Saturday , October 24 2020

Fase Masuk Angin, Bagaimana Gejala dan Cara Mengatasinya?!

Walau tergolong penyakit ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya, masuk angin ternyata memiliki tahapannya sendiri lho. Rata-rata, siklus masuk angin berlangsung 7-10 hari lamanya. Menurut Aaron E. Glatt, MD, konsultan penyakit infeksi di South Nassau Communities Hospital (New York), masuk angin biasanya lebih lama dan parah jika diderita oleh seseorang yang terganggu imunitasnya atau mengalami gangguan kesehatan lain.

Berikut adalah beberapa fase masuk angin yang perlu diketahui sehingga kamu tahu bagaimana cara menanganinya:

Hari ke-1 dan 2

Faktanya, begitu terinfeksi virus penyebab masuk angin, tubuh tidak langsung menunjukkan reaksi sakit. Pada hari pertama dan kedua, kamu biasanya masih merasa sehat dan tidak mengalami gejala masuk angin apapun.

Hari ke-2 dan 3

Lantas pada hari ke-2 dan 3, tiba-tiba muncullah perasaan lelah. Kamupun lebih sering bersin ketimbang biasanya. Pada hari-hari ini, progresi gejalanya dapat meningkat drastis. Tubuh mulai sakit, berbeda dari sehari sebelumnya dimana kamu mungkin masih sangat aktif.

Selain itu, gejala tenggorokan gatal atau sakit juga perlahan muncul. Begitu mengalaminya, kamu diimbau untuk segera beristirahat untuk meminimalisir kelelahan yang dirasakan, dan supaya gejalanya tidak bertambah buruk.

Hari ke-3 dan 4

Nah kalau pada hari-hari ini, hidung biasanya mulai meler dan mengeluarkan ingus yang berubah warna – dari bening menjadi hijau kekuningan dengan tekstur pekat. Untuk mengatasinya, gunakan dekongestan agar saluran nafas yang tersumbat terbuka. Menghirup uap panas dari makanan, air panas, atau ketika mandi juga dapat jadi alternatif. Tindakan ini juga penting karena berguna untuk mencegah infeksi sinus.

Hari ke-4-6

Gejala berikutnya yang rata-rata baru muncul di hari ke-4 adalah batuk ringan. Akibat peradangan di saluran pernafasan, batuknya mungkin tetap ada meski nantinya gejala masuk angin lainnya sudah mereda. Batuknya memang mengganggu namun jangan khawatir. Ini merupakan reaksi reflek tubuh untuk mengeluarkan virus, kuman, dan toksin dari tubuh.

Hari ke-6 dan 7

Untungnya di hari ke-6 atau 7, kebanyakan orang merasa baikan setelah banyak beristirahat dan minum obat. Namun ada pula yang mengalami sebaliknya, dimana gejala masuk anginnya bertambah parah. Bila ini terjadi, maka disarankan agar penderitanya segera periksa ke dokter, terutama bila muncul gejala abnormal lainnya. Hal ini penting untuk mencegah timbulnya komplikasi masuk angin.

Berita baiknya adalah sekitar 2 minggu setelah sakit, tubuh mulai memproduksi antibodi sehingga virus penyebab masuk angin sebelumnya takkan bisa lagi bikin kamu sakit. Walau begitu, menurut riset dari ‘Treat Yourself Better Without Antibiotics’, masih ada 199 jenis virus penyebab masuk angin lainnya. Jadi kalau sebelumnya kamu belum pernah terinfeksi salah satunya, maka itu masih bisa menyebabkan kamu masuk angin.

Lebih dari seminggu

Bila kamu sudah berupaya maksimal mengatasi gejala masuk angin, tapi kondisinya tak juga membaik setelah 1 minggu, atau gejalanya kambuh-kambuhan, maka penyebabnya mungkin alergi atau infeksi sinus dan bukannya masuk angin biasa.

Gejala alergi umumnya termasuk mata gatal, hidung meler (mengeluarkan ingus bening), dan hidung tersumbat. Tak seperti masuk angin biasa, gejala alergi bisa dirasakan hingga beberapa minggu lamanya.

Sedangkan untuk infeksi sinus, ciri-cirinya adalah hidung tersumbat, sakit tenggorokan, tekanan atau sakit di sekitar mata serta dahi, lelah, hingga demam. Semua gejala ini dapat berlangsung antara 1-3 bulan atau bahkan lebih.

Bila kamu menduga alergi atau infeksi sinuslah penyebabnya, maka segera periksa ke dokter untuk tahu diagnosa tepatnya.

About megsaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *