Monday , October 19 2020

Faktor Pendukung dan Perusak Kreativitas Anak Dari Para Ahli

Kreativitas merupakan potensi yang dimiliki oleh setiap anak dan dapat terus dikembangkan. Dalam mengembangkan kreativitas ini terdapat factor-faktor yang dapat mendukung upaya dalam menumbuhkan kreativitas anak. Berikut ini adalah penjelasan para ahli mengenai faktor-faktor apa saja yang mendorong perkembangan kreativitas anak.

Conny Setiawan dalam Adipura (2001: 46)

Meninjau faktor pendorong kreativitas dari segi lingkungan sekolah. Ia mengemukakan bahwa kebebasan dan keamanan psikologis merupakan kondisi penting bagi perkembangan kreativitas. Anak merasa bebas secara psikologis, persyaratan lain yang harus dipenuhi sekolah untuk menumbuhkan kreativitas anak adalah sebagai berikut :

  1. Guru menerima siswa apa adanya, tanpa syarat dengan segala kekurangan dan kelebihannya, serta memberikan kepercayaan bahwa pada dasarnya semua anak baik dan mampu melakukan hal yang terbaik.
  2. Guru mengusahakan suasana agar siswa tidak merasa “dinilai” dalam arti yang bersifat mengancam, dan
  3. Guru memberikan pengertian dalam arti dapat memahami pemikiran, perasaan dan perilaku siswa, dan guru dapat menempatkan diri dalam situasi siswa dan melihat dari sudut pandang siswa.

Sementara Torrance dalam Supriadi (Adipura, 2001:47), mengemukakan tentang lima bentuk interaksi guru dan siswa di kelas yang dianggap mampu mengembangkan kecakapan kreatif siswa, yaitu:

  1. Menghormati pertanyaan-pertanyaan yang tidak biasa.
  2. Menghormati gagasan-gagasan yang tidak biasa serta imajinasi dari siswa.
  3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar atas prakarsa sendiri.
  4. Memberikan penghargaan kepada siswa.
  5. Meluangkan waktu bagi siswa untuk belajar dan bersibuk diri tanpa suasana penilaian.

Demikian pula Hurlock (1999:11), mengemukakan beberapa faktor pendorong yang dapat meningkatkan kreativitas yaitu:

  1. Waktu, untuk menjadi kreatif, kegiatan anak seharusnya jangan diatur sedemikian rupa sehingga hanya sedikit waktu bebas bagi mereka untuk bermain dengan gagasan, konsep, dan mencobanya dalam bentuk yang baru dan orisinal.
  2. Kesempatan, menyendiri hanya apabila mereka tidak mendapatkan tekanan dari kelompok sosial, dan teman-teman lainnya anak akan menjadi kreatif.
  3. Dorongan, terlepas dari seberapa jauh prestasi anak memenuhi standar orang dewasa. Untuk menjadi kreatif mereka harus terbebas dari ejekan dan kritik yang seringkali dilontarkan pada anak yang tidak kreatif.
  4. Sarana dan Alat, untuk bermain dan kelak sarana lainnya harus disediakan untuk merangsang dorongan eksperimen dan eksplorasi yang merupakan unsur penting dari semua kreativitas. Lingkungan yang merangsang. Lingkungan rumah dan sekolah harus merangsang kreativitas. Ini harus dilakukan sedini mungkin sejak masa bayi dan dilanjutkan hingga masa sekolah dengan menjadikan kreativitas suatu pengalaman yang menyenangkan dan dihargai secara sosial. Hubungan anak dan orang tua tidak posesif. Orang tua yang tidak terlalu melindungi atau terlalu posesif terhadap anak akan mendorong anak untuk mandiri
  5. Cara Mendidik Anak, Mendidik anak secara demokratis dan permisif baik di rumah maupun sekolah akan meningkatkan kreativitas, sedangkan cara mendidik anak secara otoriter akan memadamkan kreativitas anak. Kesempatan untuk memperoleh pengetahuan. Kreativitas tidak muncul dalam kehampaan. Makin banyak pengetahuan yang diperoleh anak semakin baik dasar-dasar untuk mencapai hasil yang kreatif.

Sementara itu, Utami Munandar (2004: 94) mengungkapkan bahwa dari berbagai penelitian diperoleh hasil bahwa sikap orang tua yang memupuk kreativitas anak antara lain :

  1. Menghargai pendapat anak dan selalu mendorongnya untuk mengungkapkannya.
  2. Memberi waktu kepada anak untuk berpikir, merenung, dan berimajinasi.
  3. Membiarkan anak mengambil keputusan sendiri.
  4. Mendorong anak untuk menjajaki dan mempertanyakan banyak hal.
  5. Meyakinkan anak bahwa orang tua menghargai apa yang ingin dilakukan anak dan apa yang ingin dihasilkan anak.
  6. Menunjang dan mendorong kegiatan anak.
  7. Menikmati kebersamaan dan keberadaan bersama anak.
  8. Memberikan pujian yang sungguh-sungguh kepada anak.
  9. Mendorong kemandirian anak dalam bekerja.
  10. Melatih hubungan kerjasama yang baik dengan anak.

 

Faktor Penunjang Kreativitas Anak Sejak Dini

Manusia lahir dengan membawa potensi kreatif. Pada awal perkembangannya, seorang bayi dapat memanipulasi gerakan atau pun suara hanya dengan kemampuan pengamatan dan pendengarannya saja. Ia belajar mencoba, meniru, berkreasi, mengekspresikan diri, sesuai dengan gayanya sendiri yang khas dan unik.

Anak usia 3-4 tahun pun dapat menciptakan apa pun yang dia inginkan melalui benda-benda di sekitarnya. Ia menciptakan becak dengan kursi beroda, menciptakan perahu dari ember tempat pakaian, ia menciptakan kuda dengan menaiki punggung ayahnya, dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa pada dasarnya anak memiliki jiwa kreatif.

Persoalan yang terjadi pada perkembangan selanjutnya daya kreatif anak semakin berkurang. Peraturan-peraturan yang tidak perlu, pola kebiasaan, pola penghargaan, dan pola asuh orang dewasa di sekitarnya dapat menghambat daya kreativitas tersebut. Di sekolah mereka tidak bebas lagi memilih warna langit, bebas memilih posisi duduk, mereka tidak bisa belajar sambil tengkurap, mereka tidak bisa belajar sambil bermain di halaman, menggambar benda-benda aneh atau pun banyak bertanya.

Banyak hal yang membuat daya kreativitas anak terkikis. Ketika kita membatasi cara mereka mempelajari sesuatu, maka otomatis kita telah menghambat mereka dalam memahami sesuatu yang lebih besar, atau mungkin mematikan keinginan mereka untuk belajar sesuatu.

Di bawah ini merupakan sifat alami anak yang menunjang tumbuhnya kreativitas, yaitu :

1. Pesona dan Rasa Takjub

Sifat terpesona dan takjub terhadap sesuatu , merupakan sikap khas anak-anak. Mereka sangat terpengaruh melihat hal baru yang menakjubkan. Sebagai contoh : Queency takjub melihat dirinya diikuti bulan ketika ia diantar ke sekolah, anak-anak mengagumi keindahan sayap kepik yang bermotif totol-totol. Badannya seperti kura-kura, namun berukuran mini dan bisa terbang.

2. Mengembangkan Imajinasi

Dengan imajinasi segala sesuatu menjadi mungkin bagi seorang anak, dan tidak ada yang mustahil. Bagi mereka mungkin saja hewan bisa berbicara, manusia bisa terbang, sebuah rumah seluruhnya terbuat dari cokelat. Melalui kekayaan khayalan pula kadang anak usia dini berpikir untuk menemukan penyelesaian dari masalah yang dihadapinya. Kadang orang dewasa beranggapan dengan berimajinasi nanti anak berkembang menjadi penghayal, tukang melamun, dan memboroskan waktu. Sebagai contoh, pesawat terbang merupakan hasil khayalan Twight bersaudara, yang ingin terbang bebas seperti burung.

3. Rasa Ingin Tahu

Anak-anak sangat antusias dengan benda-benda atau pun mahluk yang baru pertama kali dilihatnya. Ia akan memerhatikan, mengamati cara kerjanya, menatapnya dengan detail dari atas ke bawah, merabanya, jika perlu menjilatnya. Dengan rasa ingin tahunya tersebut, anak kadang tidak peduli apakah ia akan menjadi kotor, basah, panas, atau pun terasa sakit. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya keinginan anak untuk mengeksplorasi alam dan likungan di sekitarnya, betapa kuat keinginannya untuk mengetahui sesuatu, betapa kuat semangatnya untuk belajar.

