Wednesday , October 28 2020

15 Ciri-ciri Hubunganmu Masih Anak-anak dan Belum Dewasa

Sebuah hubungan adalah tentang tumbuh dan menjadi dewasa bersama. Hubungan yang sehat jika keduanya juga berusaha untuk mempertahankan hubungan itu. Ada istilah “It takes two to tango” artinya perlu dua orang agar hubungan menjadi berhasil.

Hubungan yang sehat  akan mengalami perubahan seiring waktu berjalan.  Itulah yang dinamakan proses pematangan dan pendewasaan.

Proses untuk menjadi dewasa dalam sebuah hubungan adalah sebuah proses yang cukup panjang dan butuh kesabaran dalam menjalaninya Entah berubah menjadi lebih baik atau malah berhenti di tengah jalan. Karena itulah, ada beberapa yang tidak sabar dan langsung menyudahinya.

Hubungan yang sudah dewasa dan matang biasanya lebih memikirkan rencana jangka panjang. Sedang hubungan kekanak-kanakannya tidak mau membahas itu dulu karena merasa belum waktunya.

Lalu, bagaimana membedakan hubungan kita sudah dewasa atau belum? Inilah ciri-cirinya :

1. Hubungan kekanak-kanakan selalu membutuhkan perhatian. Tapi hubungan dewasa memberi perhatian tanpa diminta.

2. Hubungan kekanak-kanakan sering berkelahi tanpa alasan. Misalnya, perkelahian hanya karena tidak menjawab telepon. Masalah sepele yang dibesar-besarkan menyebabkan perkelahian bahkan putus. Hubungan dewasa tidak mempermasalahkan masalah remeh-temeh. Jika pun berkelahi mereka lebih senang untuk introspeksi diri dan mengambil hikmah dari perkelahian agar hubungan semakin kuat.

3. Tidak ada kata “Aku” dalam hubungan dewasa hanya ada kata “kita”. Karena, apapun yang dilakukan adalah tentang berdua. Jika masih memikirkan diri sendiri berarti belum siap untuk menjalani hubungan dewasa.

4. Hubungan yang kekanak-kanakan sering bergerak cepat. Artinya, mereka bertindak dan mengambil keputusan selalu terburu-buru. Misalnya, cepat untuk mengatakan cinta padahal baru kenal sehari. Cepat memutuskan hubungan karena masalah terlambat menjemput. Sementara hubungan dewasa bergerak lambat karena mereka ingin saling mengenal dan memahami karakter masing-masing.

5. Hubungan dewasa membahas soal masa depan dan membangun keluarga. Mereka akan membuat rencana jangka panjang. Sedangkan hubungan kekanakan hanya membahas tentang makan malam di mana nanti.

6. Hubungan dewasa akan mengatakan ”I love you” jika mereka benar-benar merasakan itu. Jika hubungan tidak dewasa, mengatakan ”I love you” untuk menghentikan perkelahian saja.

7. Hubungan kekanak-kanakan sangat peduli dengan apa yang orang lain katakan. Hubungan dewasa hanya fokus pada pendapat berdua dan tidak begitu ambil pusing dengan pendapat orang lain.

8. Hubungan kekanak-kanakan sering putus-sambung karena masalah sepele. Hubungan dewasa akan berbicara baik-baik sebelum memutuskan untuk melanjutkan hubungan atau tidak.

9. Hubungan dewasa saling mengisi hingga menjadi pasangan sempurna. Sebaliknya, hubungan kekanak-kanakan tidak melakukan itu.

10. Hubungan kekanak-kanakan sering merasa insecure satu sama lain. Hubungan dewasa sudah saling percaya hingga memberi kebebasan untuk melakukan sesuatu sendiri.

11. Hubungan kekanak-kanakan butuh pengakuan. Untuk itulah mereka sering ”memamerkan” hubungan mereka di sosial media. Hubungan yang dewasa tidak perlu pengakuan itu, mereka hanya perlu pengakuan dari pasangan masing-masing.

12. Hubungan dewasa tidak akan menyimpan rahasia, mereka lebih senang mendiskusikan bersama dan saling terbuka satu sama lain. Hubungan kekanak-kanakan sering menutupi fakta.

13. Hubungan kekanakan masih mementingkan ego masing-masing. Hubungan dewasa saling menghormati ego keduanya.

14. Hubungan dewasa biasanya berjalan lebih lama karena mereka berusaha untuk saling mengenal. Hubungan kekanakan cenderung sebentar karena rasa bosan atau memang tidak serius.

15. Hubungan dewasa saling bangga dengan prestasi masing-masing. Hubungan kekanak-kanakan saling bersaing dan cenderung tidak peduli.