Tuesday , October 27 2020

Erdogan, Presiden Turki, Benarkah Dia Pemimpin Terbaik Negara Islam?

Presiden Turki merupakan salah satu pemimpin muslim yang perlu ditauladani oleh sosok pemimpin dunia. Sifat kepemimpinannya yang sangat faktual membuat Erdogan selalu disegani oleh siapapun.

Recep Tayyip  Erdogan, merupakan presiden Turki berwujud malaikat. Tidak berlebihan rasanya jika menelisik berbagai tindakan yang dilakukannya untuk menyelesaikan beberapa konflik kemanusiaan yang terjadi di dunia saat ini. Beliau menjadi sosok terdepan untuk menyerukan suatu keadilan di belahan bumi ini. Berbagai cara beliau lakukan demi terciptanya dunia yang damai, tanpa diselimuti berbagai nuansa peperangan.

Tragedi WTC

 

Tragedi 11 September WTC nampaknya menjadi awal sebuah drama berkepanjangan dalam dunia Islam. Sejak tragedi berdarah yang terjadi di Amerika itu, negara Islam menjadi sasaran agresi militer bagi negara-negara barat. Keberadaan Islam menjadi suatu ancaman yang sangat besar bagi mereka.

Konflik Timur Tengah

Daerah Timur Tengah menjadi sasaran utama untuk menjalankan agresi militer tersebut. Berbagai konflik peperangan terjadi disana hingga saat ini. Tak ternilai berapa banyak kerugian material yang dihasilkan dari konflik tersebut. Bahkan nyawa para penduduk terasa sudah tidak ada artinya bagi mereka.

Ditengah konflik hebat yang terjadi saat ini, Turki menjadi satu-satunya negara yang melakukan tindakan nyata untuk menentang beberapa kebijakan negara-negara barat yang menyudutkan dunia Islam. Dibalik keberanian Turki saat ini tentunya tidak lepas dari sosok pemimpin negara tersebut. Ya, Edorgan merupakan pemimpin sejati Turki, bahkan tak berlebihan rasanya jika menganggapnya sebagai pemimpin terbaik di dunia saat ini. Hal itu tentunya berdasarkan beberapa bentuk keberanian Edorgan dalam menentang segala bentuk kejahatan kemanusiaan dan ketidakadilan di dunia ini. Bahkan Edorgan pernah menentang keras beberapa kebijakan Uni Eropa yang menurutnya tidak sesuai.

Kudeta Turki

Masih segar dalam ingatan ketika ada usaha kudeta pemerintahan di Turki pada Juli 2016 lalu berhasil digagalkan. Dimana pada waktu itu beberapa kekuatan militer berusaha menjatuhkan pemerintahan Edorgan. Namun sayang, usaha kudeta yang dilakukan beberapa pengkhianat pemerintahan itu pun tidak berjalan sesuai rencana. Sosok Edorgan menjadi kunci utama keberhasilan penggagalan kudeta tersebut. Selain memiliki jiwa yang penuh dengan ketegasan dalam setiap pengambilan keputusan yang akan dilakukan, Edorgan juga memiliki ketenangan dalam menyelesaikan berbagai macam masalah. Berkat taktiknya inilah yang membuat rencana kudeta berhasil digagalkan. Tak lama setelah kejadian itu pula, Edorgan langsung memecat sekitar 150.000 orang dari berbagai sektor di pemerintahan. Selain itu tercatat ada 50.000 orang yang ditahan karena diduga ikut dalam percobaan kudeta tersebut.

Pengaruh di Dunia Internasional

Jiwa kepemimpinannya pun tak hanya ditunjukkan untuk masyarakat Turki saja. Dunia kini mulai mengenalnya. Edorgan aktif dalam beberapa forum Internasional. Beliau menyerukan dan menentang keras setiap tindakan Negara barat yang berusaha menduduki kawasan Timur tengah. Tak hanya itu, Edorgan menentang keras Israel dengan segala tindakan tidak manusiawinya terhadap Palestina.

Dimuali dari disahkannya UU Pelarangan adzan menggunakan pengeras suara, hingga penutupan Masjid Al-Aqsa oleh pemerintah Israel. Bahkan Edorgan menyatakan tidak segan-segan untuk melakukan serangan militer terhadap Israel. Sikap edorgan inilah yang membuat negara-negara barat khususnya Amerika mulai memperhitungkan Erdogan sebagai sosok yang berpengaruh dan dikhawatirkan akan mengancam stabilitas negara mereka.

Edorgan tidak hanya mengecam saja terhadap berbagai pihak yang melakukan tindakan tidak manusiawi, dia pun tidak lupa untuk memberi bantuan berupa material terhadap negara-negara yang dilanda konflik. Edorgan pun tak tanggung-tanggung jika memberi sesuatu bantuan terhadap negara-negara yang dilanda konflik. Bukan hanya bantuan berupa material saja, Edorgan pun pernah mengirim pasukan militernya sejumlah 20.000 ke Timur Tengah untuk membantu menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi disana. Tak hanya itu, Edorgan pun menyerukan untuk negara-negara Islam bersatu melawan segala tindakan adu domba dari berbagai pihak yang akan menyebabkan perpecahan diantara negara Islam. Tidak berlebihan rasanya jika menyebut  Edorgan sebagai pemimpin muslim dunia masa kini.

 

***

Penulis: Artikel Kiriman

About Bas