Wednesday , October 21 2020

Harus Tetap Kerja Meski Masuk Angin?! Berikut Saran Dokter Agar Rekan Kerja Tak Ketularan

Idealnya, kalau sakit ya istirahat di rumah. Tapi seringkali, kenyataan tak seindah harapan. Adakalanya perusahaan menuntut kamu tetap bekerja meski sedang sakit, entah karena peraturan di sana memang sangat ketat atau karena belum ada orang lain yang dapat menggantikan peran pentingmu.

Well apapun alasannya, bila hal ini sering kamu alami, maka ikuti beberapa saran dokter berikut. Selain kamu jadi enakan ketika beraktivitas di kantor, rekan kerja juga takkan sampai ketularan.

1. Minum yang banyak

Intinya, minumlah banyak air sepanjang hari itu, entahkah air putih, jus, kaldu, atau cairan lainnya. Namun hindari sementara kopi, soda berkafein, minuman berenergi, atau alkohol, karena semuanya membuat tubuh dehidrasi berkat sifat diuretiknya.

Kondisi tetap terhidrasi sangatlah penting karena itulah yang membantu sistem imun melawan virus penyebab masuk angin. Di samping itu, air juga efektif dalam mengencerkan ingus maupun dahak, dan dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang.

2. Obat semprot hidung

Sesekali tak mengapa untuk menggunakan obat semprot hidung demi melegakan hidung tersumbat. Produk ini ternyata juga mampu membersihkan sinus lho.

3. Bawa obat batuk

Jika batuk membuatmu tak nyaman saat beraktivitas, bawalah 2 jenis obat batuk ke tempat kerja. Pertama adalah sirup atau semprot tenggorokan, biasanya tipe ini mampu membuat tenggorokan mati rasa dan tenang, sedangkan obat batuk jenis supresan ampuh untuk cegah reaksi reflek batuk.

4. Redakan rasa sakit

Salah satu gejala masuk angin yang bikin tak nyaman saat beraktivitas adalah sakit yang dirasakan. Untuk meredakannya, kamu bisa membawa acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen yang mana kandungan obat ini juga efektif atasi demam.

Namun ketahuilah bahwa jenis obat ini hanya mampu bikin kamu merasa lebih enakan, jadi takkan mempercepat durasi sakitnya. Yang pasti baca petunjuk kemasan, dan jangan minum lebih dari 1 obat pada sekali waktu ya.

5. Hindari rokok

Kamu yang punya kebiasaan merokok, sebaiknya berhenti dulu. Selain itu, jauhi pula perokok atau polusi udara lain yang berpotensi mengganggu kesehatan pernafasan.

6. Batasi interaksi dengan orang lain

Ya supaya virus tak menyebar ke rekan kerja, semaksimal mungkin hindari kontak dengan mereka. Mintalah izin untuk tidak mengikuti rapat yang ‘kurang penting’. Jangan juga berjabat tangan dengan siapapun.

Ketika bersin atau batuk, tutupi itu dengan siku dalam – bukan telapak tangan. Cucilah tangan sesering mungkin – khususnya setelah batuk atau bersin – menggunakan air dan sabun, atau bawalah hand sanitizer yang kadar alkoholnya di atas 60%.

Kamu mungkin juga perlu menyeka setiap permukaan benda (kenop pintu atau tombol lift misalnya) yang baru disentuh. Dan bila memungkinkan, kenakan masker penutup hidung dan mulut, terutama saat bicara dengan orang lain.

7. Langsung istirahat sepulang kerja

Setelah jam kerja berakhir, segeralah pulang ke rumah, santap makanan bergizi, lalu pergilah tidur. Ingat, tubuh sangat perlu istirahat agar bisa pulih secepatnya. Jangan lupa aktifkan humidifier atau cool-mist vaporizer di kamar. Keduanya dapat melegakan hidung tersumbat sehingga proses bernafas jadi lebih baik.

8. Masih saja sakit? Waktunya pergi dokter

Jika masuk angin yang kamu derita sudah lebih dari 1 minggu, dan kondisinya tak membaik juga – atau malah bertambah buruk – segeralah periksa ke dokter. Besar kemungkinan penyakitnya sudah lebih dari masuk angin biasa. Bisa jadi bukan hanya virus, tapi bakteri juga ikut menginfeksi tubuhmu. Jadi periksalah ke dokter, siapa tahu kamu perlu antibiotik untuk mengatasinya.

About megsaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *