Thursday , October 22 2020

5 Tipe Teman Yang Tidak Baik Dijadikan Sahabat

Orang bijak bilang, jika ingin mengenal karakter seseorang dapat dilihat dari teman-teman dekatnya. Biasanya mereka memiliki karakter yang hampir sama karena itulah mereka dapat berteman dekat. Berdasarkan sebuah penelitian mengatakan bahwa hubungan pertemanan itu sangat penting untuk kesehatan kita. Teman-teman yang selalu negatif akan menyebabkan stres, frustasi bahkan dapat melibatkan dirimu dengan masalah mereka.

Berdasarkan banyak penelitian, berteman yang hanya memberi pengaruh buruk pada kita itu sama saja dengan ”investasi” stres untuk tubuh kita sendiri. Stres itu dapat penyakit psikis yang dapat memicu penyakit fisik lainnya. Kita tidak mau itu terjadi kan?

Berikut adalah ciri ciri teman yang tidak baik dijadikan sahabat :

1. Tipe Teman Negatif dan Pesimis

Ada teman yang hobinya adalah mengeluh tentang apapun dan memandang negatif semua orang atau situasi yang mereka hadapi. Biasanya mereka ini juga punya kebiasaan curhat tentang masalahnya yang dipenuhi dengan drama.

Mungkin sesekali boleh deh curhat sambil nangis-nangis. Tapi, kita juga perlu lihat apa ini sifatnya sementara saat emosi dia sedang tidak stabil atau ini adalah kebiasaan dia untuk membuat drama berlebihan tentang apapun.

Biasanya mereka juga tidak memberi dukungan positif pada kamu karena mereka terlalu sibuk dengan drama-nya. Malahan mereka akan ”menarikmu” untuk masuk ke dalam drama hidupnya yang dapat membuatmu tambah stres. Mendingan jauhi saja deh.

2. Tipe Teman Tukang Protes

Kita mengenal dia cukup lama dan sudah bisa disebut sahabat. Apalagi tinggal di area yang sama, anak-anak sekolah di tempat yang sama juga. Bahkan untuk acara-acara sosial tertentu kita bertemu. Kita sudah bersikap seramah mungkin dan seakrab mungkin tapi ternyata kebaikan kita tidak berbalas. Mereka tetap saja protes tentang mobil kita yang parkir dekat rumahnya atau anak-anak kita yang nakal dengan cara yang tidak ramah.

Menurut sebuah penelitian dari Denmark, perseteruan yang sering dengan tetangga atau teman dalam lingkungan sosial dapat meningkatkan risiko kematian. Jadi, kalau ribut lagi, mending duduk bareng terus dibicarakan baik-baik. Paling nggak kalian sepakat untuk saling tidak peduli lagi satu sama lain.

3. Tipe Teman Backstabber

Kita memiliki sahabat dekat dan sering saling tukar cerita soal hubungan kita dengan kekasih masing-masing. Tapi pada suatu hari, kita melihat dia bermesraan dengan kekasih kita sendiri. Apa yang harus dilakukan?

Pada sebuah kasus pertemanan, teman dengan tipe backstabber seperti ini seharusnya memang ”dipecat” saja. Sebelum cepat-cepat memutuskan pertemanan ada baiknya mendengar  penjelasan mereka terlebih dulu secara dewasa dan tanpa marah-marah.

Setelah itu kita bisa memutuskan apakah akan memaafkan mereka jika mereka meminta maaf? Perhatikan juga apakah yang mereka lakukan itu karena tidak sengaja atau memang tidak?Jika tidak ada nilai positif yang bisa diambil dari persahabatan kalian. Mendingan ambil jarak dulu saja.

4. Tipe Selalu Membatalkan Janji

Pernah memiliki teman yang sering sekali membatalkan janji bertemu. Kadang membatalkan saat kita sudah berangkat menuju tempat tujuan. Coba perhatikan, mengapa teman kita memiliki masalah dalam mempertahankan janjinya.

Jika mereka membatalkan karena masalah kesehatan, masih punya anak kecil sehingga repot atau karena padatnya pekerjaan. Kita masih bisa memakluminya bahkan kita bisa membantu untuk menyesuaikan waktu kita dengan dia agar bisa bertemu lagi.

Tapi jika itu juga tidak ditanggapi dengan serius oleh mereka dan kita sudah susah payah berusaha untuk tetap bertemu dengannya. Ya sudah waktunya kita tinggalkan saja mereka yang menyebut dirinya ”sahabta”. Daripada kita jadi stres sendiri.

5. Tipe Pemberi Contoh Buruk

Ada teman yang ”menyeret”mu ke perilaku buruk seperti pesta sampai pagi, merokok atau membuatmu melupakan tanggung jawabmu di kantor atau di rumah. Jika kamu mulai menyadari ada yang salah dengan gaya pertemananmu, terlepas dari apa yang dia lakukan salah atau benar, jika kita sudah merasa tidak nyaman lagi melakukan semua itu. Sudah waktunya kota mengambil jarak saja dengan mereka.

About Bas