Thursday , October 22 2020

Jangan Katakan Ini kepada Ortu Anak Adopsi

Tidak bisa disangkal, ada sejumlah orang yang mengatakan hal-hal tidak mengenakkan kepada orang yang mengadopsi atau mereka yang sedang dalam proses mengadopsi bayi atau anak. Mereka tidak hanya mendengar komentar tidak enak tapi juga diberondong banyak pertanyaan yang tidak pantas diajukan. Tidak aneh, orang usil selalu ada dimana-mana.

Dijawab atau tidak dijawab, tetap saja mereka akan usil. Memang sudah kebiasaan. Apalagi kalau mereka komentar di dekat anak yang telah diadopsi. Menghadapi komentar kurang enak tersebut para calon orang tua mesti memiliki kesabaran extra, dan ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi situasi seperti itu.

Berapa Banyak Biaya Untuk Membesarkan Bayi?

Jangan membayangkan proses adopsi seperti membeli barang lalu kamu bisa langsung membawa bayinya. Membesarkan bayi itu mahal. Mulai dari biaya dokter, perlengkapan bayi, dan lain-lain. Orang tua adopsi hanya mengeluarkan uang untuk “memiliki anak” dengan cara dan waktu yang berbeda dibandingkan dengan orang tua yang memiliki anak dengan cara normal. Jadi, tolonglah, jangan tanyakan soal itu karena sangat tidak relevan.

Apakah Kamu Yakin Akan Mendapatkan Bayimu?

Pertanyaan ini mungkin muncul ketika kamu sedang menunggu kabar proses pengadopsian. Pada masa penantian ini kamu merasa resah dan gak nyaman terutama setiap telepon berdering. Daripada kamu bertanya-tanya soal itu, lebih baik kamu menguatkan dan menyemangatinya pada masa-masa ini.

Bersyukurlah Kamu Tidak Melewati Proses Melahirkan Yang Menyakitkan

Orangtua bagi anak adopsi biasanya sudah melewati masa sulit dalam mengupayakan kehamilan. Meski mereka tidak merasakan proses persalinan, orang tua adopsi mengalami ‘sakit’ selama proses adopsi. Mereka mungkin telah menjalani pengobatan kesuburan bertahun-tahun, mengalami penolakan ketika mengajukan permohonan adopsi, mungkin ketika sudah bertemu dengan calon anak adopsi di saat-saat terakhir orang tua kandungnya berubah pikiran. Banyak hal-hal yang menyakiti hati mereka, kekhawatiran, ketakutan, dan berbagai perasaan emosi yang menyiksa.

Dimana Orangtuanya Yang Sebenarnya?

Mengapa mereka memberikannya kepada orang lain?

Apakah mereka betul-betul bersaudara? Yang mana anakmu yang sebenarnya?

Segala pertanyaan yang mengandung kata ‘sebenarnya’ adalah pertanyaan yang mestinya tidak kamu tanyakan. Di dunia ini tidak ada ortu yang sebenarnya atau yang palsu, orang yang mengadopsi sejatinya merekalah orang tua yang menjaga dan membesarkan anak-anak mereka. Mungkin kata yang tepat sesuai dengan yang kamu maksud adalah orang tua yang melahirkan, itu jika kamu ingin menanyakan soal orang tua biologis anak. Namun bagaimanapun, sebaiknya kamu menanyakan itu bila memang kamu merasa sangat dekat dengan orang tua adopsi.

Kamu Kemungkinan Hamil, Tapi Kamu Malah Mengadopsi

Komentar ini sangat sensitif bila kamu tidak tahu histori keluarga mereka. Sebagian orang beranggapan mereka yang akan mengadopsi anak dikarenakan tidak dapat hamil, padahal tidak demikian. Mungkin saja mereka mengadopsi hanya karena ingin melakukannya. Komentar ini melihat seolah-olah hamil adalah sesuatu yang sederhana, padahal sebagian orang lain menganggap proses kehamilan bukanlah hal yang mudah. Sebagian orang perlu mempersiapkan mental dan finansial untuk menjalani proses kehamilan.

Bagaimana Bila Ortu Yang Melahirkannya Menginginkan Anak Mereka Kembali?

Pertanyaan ini sangat kasar, baik bagi orangtua adopsi maupun orang tua yang melahirkan. Menanyakan hal ini menciptakan ketakutan yang tidak diinginkan pada pikiran ortu adopsi. Hati-hati menanyakan hal ini, bijaklah terhadap apa yang kamu katakan dan caramu mengatakannya.

About Bas