Wednesday , October 28 2020

Gengsi Mau Kentut? Awas, Ini 7 Bahaya Menahan Kentut

Setiap manusia pasti pernah kentut. Tapi nggak semuanya berani kentut secara terang-terangan. Khususnya kaum hawa, biasanya wanita cenderung malu untuk mengeluarkan kentut sehingga tak jarang mereka menahannya. Padahal kebiasaan menahan kentut tersebut nggak sehat, loh!

Kamu mau tahu apa saja bahayanya? Berikut dampak buruk yang mungkin terjadi bila Kamu terus-menerus menahan kentut. Simak yuk!

  1. Perut Jadi Kembung

Salah satu dampak buruk jika Kamu sering menahan kentut yakni perut kembung. Kondisi ini dikarenakan saat kentut tertahan, udara yang seharuskan keluar jadi terperangkap di saluran pencernaan, tepatnya di organ usus dan lambung.

Nah, penumpukan udara inilah yang kemudian membuat perut jadi terasa begah dan kembung. Untuk mengatasinya, Kamu bisa mencoba mengonsumsi wedang jahe atau cobalah berlutut sejenak untuk mengeluarkan sendawa.

  1. Kram Perut

Selain perut kembung,menahan kentut juga memicu terjadinya kram perut. Akumulasi gas pada rongga perut menyebabkan munculnya rasa mulas seperti diremas-remas dengan disertai kram. Kondisi ini mirip dengan gejala PMS.

Tentunya hal tersebut akan membuatmu tak nyaman. Dan apabila Kamu tetap menahan kentutnya, maka bukan tak mungkin akan terjadi insiden cepirit, yakni keluarnya sedikit ampas tinja.

  1. Risiko Divertikulitis

Kentut yang sering ditahan juga berisiko menyebabkan divertikulitis. Kondisi ini bermula dari penyumbatan gas pada usus, sehingga mengakibatkan organ usus jadi membesar dan bergelembung.

Jika keadaaan ini semakin parah, maka gelembung tersebut bisa saja pecah dan membentuk kantung-kantung yang dikenal dengan istilah divertikula. Biasanya kantung ini rentan mengalami infeksi dan peradangan yang dapat memicu rasa nyeri.

Kamu perlu tahu bahwa penyakit ini tergolong berbahaya dan harus segera diatasi. Walau kasusnya jarang terjadi, namun tetap harus diwaspadai.

  1. Wasir

Efek buruk selanjutnya, Kamu bakal berisiko terserang penyakit wasir atau ambeien. Kondisi ini terjadi akibat otot dubur terlalu sering bergerak saat Kamu menahan kentut, sehingga dampaknya otot-otot dubur pun jadi menegang dan bengkak.

Selain pembengkakan pada otot, wasir juga menyebakan pembuluh vena di sekitar dubur melebar. Keadaan tersebut membuat dubur jadi terasa nyeri, gatal, bahkan Kamu berisiko mengalami BAB berdarah.

  1. Peritonitis

Gas yang dikeluarkan oleh kentut merupakan limbah sisa-sisa pencernaan. Apabila Kamu tak mengeluarkannya, maka gas yang bercampur dengan bakteri tersebut akan tertahan di perut sehingga menyebabkan peradangan pada peritoneum, yakni lapisan tipis dinding bagian dalam perut. Kondisi ini, umumnya dikenal sebagai peritonitis.

Tentunya peritonitis harus segera ditangani dengan cepat. Sebab bila tidak, infeksi yang terjadi peritoneum bisa saja menyebar ke jaringan atau organ tubuh lainnya.

  1. Keracunan Gas

Seperti yang telah dijelaskan dalam poin sebelumnya, bahwa menahan kentut tidaklah baik! Gas kentut itu mengandung limbah sisa pencernaan dan bakteri. Bila tak dikeluarkan maka bisa memicu infeksi pada usus.

Selain itu, akumulasi gas di usus juga menyebabkan rongga usus mengalami tekanan dengan intensitas tinggi melebihi tekanan parsial dalam darah. Kondisi ini mendorong gas masuk ke pembuluh darah, yang mana berarti infeksi jadi menyebar ke seluruh tubuh.

  1. Aromanya Semakin Menusuk

Menahan kentut menyebabkan terakumulasinya gas hidrogen sulfida dalam organ usus. Jika senyawa ini terus-menerus menumpuk dan bercampur dengan bakteri, maka efeknya kentutmu akan semakin beraroma menusuk ketika keluar nantinya. Duh! Pasti lebih malu kan?

Oleh karenanya, hindari tindakan menahan kentut ya! Kamu tidak harus kentut di sembarang tempat kok. Namun jika dirasa ingin kentut, sebaiknya carilah tempat yang memadai, misalnya saja ke toilet. Bagaimanapun juga kentut sangatlah penting dan itu juga manusiawi. Jadi tak perlu gengsi kentut, Gengs!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *