Ciri Ciri dan Modus Investasi Bodong

Data kerugian investasi bodong OJK - Copypoij9i

Korban investasi bodong semakin sering ditemukan. Untuk itu, Anda harus lebih teliti dan berhati-hati dalam memilih produk atau jenis investasi yang ditawarkan.

Salah satu celah yang dimanfaatkan oleh para penipu dengan memperkenalkan investasi bodong alias investasi ilegal yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

Ciri-ciri dan Modus Investasi Bodong

Investasi ilegal yang pada umumnya menggunakan skema money game tidak akan mampu mengembalikan dana plus keuntungan kepada para investor.

Pihak Otoritas Jasa Keuangan atau OJK sendiri mencatat bahwa kerugian yang diderita oleh masyarakat akibat jenis penipuan yang satu ini tergolong cukup besar. Total kerugian yang tercatat pada kurun waktu 2007-2017 sendiri berkisar di angka Rp. 105,8 triliun. Angka yang cukup fantastis bukan.

Data kerugian investasi bodong OJK gst5s5s55s

Data kerugian investasi bodong OJK (Sumber: bisnis.com)

Maraknya penipuan yang mengatasnamakan investasi ini menjadi perhatian tersendiri dari OJK. Pihak OJK saat ini lebih memperkuat upaya pencegahan dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan investasi terutama kepada perusahaan investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam waktu singkat.

Mengapa? Karena kebanyakan perusahaan investasi bodong memiliki modus yang serupa. Mereka menawarkan investasi dengan janji keuntungan yang sangat besar hanya dalam waktu singkat.

Modus seperti itu adalah salah satu karakteristik investasi ilegal yang perlu diketahui. Selain itu, Ada beberapa karakteristik atau ciri-ciri investasi bodong lain yang perlu kita pahami, agar kita bisa terhindar dari model investasi ilegal yang satu ini:

1. Menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat

Salah satu ciri utama yang perlu diwaspadai adalah bila sebuah perusahaan investasi menjanjikan keuntungan yang sangat besar dalam waktu singkat.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan investasi menjanjikan profit yang cukup menggiurkan sebesar 5% per bulan atau 60% per tahun. Angka itu sendiri memang terlihat sangat menjanjikan namun sangat tidak wajar dan tidak mungkin. Berbagai jenis investasi legal yang ada saat ini pun tidak mampu menjanjikan keuntungan dengan angka yang sangat fantastis seperti itu.

2. Menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru

Salah satu istilah yang dikenal dalam jenis investasi ini adalah member get member (MGM). Dalam skenarionya, setiap anggota yang berhasil menggaet anggota baru akan mendapatkan bonus khusus.

Hal ini perlu Anda waspadai karena sistem yang ada lebih mengutamakan perekrutan anggota baru, bukannya pada produk investasi tertentu. Dalam beberapa kasus, bonus hanya akan diberikan kepada anggota yang berhasil merekrut anggota baru. Hal ini merupakan salah satu ciri investasi bodong yang sebaiknya Anda jauhi

3. Memanfaatkan tokoh masyarakat untuk menarik minat berinvestasi

Beberapa perusahaan investasi bodong sering memasang nama tokoh masyarakat, publik figur, hingga tokoh agama sebagai salah satu orang yang telah turut bergabung dalam investasi tersebut.

Banyak orang yang terkecoh dengan hal ini karena mereka berpikir bila seorang tokoh masyarakat mau bergabung dengan perusahaan investasi tersebut, hal ini berarti perusahaan tersebut dapat dipercaya dan mampu memberikan hasil sesuai dengan apa yang telah dijanjikan.

Tidak heran bila akhirnya banyak orang yang mau menanamkan dana mereka pada perusahaan investasi hanya karena tergoda dengan nama tokoh masyarakat tadi. Padahal, hal ini belum tentu benar. Bisa jadi perusahaan investasi tadi hanya mencatut nama tokoh tersebut.

Anda perlu menggali informasi lebih lanjut mengenai kebenaran informasi tersebut sebelum melakukan tindakan apapun.

4. Klaim tanpa risiko (free risk)

Selain menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, para pelaku juga biasanya menjanjikan model investasi yang free risk (tanpa resiko) ataupun low risk (resiko rendah). Perlu dipahami bahwa investasi jenis apapun memiliki resiko. Semakin besar keuntungan yang ditawarkan maka pada umumnya akan semakin besar pula resikonya.

Waspada terhadap tawaran investasi dengan yang mengklaim bahwa investasi mereka tidak memiliki resiko, karena ini merupakan salah satu ciri dari investasi bodong.

5. Legalitas tidak jelas

Investasi ilegal pada umumnya tidak memiliki legalitas yang jelas. Kumpulkan informasi terlebih dahulu mengenai ijin perusahaan/lembaga, serta ijin usaha. Bila perusahaan/lembaga tersebut tidak memiliki legalitas yang jelas, maka bisa jadi investasi yang ditawarkan hanyalah sebuah modus penipuan semata.

6. Tidak dijelaskan bagaimana cara mengelola investasinya

Sebuah investasi resmi memiliki skema atau sistem yang jelas mengenai pengelolaan dana.

Perusahaan investasi tersebut akan mampu menjelaskan kepada Anda produk investasi seperti apa yang dipergunakan, cara perputaran modal tersebut, sumber keuntungan, resiko yang ada, dan berbagai aspek lain yang berkaitan dengan pengelolaan investasi.

Di sisi lain, investasi ilegal biasanya mengelola uang dan menawarkan keuntungan pada para investor dengan cara memanfaatkan dana dari investor baru. Skema ini sering juga disebut sebagai skema ponzi atau money game, dimana bentuk perputaran uang yang ada hanyalah akal-akalan semata. Skema yang tidak jelas seperti ini membuat para pelaku tidak dapat mengembalikan dana investasi kepada penanam modal/investor.

7. Tidak jelasnya struktur kepengurusan, struktur kepemilikan,struktur kegiatan usaha dan alamat domisili usaha

Perusahaan investasi yang legal  dan menawarkan produk investasi aman pastinya memiliki struktur yang jelas pula. Bila sebuah perusahaan investasi tidak memiliki struktur yang jelas mulai dari pemilik, kepemimpinan, kepengurusan, kegiatan usaha, hingga alamat usaha, maka bisa dipastikan bahwa jenis investasi yang ditawarkan adalah investasi ilegal alias investasi bodong.

8. Kualitas barang atau produk investasi tidak sebanding dengan harganya

Apakah investasi tersebut berkaitan dengan barang? Apakah kualitas barang yang ada sebanding dengan harga yang ditawarkan?

Kenali salah satu ciri investasi bodong dimana produk investasi yang ada memilki kualitas yang tidak sebanding dengan uang yang harus Anda keluarkan.

9. Membayar uang muka

Para pelaku investasi bodong juga seringkali mengharuskan investor untuk menyetor sejumlah uang sebagai uang muka. Selain itu, mereka juga meyakinkan calon investor bahwa semakin besar uang yang disetorkan, maka akan semakin besar pula keuntungan yang akan diterima nantinya.

Tidak hanya itu, mereka juga akan mendesak calon investor untuk mengambil keputusan sesegera mungkin. Mereka akan memberi batas waktu yang singkat dimana calon investor yang mendaftarkan diri dalam batas waktu tersebut akan mendapatkan keuntungan lebih besar bila dibandingkan dengan mereka yang mendaftarkan diri jauh setelahnya.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat calon investor mengambil keputusan dengan terburu-buru tanpa mempertimbangkan segala sesuatunya.

10. Produk investasi dengan berbagai pilihan level

Pelaku investasi ilegal juga sering menawarkan produk investasi dalam beberapa pilihan level berjenjang. Masing-masing level ditawarkan dengan besaran kewajiban yang berbeda, dimana semakin tinggi levelnya, semakin besar pula keuntungan yang ditawarkan.

Tidak semua investasi berjenjang seperti ini merupakan investasi bodong. Anda perlu mencermati aspek lain sebelum memutuskan bahwa penawaran yang Anda terima hanyalah modus penipuan semata atau benar-benar sebuah investasi aman yang legal.

Cara Menghindari Investasi Bodong

Mengenali ciri-ciri investasi merupakan strategi pertama yang perlu Anda terapkan agar terhindar dari jebakan investasi bodong. Selain itu, ada beberapa strategi tambahan lain untuk Anda ketahui yaitu:

1. Prinsip 2L

Prinsip 2L (Logis dan Legal) merupakan prinsip dalam menghindari investasi bodong yang dibagikan oleh ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing. Prinsip ini diperkenalkan oleh Tongam kepada masyarakat sebagai upaya memerangi investasi ilegal yang sering ditemukan belakangan ini.

Logis disini mengacu pada bentuk investasi yang memberikan hasil yang wajar, masuk akal, dan tidak berlebihan.

Legal sendiri mengacu pada kejelasan izin usaha.

Sebuah penawaran investasi dengan imbalan hasil yang sangat tinggi alias tidak wajar, minim resiko, dan tanpa ada izin yang jelas sudah dapat dipastikan sebagai sebuah investasi ilegal.

Masih ragu dengan legalitas ijin sebuah perusahaan investasi? OJK menyediakan layanan Call center di 157 atau melalui email di waspadainvestasi@ojk.go.id yang dapat Anda hubungi kapan saja.

2. Lakukan pemeriksaan dokumen izin perusahaan investasi

Jenis usaha yang berbeda membutuhkan jenis izin yang berbeda pula.

