Thursday , October 22 2020

Dampak Buruk Menyuapi Anak Yang Sudah Besar

Kemungkinan kesalahannya bersumber dari orang tua yang tak ingin anaknya makan belepotan, dan repot menyapu rimah-rimah nasi seusai si kecil mengelar acara makan.

Seharusnya anak umur 6-8 tahun tak lagi disuapin karena perkembangan motoriknya sudah dapat terkoordinasi dengan baik. Dengan kata lain, ia sudah mampu menyuapkan nasi dan lauk pauk ke mulutnya sendiri. Jika anak Anda masih minta disuapi atau ia memilih tidak mau makan seandainya tak ada orang yang menyuapi, Anda sebagai orangtuanya harus cepat tanggap dan harus cepat menggali faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak masih minta disuapi?

Apakah Anda tidak pernah mengajarkannya “cara makan” yang baik? Dan sekaligus mengarahkannya untuk belajar makan sendiri?

Karena yang sering terjadi adalah acara makan sendiri versi anak dianggap terlalu merepotkan orang tua. Kotor (belepotan), penuh rimah nasi, dan lama. Akhirnya Anda ambil jalan pintas, dengan selalu menyuapi anak. Dengan menyuapi anak Anda yakin kecukupan isi perutnya, dan bebas tugas untuk menyapu rimah-rimah nasi usai si kecil makan.

Jika ini yang Anda lakukan, jangan salahkan anak bila ia masih minta disuapi, tak peduli meskipun ia sudah meniup kue ulang tahun pada lilin angka 8. Dengan disuapi ia tak perlu repot-repot memegang sendok dan kena marah karena cara makannya sudah sesuai permintaan ibu, cepat, bersih, tanpa rimah, dan banyak. Inikah yang Anda inginkan bagi si kecil?

Orang Tua Harus Belajar Tega

Untuk mengatasi masalah ini, orang tua harus berani menetapkan aturan kepada anaknya dengan berhenti menyuapi anaknya. Belajar tega untuk sedikit memaksa anak makan sendiri. Orang tua pun harus mau repot dengan pekerjaan tambahan setelah anak selesai makan. Termasuk ketika ajang makan menjadi acara yang memancing emosi, melihat anak belum terampil makan sendiri, ingat kalau lapar anak pasti mencoba makan sendiri jika ia “dilatih makan” tanpa mencari-cari Anda atau neneknya.

Katakan, “Nak, kalau kamu nggak makan kamu enggak tumbuh.”Libatkan pula anak dalam pemilihan dan penyajian menu makanannya. Ia akan lebih bersemangat untuk makan sendiri. Ajak sesekali ia makan di luar, agar ia berani tampil “makan sendiri” di depan banyak orang dengan tidak disuapi. Kecuali ketika ia sakit dan kehilangan nafsu makan ia boleh disuapi.

Dampak buruk kebiasaan menyuapi anak yang sudah besar adalah sebagai berikut.

1. Anak Manja

Anak akan lebih senang “meminjam” tangan orang lain (orang tua atau pengasuhnya) untuk memenuhi kebutuhan rasa kenyangnya, dan sikap ini menular pada kegiatan lainnya, contohnya : membereskan mainannya, menyiapkan buku pelajaran sekolah untuk esok hari, membuat pekerjaan rumah, dan kegiatan-kegiatan lain yang merupakan tanggungjawabnya sendiri.

2. Anak Malas

Malas adalah adik kandung manja. Anak akan cenderung malas bertanggung jawab untuk melakukan pemenuhan kebutuhannya yang merupakan kewajibannya. Malas adalah sikap yang tidak membawanya ke mana-mana, stagnan, diam di tempat. Dia akan menjadi anak yang bossy (tukang perintah). Misalnya : malas mengambil kaus kakinya, malas mengambil piring. Ia menjadi anak yang tidak menyenangkan dan tidak terampil melakukan apa pun.

3. Anak Miskin Inisiatif

Anak kemungkinan akan berkembang menjadi individu yang miskin inisiatif, tak tahu mencari solusi untuk masalah sederhana. Bukankan kebiasaan disuapi membuat anak terbiasa dilayani, dan tidak mengumpulkan imajinasinya untuk menyelesaikan masalah, hidupnya serba mudah dan hanya tahu beres. Ia menjadi tidak kreatif, dan mudah menyerah.

Semua keputusan ada di tangan Anda, selamat belajar mengajari anak cara makan yang benar, dan mendidiknya jadi anak yang bertanggung jawab dan penuh kreatifitas dalam memecahkan masalah sederhana.

About Bas