4. Banyak Bertanya

Masa awal anak-anak sangat diwarnai dengan aktivitas banyak bertanya. Segala sesuatu yang lama apalagi yang baru tidak luput dari pertanyaannya. Jika kita tidak membuatnya berhenti, mungkin dia tidak akan berhenti bertanya. Dapat kita lihat betapa antusiasnya anak usia dini dalam mengenali suatu objek. Ia akan bertanya tanpa lelah, tanpa malu, tanpa takut, dan tanpa henti. Ia akan berhenti bertanya jika kita memberi respon negative : mencela, memarahinya, dan menyikapinya dengan kasar.

Di sekolah SD s/d Perguruan Tinggi para siswa sudah tidak suka bertanya, anak yang sering bertanya dianggap bodoh, atau menggangu stabilitas kelas, sehingga kebanyakan mereka memilih diam. Padahal bertanya adalah kunci pembuka ilmu pengetahuan, tanpa keterampilan bertanya, mustahil ilmu-ilmu baru dapat terungkap.

Referensi : Strategi Pengembangan Kreativitas pada Anak, Usia Taman Kanak-kanak, Yeni Rachmawati, SPd,. M.Pd., Euis Kurniati, S.Pd., M.Pd., Kencana, Jakarta, 2010.

 

4 Perusak Kreativitas Anak

Setiap anak dilahirkan cerdas dan kreatif. Namun pada saat mereka memasuki umur 9 -10 tahun, kreativitas mereka lenyap. Hal tersebut dinamakan efek Flynn: nilai kecerdasan setiap generasi naik 10 poin karena lingkungan mendukung dan membuat anak-anak menjadi cerdas. Kabar buruknya, sejak tahun 1990, kreativitas dan kecerdasan anak-anak menurun. Kesalahan fatal apakah yang kita lakukan? Hal perusak kreativitas anak yang paling efektif adalah sebagai berikut.

1. Hadiah

Penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa imbalan (hadiah) berkontribusi dalam menghambat proses eksplorasi dan imajinasi anak-anak. Seorang anak akan berjuang untuk menjadi juara kelas, berjuang mendapat nilai matematika tinggi karena memburu hadiah, bukan karena rasa ingin tahu atau kecintaan pada bidang studi tersebut. Hadiah dan imbalan menghilangkan kegembiraan berkreativitas. Seharusnya anak-anak melakukan hal tersebut bukan karena hadiah semata.

2. Setia Setiap Saat

Anda tak perlu selalu setia setiap saat mendampingi anak. Anda wajib hadir ketika dibutuhkan. Selalu hadir, duduk menemani dan mengambil alih tugas-tugas anak Anda akan menghambat kreativitas mereka. Jika Anda terus membuntuti anak-anak seperti Bulan yang mengitari Bumi, anak-anak Anda tidak akan pernah belajar mengambil keputusan dan berani mengambil risiko. Mereka tidak akan pernah belajar dari kesalahan. Anda semakin pintar, dan anak Anda kehilangan banyak kesempatan untuk belajar.

3. Pilihan yang Terbatas

Sekolah dan kita (orang tua) menyatakan kepada anak-anak bahwa “hanya ada satu jawaban yang benar”. Mereka menjadi takut berpendapat, takut mencoba, karena terlalu banyak didoktrin “tidak boleh salah” atau hanya ada satu jawaban yang benar. Lihatlah ujian nasional (UN), soal-soalnya terdiri dari pilihan ganda. Misalnya ada pertanyaan : Kentang adalah jenis ……… a. makanan b. sayuran c. buah-buahan d. lalapan. Jika anak Anda menjawab kentang adalah makanan (dan itu benar) sementara kunci jawaban guru menyatakan kentang adalah sayuran, jawaban anak Anda disalahkan atas nama keseragaman yang kaku. Banyak jalan menuju Jonggol, tapi hanya ada satu jawaban yang “dianggap benar”.

4. Super Sibuk

Anak-anak zaman sekarang super sibuk. Jadwal mereka padat, mulai dari sekolah, les bahasa Inggris, les menulis, les berenang, les piano, les menggambar, dan sebagainya. Perlu digarisbawahi, sebenarnya itu bukan keinginan si anak namun titipan ambisi orangtuanya. Mereka lupa, anak didera rasa lelah dan bosan. Rasa bosan membuat segalanya tidak bermakna. Mereka (anak-anak) hanya butuh duduk diam dan tidak melakukan apa pun untuk mengisi ulang baterai (kreativitas).

