Jenis dan Ciri-Ciri Kain Sifon

Kata sifon sebenarnya berasal dari bahasa Perancis bukan Inggris, yakni chiffon yang berarti pakaian. Ketika ditanya soal ciri-ciri kain sifon, kebanyakan akan menjawab bahwa kain ini memiliki karakteristik tipis serta tembus pandang (transparan). Ya hal itu memang benar. Namun di samping itu, tahukah kamu bahwa sifon bisa terbuat dari beragam bahan seperti katun, nilon, rayon, polyester, sutera, hingga kombinasi lebih dari 1 jenis bahan?!

Ciri-ciri kain sifon lainnya adalah licin, halus, serta jatuh/ flowy. Sayangnya tekstur licin tadi membuat bahan ini agak susah diolah. Pashmina berbahan kain sifon misalnya, perlu diamankan menggunakan jarum pentul agar tak mudah melorot atau bergeser. Selain itu, karena sifatnya tembus pandang, otomatis busana berbahan sifon harus diberi furing tambahan.

Di samping itu, karakteristik sifon yang halus dan tipis menjadikannya butuh perawatan ekstra seperti:

  • Gunakan air dingin ketika mencucinya, dan jangan mencampurkannya dengan pakaian lain karena sifat sifon yang mudah terkena luntur.
  • Pakai deterjen yang formulanya lembut.
  • Keringkan dengan cara diangin-anginkan, toh bahan ini tak bisa melar.
  • Hilangkan noda paa kain sifon dengan cara meletakkan itu di atas kain kaos, gosok atau usap perlahan agar noda pindah ke kain kaos tadi. Taburkan sedikit bedak di atas noda bila nodanya bandel.
  • Saat menyetrika, gunakan suhu sedang.

Bicara soal jenisnya, sifon terbagi menjadi beberapa, seperti:

1. Kain sifon dari serat alami

kain sifon warna warni iuano87yna987dnoau iuba76e87a6

https://pixabay.com

Serat alami di sini maksudnya diperoleh dari alam langsung dan tidak melalui proses kimiawi. Salah satu contoh serat alami yang populer adalah kapas (bahan katun) atau kepompong ulat sutera (sutera).

Sifon yang menggunakan kepompong ulat sutera disebut silk chiffon/ sifon sutera. Umumnya kain ini dipakai sebagai bahan baju pengantin, pesta, gamis, kerudung, scarf, dan lain sebagainya. Ciri-ciri kain sifon sutra antara lain ringan, lembut, flowy, namun juga mudah robek.

Sedangkan sifon katun/ cotton chiffon memiliki karakteristik adem sehingga nyaman dikenakan dan daya serapnya pun juga tinggi. Tak heran bahan ini banyak diberdayakan untuk membuat busana muslim seperti gamis, kerudung, dan lain-lain.

2. Kain sifon dari bahan sintetis

Jika ada sifon dari bahan alami, maka pasti ada pula yang terbuat dari serat sintetis seperti polyester, nilon, atau rayon. Dibanding yang berserat alami, sifon dari bahan sintetis jelas lebih murah. Mari kita bahas satu per satu.

  • Sifon nilon (nylon chiffon) memiliki ciri lembut, tipis, flowy, namun lebih kuat dan lebih mudah soal perawatannya. Umumnya bahan ini dimanfaatkan untuk baju pesta atau pengantin, serta tirai untuk dekorasi ruangan.
  • Sifon polyester (polyester chiffon) juga lembut dan flowy, namun karakteristiknya lebih kuat ketimbang sifon sutera. Sayangnya tak banyak warna yang ditawarkan sifon jenis ini, mengingat polyester susah dicelup. Perbedaan sifon nilon dan polyester juga terletak pada proses tenunnya dimana sifon nilon memakai teknik knit wave, sedangkan sifon polyester mengandalkan teknik plain wave.
  • Sifon rayon (rayon chiffon) terbuat dari serat semi sintetis karena bahan dasar rayonnya dari regenerasi selulosa tumbuhan. Ciri-ciri kain ini tak jauh beda dari sifon pada umumnya, bedanya hanya pada harganya yang lebih terjangkau dibanding sifon serat alami, namun lebih mahal dari sifon polyester.

3. Kain sifon kombinasi (blend chiffon)

Umumnya sifon kombinasi menggunakan perpaduan bahan alami dan sintetis, seperti sutera dan polyester contohnya. Kombinasi kedua bahan tersebut membuat kain menjadi lebih elastis, kuat, serta mengkilap. Bahan sifon kombinasi lainnya seperti hycon chiffon, cerutti chiffon, serta crepe chiffon.

Jadi kawan, itulah tadi sedikit informasi mengenai jenis dan ciri-ciri kain sifon. Semoga bermanfaat bagi kita semua!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *