Saturday , October 24 2020

Faktor Penyebab Tingginya Pengangguran di Indonesia

Jumlah pengangguran di Indonesia setiap tahunnya makin bertambah sedangkan lowongan pekerjaan semakin sedikit. Apa yang sebenarnya terjadi?

Semakin banyak jumlah penduduk Indonesia, ternyata tidak membuat masyarakat bisa hidup berkecukupan dan sejahtera. Yang terjadi adalah Indonesia dilanda krisis sumber daya manusia yang menyebabkan bertambahnya angka pengangguran.

Bila Anda perhatikan, banyak perusahaan besar di Indonesia tidak henti-hentinya menarik para calon pekerja baru. Sementara itu, banyak pula perusahaan-perusahaan baru yang sedang merintis karier melakukan perekrutan karyawan secara besar-besaran setiap tahunnya. Lalu tidak sedikit pula masyarakat yang akhirnya memilih untuk berwirausaha. Sisanya, adalah mereka-mereka yang tidak memiliki pekerjaan. Anehnya jumlah pengangguran bukan berkurang, malah semakin meningkat. Apakah hal ini karena pengaruh populasi penduduk yang tidak bisa dikendalikan ?

 

Faktor utama penyebab terjadinya pengangguran di Indonesia adalah kesalahan pola pikir dan kesulitan mengembangkan kreativitas. Pola pikir tersebut terus saja diberikan turun temurun pada anak cucu sehingga menjadi pemikiran dasar yang dimiliki bangsa ini. Itulah mengapa negara ini masih tertinggal dari negara-negara lain yang memiliki pola pikir lebih maju.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran. Program pemerintah yang sudah dijalankan ataupun solusi dari masing-masing individu sendiri ternyata belum mampu menyelesaikan permasalahan ini. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan tingginya pengangguran di Indonesia?

Berikut faktor – faktor penyebab Banyaknya Pengangguran :

1. Kemiskinan

Kemiskinan menjadi permasalahan dasar. Kemiskinan menjadi akar penyebab sehingga timbul faktor-faktor lainnya. Kemiskinan, membuat mereka tidak bisa bersekolah dan mendapat ilmu pengetahuan dengan baik. Ilmu pengetahuan dapat mempengaruhi pola pikir setiap orang. Akhirnya bekerja sebagai buruh kasar yang hanya mengandalkan tenaga menjadi pilihan. Orang-orang tersebut akan bekerja untuk uang. Bukan sebaliknya.

2. Rendahnya Pendidikan

Inilah faktor lain yang timbul dari kemiskinan. Kondisi ekonomi penduduk bangsa Indonesia yang rendah, membuat mereka mendapatkan pendidikan minim. Tidak hanya itu, banyak pemuda di kota-kota besar hidup di jalanan untuk meminta-minta, mengamen, atau berjualan asongan. Rendahnya pendidikan telah membuat mereka kesulitan untuk mendapat pekerjaan yang lebih baik.

3. Kurangnya Lapangan Pekerjaan

Setiap tahunnya, banyak universitas meluluskan ratusan bahkan ribuan para calon pekerja baru. Namun tingginya angka kelulusan tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia di negara ini. Akhirnya, hanya sebagian dari mereka yang langsung berhasil mendapatkan pekerjaan, sedikit yang mengambil pilihan untuk berwirausaha, dan sisanya masih menunggu mendapatkan pekerjaan dengan tidak melakukan apa-apa.

4. Kurangnya Keterampilan

Kebiasaan malas para generasi muda untuk mendalami suatu keterampilan, membuat mereka lulus sekolah tanpa memiliki bekal. Padahal keterampilan tersebutlah yang sangat diperlukan di dunia kerja. Tidak hanya sebatas teori-teori buku. Banyak perusahaan melakukan perekrutan pegawai baru tidak hanya berlandaskan ijazah tinggi, namun juga kemampuan yang sudah mereka kuasai menjadi nilai tambah.

5. Keberadaan Pasar Global

Setelah dibukanya pasar global di Indonesia, para pekerja Indonesia semakin susah mendapatkan pekerjaan. Pasar global membuat seleksi perekrutan pekerjaan semakin ketat. Terlebih, banyak calon pekerja asing yang memiliki kualitas lebih tinggi daripada warga negara Indonesia sendiri, ini dibuktikan dengan beberapa pekerja di perusahaan besar yang memiliki pegawai warga asing.

6. Tidak Mau Berwirausaha

Bekerja pada orang lain di suatu perusahaan lebih banyak diminati para lulusan baru daripada merintis usaha sendiri. Terlebih jika perusahaan tersebut menjadi perusahaan ternama. Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri untuk masing-masing individu. Mereka hanya tinggal mengikuti prosedur kerja dengan baik dan mendapat gaji. Sedangkan jika berwirausaha, mereka harus memiliki modal banyak dan ilmu pengetahuan yang cukup di bidangnya. Selain itu, ada segala risiko yang harus dihadapi termasuk mengalami rugi.

Untuk memperbaiki masalah ini tentu tidak mudah. Butuh keterlibatan banyak pihak termasuk masing-masing individu agar sedikit demi sedikit masalah pengangguran bisa dituntaskan.

About Bas