Wednesday , October 21 2020

Kapan Anak Diajarkan Pendidikan Seks ?

Menurut sebagian besar orang tua di Indonesia seks merupakan sebuah kata yang tabu. Seks biasanya ditutup-tutupi. Akibatnya anak mencari informasi dari sumber yang salah. Rasa keingintahuan mereka menuntut mereka belajar tentang seks dari film porno, majalah atau informasi dari teman sebaya yang belum tentu benar.

Banyak orang tua bingung jika harus menyampaikan informasi seksual kepada anak yang usianya menginjak belasan tahun. Ada yang bingung karena merasa memiliki segudang informasi, tetapi ada juga yang bingung bagaimana cara mengajarkan pendidikan seks terhadap anak.

The National Parent – Teacher Assosiation, Amerika Serikat telah membuat sebuah pedoman umum tentang informasi seksual yang penting dan harus disampaikan kepada anak. Berdasarkan pedoman tersebut informasi seksual yang penting untuk anak sekolah dasar (SD) adalah nama-nama yang benar mengenai organ seksual, reproduksi, kehamilan, hubungan yang sehat, batas-batas pribadi, serta menghormati batas-batas orang lain.

Adapun untuk anak sekolah menengah pertama (SMP) informasi yang penting adalah pilihan keputusan-keputusan seksual, aspek emosi, dan konsekuensi –konsekuensi dari hubungan seksual, serta penyakit-penyakit menular dari hubungan seksual. Untuk mengantisipasi bahaya pelecehan seksual terhadap anak , tak perlu menunggu anak sampai tamat SD. Pelaku pelecehan seksual mengintai anak Anda di mana-mana. Di sekolah, tempat umum, tempat belajar mengaji, dan tempat-tempat lain yang tidak pernah kita duga.

Psikolog Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman, Psi., menyebutkan bahwa anak usia 7-9 tahun harus dibekali pengetahuan siapa saja yang boleh memegang alat kelaminnya. Mereka juga tidak boleh membiarkan orang lain memegang alat kelaminnya. Jika ada orang yang memegang-megang alat kelaminnya, mereka harus cepat memberitahu orangtuanya.

Anak remaja cenderung membuat keputusan-keputusan seksual yang keliru, misalnya : melakukan hubungan seksual pranikah, baik secara sukarela maupun karena desakan teman-teman sebaya. Informasi tentang seks yang salah dengan leluasa bisa mereka dapatkan dari majalah, situs porno, film biru, dan lain sebagainya. Informasi apa yang diperlukan anak remaja agar mereka kembali ke jalan yang lurus?

Katakan kepada mereka hubungan seksual di luar pernikahan adalah terlarang. Cinta tidak melulu dinyatakan dalam hubungan seksual. Hubungan seksual itu hanya boleh dilakukan dalam ikatan pernikahan. Karena dalam pernikahan ada perjanjian untuk mengasihi dan menyayangi istri/suami baik dalam keadaan suka maupun duka, tanggung jawab, dan lain-lain.

Pendidikan seks yang dibicarakan kepada anak secara nyata tidak tergantung pada usia anak, namun tergantung pada tingkat kematangan anak. Jika anak Anda yang berumur 5 tahun bertanya, ”Ma, dari mana asal adik bayi? Jawablah dengan memperlihatkan foto-foto USG ketika ia masih berada di dalam perut Anda, cara lainnya adalah anak Anda ke klinik bersalin. Perkenalkan dengan dokter atau suster yang membantu proses kelahiran Anda. Katakan kepada anak Anda:”Nak, dulu kamu pernah tinggal di perut ibu, 9 bulan 10 hari. Ibu-ibu yang perutnya gendut itu namanya hamil, isinya adik bayi lho.”

Anda punya cara unik lain untuk mengajarkan pendidikan seks kepada anak? Silahkan tinggalkan pendapat Anda pada kolom komentar.

Referensi: Growing Up, Usia 10-13 Tahun, <em>Parents Guide,</em> PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo, November 2012.

About Bas