Kreativitas akan hinggap jika anak melakukan sesuatu atas nama kegembiraan, bukan proses untuk menjadikan sesuatu untuk mencapai kesempurnaan. Biarkan anak untuk bereksplorasi dan membuat kesalahan serta perkenankan mereka mengambil risiko dan menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri. Anda hanya perlu turun tangan jika mereka minta pertolongan Anda.

 

Produk Pengembangan Kreativitas Anak Melalui Hasta Karya

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk untuk mengembangkan kreativitas ini. Contoh yang saya paparkan ini adalah sebagai alternatif atau pemicu kreativitas orang tua dan guru di taman kanak-kanak. Dalam prakteknya di lapangan, orang tua, guru, dan anak-anak dapat melakukan modifikasi dan membuat inovasi baru. Silahkan mencoba.

Berikut ini adalah contoh hasta karya yang dapat dibuat oleh anak-anak dengan bantuan orang tua dan guru, yaitu:

1. Boneka dan Benda dari Batu

Orang tua, atau guru bersama anak-anak mengumpulkan batu-batuan dalam berbagai ukuran yang kemudian dibersihkan, dan dikeringkan. Untuk proses pembuatan boneka dari batu sediakan bahan-bahan berupa: kancing, cat air, lem, bulu ayam, dan kain perca, dan lain-lain.

2. Menghias Telur

Orang tua atau guru bersama anak mempersiapkan kulit telur yang berbentuk bulat (isinya sudah dikeluarkan), cat air, dan spidol. Pecahan kulit telur juga bisa dimanfaatkan untuk kolase jerapah.

3. Jas Hujan

Orang tua dan guru bersama anak menyediakan plastik bening (sesuai ukuran tubuh anak), cat air, cat tembok, dan gunting. Lubangi bagian kepala.

4. Melukis Baju

Guru memberitahukan kepada anak-anak untuk membawa baju kaos bekas yang masih layak pakai dan cat poster, usahakan kaos tersebut berwarna putih. Setelah siap, anak-anak dapat menggambar apa pun sesuai dengan minat dan imajinasi mereka.

5. Membuat Play Dough

Bahan-bahan yang dibutuhkan sangat sederhana dan relative murah, yakni tepung kue dan pengawet kue (natrium benzoate). Sementara lem putih (PVAC) dapat Anda beli di toko bangunan.

Bahan-bahan :

  1. Tepung kue :terigu : kanji: dan tepung beras dengan perbandingan 1:1:1.
  2. lem putih (PVAC), sesuai kebutuhan.
  3. Pengawet kue (natrium benzoate), 1/6 dari jumlah total bahan.
  4. Jika kanji 100 gr, terigu 100 gr, beras 100 gr, totalnya menjadi 300 gr, maka pengawet kuenya 1/6 x 300 gr = 50 gr.

Mencampur bahan :

Semua tepung dan pengawet kue dicampur menjadi satu atau disebut adonan A. Kemudian ambil lem putih sedikit, taruh di adonan A, lalu aduk-aduk sampai merata.

Warna

Warna boleh apa saja, tetapi warna yang bagus adalah dari cat poster, cat minyak, pewarna makanan, kamu juga boleh mewarnai dengan bahan alam seperti : daun suji, atau kunyit.

6. Pigura Unik

Anak-anak dapat membuat pigura unik dari stik es krim, batang korek api, daun-daun kering. Bahan yang dibutuhkan adalah karton (untuk alas foto) 20 x 20 cm atau sesuai ukuran foto.

7. Finger Painting

Anak-anak dapat mewarnai tanpa kuas, gunakan jarimu dan lukis sesuai imajinasimu pada selembar kain bekas tepung terigu (jika tidak ada kanvas).

8. Kreasi dari Benang

Orang tua atau guru menyediakan benang, pewarna makanan, dan kertas gambar. Masukkan benang ke dalam pewarna sekitar 50 cm, lipat kertas menjadi dua bagian, masukkan benang tadi dalam lipatan kertas, setelah itu tarik benang tersebut.

About Bas