Friday , October 23 2020

Penyebab, Akibat dan Cara Mengatasi Kelainan Tidur

A. Penyebab Oversleeping atau Hipersomnia

1. Sleep Apnea

Sleep Apnea merupakan salah satu jenis gangguan tidur. Dalam gangguan tidur ini orang akan mengalami berhenti bernapas untuk sesaat pada saat tidur. Hal tersebut disinyalir dapat mengakibatkan meningkatnya kebutuhan tidur yang dikarenakan siklus tidur normal terganggu. Biasanya penderita akan merasa kelelahan dan lemas meskipun telah tidur selama 10 jam. Gangguan pernapasan ini diakibatkan karena dinding tenggorokan berhenti beraktivitas ketika seseorang sedang dalam kondisi tidur. Aliran udara di dalam tubuh ikut berhenti dan seketika terbangun untuk mengambil napas.

2. Narcolepsy

Narcolepsy merupakan salah satu masalah neurologi yang mengakibatkan tidur berlebihan. Narcolepsy dapat mempengaruhi beberapa bagian otak yang mengontrol dan mengatur selama tidur berlangsung. Dalam hal ini, penderita akan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi dan membedakan kapan ia harus tidur dan kapan harus tetap terjaga. Bahkan, penderita ini dapat tidur di mana saja dan kapan saja tanpa mengenal waktu dan tempat.

3. Stres dan Depresi

Stres dan depresi ini bisa menyebabkan seseorang mengalami kesulitan tidur. Oleh karena itu, cobalah untuk menghindari diri dari hal-hal yang bisa membuat Anda merasa stres dan depresi. Stres dan depresi yang dialami secara terus-menerus tidak hanya membuat Anda susah tidur, tetapi juga bisa membuat Anda mengalami gangguan kesehatan, gangguan jiwa ataupun mental.

4. Kelelahan

Bekerja terlalu lama dan terlalu keras bisa membuat Anda kelelahan. Jika sudah merasa lelah, Anda bisa mengalami gangguan tidur. Akibat terjadinya gangguan tidur tersebut, bisa mengakibatkan Anda mengalami oversleeping. Biasanya orang yang terlalu lelah akan tidur lebih lama dari jam tidur normal dengan tujuan agar tubuh dapat kembali segar.

 

B. Akibat Oversleeping atau Hipersomnia

1. Sulit Hamil

Wanita yang tidur terlalu lama bisa meningkatkan risiko sulit hamil. Dalam hal ini kesuburan seorang wanita akan berpengaruh jika keseringan tidur. Ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa mereka yang tidur selama kurang lebih 7-8 jam pada malam hari memiliki potensi hamil lebih baik jika dibanding bagi mereka yang terlalu lama tidur. Sedangkan wanita yang tidur 9-11 jam sehari akan memiliki potensi hamil lebih kecil akibat tidur terlalu lama.

2. Diabetes

Tidur terlalu lama bisa meningkatkan resiko diabetes lebih besar, lho! Mereka yang tidur lebih dari 8 jam pada malam hari bisa terkena diabetes tipe 2 atau diabetes mellitus akibat adanya lonjakan gula darah dalam tubuh. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengatur porsi tidur yang ideal.

3. Obesitas

Ternyata kegemukan tidak hanya disebabkan oleh makanan dalam jumlah banyak atau kurangnya aktivitas seperti olahraga. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam akan mengalami risiko obesitas lebih tinggi daripada mereka yang tidur dengan porsi normal.

4. Sakit Kepala

Ketika Anda tidur terlalu lama, kemungkinan Anda akan mengalami sakit kepala. Apabila Anda terlalu lama tidur di siang hari dan mengalami susah tidur di malam hari, bisa menyebabkan sakit kepala di keesokkan harinya. Tidak mau kan aktivitas harian Anda terganggu karena sakit kepala berlebih? Oleh karena itu, jagalah porsi tidur Anda.

5. Nyeri Punggung

Orang yang terlalu lama tidur bisa mengalami nyeri punggung. Pasalnya, tidur atau berbaring berjam-jam akan membuat punggung Anda terasa kaku sehingga nyeri di punggung pun timbul perlahan. Jika Anda sering menderita nyeri punggung atau rentan terhadap sakit punggung, sebaiknya berusahalah untuk aktif bergerak. Jangan terlalu sering atau lama berbaring atau tiduran saja. Cobalah untuk menggerak-gerakkan badan.

 

C. Cara Mengatasi Oversleeping atau Hipersomnia

1. Gunakan Jam Weker

Sebelum tidur, sebaiknya atur posisi jam weker Anda. Pilihlah nada atau suara alarm dengan tepat. Pemilihan suara alarm sangat penting untuk mengembalikan pikiran Anda dari alam bawah sadar. Agar Anda tidak kaget ketika bangun tidur, pilihlah alarm yang tidak terlalu keras ataupun tidak terlalu lembut. Alarm yang terlalu keras bisa mengacaukan pikiran Anda selepas bangun tidur. Sedangkan alarm yang terlalu lembut malah akan membuat Anda tidur kembali dan ngantuk. Oleh karena itu, pilihlah nada suara alarm yang sedang-sedang saja.

2. Jangan Tergoda Untuk Tidur Ringan

Tidur ringan setelah bangun tidur bisa mengacaukan kondisi tubuh Anda. Jika sudah saatnya bangun, sebaiknya Anda bangun sesuai dengan yang sudah dijadwalkan. Jangan tergoda untuk tidur kembali karena bisa menambah jam tidur Anda.

3. Pertahankan Jadwal Tidur

Ketika Anda sudah memiliki jadwal tidur, usahakan untuk tetap konsisten. Jangan tidur kurang atau lebih dari waktu yang sudah dijadwalkan. Buatlah suatu kebiasaan yang bisa menjadikan tidur Anda teratur. Beristirahatlah secukupnya agar Anda bisa kembali siap melakukan aktivitas dikeesokan harinya.

4. Berkonsultasi dengan Dokter

Jika Anda mengalami oversleeping yang tidak bisa disembuhkan, ada baiknya jika Anda mencoba untuk melakukan pengecekan ke dokter. Mungkin oversleeping yang Anda alami termasuk ke dalam tahap kronis. Oleh karena itu pengecekan penting untuk dilakukan agar Anda mengetahui gangguan apa yang sebetulnya Anda alami.

Nah, sekarang sudah tahu kan apa bahayanya jika tidur berlebihan? Oleh karena itu, buatlah porsi tidur yang sesuai setiap harinya. Tujuannya agar hidup Anda bisa lebih sehat dan teratur.

 

*Hipersomnia : Salah satu kelainan tidur yang ditandai rasa kantuk yang berlebihan, sehingga pasien sering kali membutuhkan waktu tidur yang jauh lebih lama dari orang normal.

About Bas