Saturday , October 24 2020

Efek Orang Tua yang Terlalu Mendikte

Kak Seto dalam bukunya yang berjudul Membangun Anak Balita Mengelola Amarahnya, menjelaskan efek orang tua yang terlalu mendikte, berikut saya paparkan penjelasan lengkapnya:

Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Orang tua menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik, fasilitas yang lengkap, dan lingkungan yang baik agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna.Untuk itu orang tua cenderung merencanakan segala hal yang harus dilakukan oleh anaknya.

Kadang orang tua menganggap bahwa anak belum dapat menentukan pilihannya. Dengan anggapan seperti itu, orang tua cenderung mengatur anak agar sesuai dengan keinginan orang tua. Hal itu dilakukan tanpa memikirkan bahwa anak juga memiliki keinginan dan perasaan yang harus dipertimbangkan dalam memutuskan sesuatu hal.

Merupakan sesuatu yang wajar jika orang tua mengatur segala keperluan anak, mulai dari pakaian yang dipakai ke sekolah hingga sekolah yang akan dipilihnya nanti. Terlebih, anak merupakan tanggung jawab orang tua untuk dibesarkan dan dididik untuk menjadi individu yang baik. Anak belum dapat dibiarkan sendiri untuk hal-hal penting dalam hidupnya. Namun, dalam memutuskan sesuatu orang tua juga sebaiknya memprtimbangkan keinginan anak. Orang tua tidak boleh menutup mata bahwa ada kemungkinan anaknya tidak menyukai keputusan yang telah dia buat.

Respon anak terhadap orang tua yang telah mengatur segala hal untuk anak dapat bermacam-macam. Ada anak yang menerima saja dan melakukan dengan senang hati, tetapi ada juga anak yang tidak menyukai dan bereaksi marah. Anak merasa marah karena dirinya kurang dihargai oleh orang tua. Anak juga memiliki hak untuk didengar dan untuk menentukan apa yang dia inginkan.

Efek Anak yang Terlalu Didikte

Segala sesuatu memiliki takaran, hal yang baik seperti mengatur segala keperluan anak atau mendikte pun memiliki efek yang tidak baik untuk anak, adapun efek anak yang terlalu didikte adalah:

1. Anak Menjadi Tergantung Pada Orang Tua

Kebiasaan orang tua mengatur segala keperluan anak dapat membuat anak menjadi tergantung pada orang tua. Anak menjadi tidak mandiri dan cenderung mengandalkan orang tua, serta tidak mau berusaha sendiri karena ia berpikir bahwa orangtuanya akan selalu ada untuk membantu. Hal ini dapat berpengaruh pada masa dewasa anak. Ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tergantung pada orang lain.

2. Anak Merasa Kurang Percaya Diri

Orang tua yang terbiasa mengatur segala hal yang harus dilakukan anaknya dapat membuat anak menjadi kurang percaya diri. Anak menjadi takut melakukan kesalahan ketika ia berusaha memutuskan apa yang ia kehendaki. Anak pun menjadi kurang pemberani mengutarakan keinginannya. Aturan orang tua yang ketat membuat anak cenderung pasif dan mengikuti keinginan orang tua meskipun hal tersebut bertentangan dengan keinginannya.

3. Anak Tidak Terbiasa Menyelesaikan Masalahnya Sendiri

Kehadiran orang tua dalam setiap kesempatan dapat membuat anak menjadi tergantung pada orang tua. Aturan-aturan baku mengenai hal-hal yang harus dilakukan anak membuat anak terbiasa dengan arahan dari orang tua. Orang tua cenderung mengambil alih pemecahan masalah tanpa mengajak anak untuk berlatih memecahkan masalahnya sendiri. Dengan demikian, anak menjadi tidak terbiasa menghadapi masalahnya sendiri.

Solusi

Orang tua yang bijak tentu akan melibatkan anak dalam pengambilan keputusan. Jadi tidak hanya orang tua yang memutuskan, tetapi anak pun turut serta dalam menentukan keputusan akhir. Jika anak Anda merasa marah karena ia merasa Anda terlalu mengaturnya, ada beberapa cara untuk mengatasi kemarahan tersebut, yaitu:

1. Menghargai Pendapat dan Perasaan Anak

Penghargaan terhadap anak merupakan salah satu cara untuk membuat anak merasa diterima oleh orang tua. Hargai pendapat dan perasaan anak tentang keputusan yang telah Anda ambil. Ia boleh menolak dan menentukan keputusannya sendiri.

2. Komunikasikan Keinginan dan Harapan Orang Tua Kepada Anak

nak kadang menjadi bingung mengenai apa yang diharapkan orang tua dari dirinya. Sebaliknya, anak juga merasa bingung tentang bagaimana cara menyampaikan harapan dan keinginan kepada orang tua. Dalam hal ini komunikasi antara Anda dan anak menjadi penting. Gunakan komunikasi yang bersifat dialogis yang melibatkan kedua belah pihak.

3. Libatkan Anak Dalam Setiap Keputusan Yang Anda Ambil

Anak memiliki hak untuk mengetahui apa yang diputuskan orang tua untuk dirinya. Kadang orang tua telah merasa membuat keputusan yang terbaik untuk anak. Jika demikian, komunikasikanlah hal tersebut pada anak dan minta pendapatnya akan hal tersebut. Jelaskan dengan baik kepada anak alasan Anda memilih keputusan tersebut, jika anak Anda kurang setuju, jangan paksakan ia menyetujui keinginan Anda. Carilah jalan tengah yang dapat memuaskan kedua belah pihak.

About Bas