nakal, ya? dan kemudian anak akan berperilaku seperti itu. Orang tua pun akan menyesal belakangan karena telah berkaat nakal pada anaknya sendiri.

Sadarilah bahwa belum tentu perilaku anak ketika Anda katakana nakal memang demikian. Kebanyakan orang tua salah menilai anak mereka. Hanya karena anak mencoret tembok, anak tidak sengaja menjatuhkan vas bunga, orang tua mengatakan nakal. Itu hanya perilaku wajar pada anak dan jangan sampai Anda salah membedakan anak nakal dengan anak yang aktif. Seharusnya sebagai orang tua, Anda bangga memiliki anak yang aktif karena itu ciri anak yang sehat dan cerdas. Asalkan perilaku anak tidak melebihi batas.

2. Kata Jangan

Jangan adalah kata yang juga perlu dihindari. Memiliki bentuk negatif yang bukan kata pantas untuk dikatakan pada anak. Jangan dekat-dekat, jangan ambil, jangan lari, jangan duduk adalah kata yang biasa dikatakan orang tua pada anak pada situasi tertentu. Jika Anda ingin melarang anak untuk tidak dekat dengan api pada lilin yang sedang menyala, maka hindari kata jangan. Katakan saja biarkan lilin menyala atau jauh-jauh dari lilin agar lilin tetap menyala. Sebab anak Anda malah akan mendekati. Kata jangan menjadi perintah untuk melakukan sesuatu.

3. Kata Bodoh

Bodoh adalah kata yang mudah untuk membuat seorang anak benar-benar menjadi bodoh. Orang tua secara tidak langsung membentuk sifat anak menjadi bodoh karena perkataannya sendiri. Hanya karena anak memiliki nilai terburuk di kelas saat ujian, bukan berarti Anda begitu mudahnya mengatakan anak Anda tidak pintar. Anak menjadi ingin membuktikan kepada ayah dan ibunya bahwa dia adalah anak yang memang bodoh.

Untuk itu jika Anda tidak ingin menyesal, hindari kata tersebut. Mungkin anak kesulitan untuk memahami pelajaran ketika di sekolah, sehingga lebih baik Anda membimbingnya selama belajar. Berikan kata-kata semangat pada anak agar anak menjadi tertantang untuk memiliki prestasi baik di sekolah.

4. Seperti Dia Atau Tidak Lebih Patuh Dari Saudaramu

Anda pernah mengucapkan salah satu atau kedua kata tersebut. Jika iya, maka Anda telah membentuk karakter anak menjadi pembangkang, pemarah, dan rendah diri. Membandingkan anak terhadap seseorang adalah kata yang sangat harus dihindari. Anak menjadi berpikir bahwa dia bukan anak yang diharapkan oleh orang tua. Dia bukanlah anak yang istimewa karena memiliki banyak kekurangan.

Kelak ketika dia dewasa, jika kata pembanding masih sering dikatakan oleh orang tua, maka dapat timbul perselisihan dengan orang yang orang tua jadikan pembanding. Sebagai contoh, Anda sering mengatakan anak Anda tidak seperti kakaknya. Maka ketika beranjak dewasa pertengkaran antara saudara sekandung tidak dapat terelakkan dan menjadi permusuhan karena orang tuanya lebih sayang dengan kakanya.

5. Kamu Selalu atau Kamu Tidak Pernah

Semua ibu pasti pernah kelepasan untuk mengatakan dua kata tabu ini. Misalnya,”kamu selalu lupa membersihkan tempat tidurmu.” atau “Kamu tidak pernah membersihkan kamarmu!. Hati-hati dengan kalimat ini karena ini akan tertanam di kepala mereka dalam waktu yang lama bahkan hingga dewasa nanti. Jika kita menganggap mereka ”tidak pernah” membersihkan kamarnya maka mereka pun ”tidak pernah” mau melakukannya juga. Jadi, ada baiknya mengatakan,”sepertinya kamu tidak sempat membersihkan kamarmu sebelum berangkat sekolah. Besok bangun lebih pagi ya.”Kalimat ini lebih enak terdengarnya kan?

6. Ibu Sudah Bilang kan?

Kita pasti sering mengingatkan anak kita untuk mengerjakan PR dan jangan main game sampai malam. Tapi kenyataannya mereka tetap melakukannya dan mendapat hukuman di sekolah karena tidak mengerjakan PR. Pasti kita ingin sekali bilang,”ibu sudah bilang kan?”. Kalimat ini membuktikan bahwa ibu selalu benar dan anak kita selalu salah. Lebih baik beri mereka solusi, contoh :

  • Kalau mau main game terus, kamu lupa buat PR.
  • Enaknya gimana ya biar kamu bisa main game tapi PR juga selesai.

Kalimat ini akan membuat mereka ikut berpikir bagaimana jalan keluarnya.