Sebuah lembaga atau perusahaan yang menghimpun dana masyarakat dan pengelolaan investasi harus mengantongi surat ijin dari instansi yang berwenang. Instansi yang memiliki kewenangan dalam hal ini adalah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) Departemen Perdagangan, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Departemen Keuangan, dan Bank Indonesia.

Bagaimana dengan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)? SIUP bukanlah surat izin untuk menghimpun dana dan pengelolaan investasi, jadi berhati-hatilah dengan lembaga atau perusahaan investasi yang hanya mengantongi SIUP.

3. Memeriksa status hukum dari lembaga serta produk investasi yang ditawarkan

Legalitas atau status hukum yang jelas dari sebuah lembaga atau perusahaan investasi akan menjamin hak-hak investor.

Ketiadaan status hukum berarti hak investor tidak terjamin. Bila dikemudian hari terjadi permasalahan dengan lembaga investasi tersebut, maka para investor tidak akan mendapatkan perlindungan hukum atas dana yang telah mereka tanamkan di lembaga tadi.

Sebelum Anda melakukan investasi, pastikan untuk memeriksa dokumen izin dan juga legalitas lembaga/perusahaan investasi tersebut. Pastikan bahwa izin yang dimiliki sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan.

Bila lembaga tersebut bergerak dalam bidang keuangan, maka lembaga tersebut hendaknya memiliki izin yang dikeluarkan oleh OJK.

Bila lembaga tersebut bergerak dalam bidang perdagangan, maka izin lembaga akan dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM adalah pihak yang berwenang dalam memberikan izin bagi lembaga yang bergerak dalam usaha koperasi.

Bagaimana dengan MLM atau Multi Level Marketing (MLM)? Untuk jenis usaha seperti ini hendaknya memiliki izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam bentuk SIUPL (Surat Izin Usaha Penjualan Langsung).

Pastikan untuk memperhatikan status hukum dan jenis izin yang dikantongi oleh lembaga/perusahaan yang menawarkan produk investasi mereka, apakah sudah sesuai dengan jenis produk investasi yang mereka tawarkan atau belum!

4. Teliti dalam kegiatan usaha, bentuk investasi, dan cara pemasaran produk investasi

Lembaga atau perusahaan investasi legal sudah memiliki standar operasi yang baku perihal kegiatan usaha dan cara pemasaran produk investasi mereka.

Standar operasi ini sudah mencakup segala aspek mulai dari cara kerja, cara pemasaran, mekanisme pembagian keuntungan, jangka waktu investasi, resiko yang dihadapi, antisipasi untuk menghadapi resiko yang ada, dan berbagai hal lain.

Berbeda dengan investasi bodong yang tidak memiliki kejelasan dalam semua hal tersebut alias tidak memiliki standar operasi baku tentang cara pemasaran produk investasi mereka.

Bila produk investasi yang ditawarkan berbentuk riil, maka ada baiknya Anda meluangkan waktu untuk melihat secara langsung produk tersebut. Dengan begini, Anda bisa memastikan bahwa dana yang akan Anda tanamkan memang benar-benar dipergunakan sesuai dengan tujuan investasi tersebut. Setelah itu, pastikan untuk terus memantau perkembangan produk yang telah Anda investasikan untuk memastikan bahwa semua berjalan sesuai dengan rencana.

Bila Anda sudah memutuskan untuk menanamkan modal Anda pada sebuah perusahaan investasi, sebaiknya bacalah dengan detail dan teliti surat perjanjian yang ada. Baca dengan teliti setiap pasal yang ada agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. Bila memungkinkan, Anda bisa meminta saran dan masukan dari pengacara Anda mengenai isi perjanjian tersebut.

Tanda tangani surat perjanjian tersebut di depan pengacara atau notaris untuk memperkuat posisi Anda secara hukum.

5. Waspada terhadap kewajiban untuk merekrut anggota baru

Dalam investasi legal, kita hanya perlu berinvestasi dan melakukan pengawasan secara berkala terhadap investasi tersebut.

Sementara dalam investasi bodong, pihak lembaga atau perusahaan akan membebani para anggota dengan kewajiban untuk merekrut anggota baru. Investor yang berhasil merekrut anggota baru dan membuat mereka berinvestasi dalam jumlah besar akan mendapatkan bonus yang besar pula.

Ingatlah bahwa dalam investasi legal hal seperti ini tidak akan kita temukan. Waspadalah terhadap perusahaan investasi yang mewajibkan Anda untuk melakukan hal ini, karena besar kemungkinan perusahaan tersebut adalah perusahaan bodong yang tidak jelas jenis investasinya.

Bantuan dalam Menghadapi Investasi Bodong

Inti dari upaya menghindari investasi bodong adalah kehati-hatian. Jangan mudah terpukau oleh penawaran yang terdengar sangat menjanjikan. Prinsip dasar investasi adalah penanaman modal yang akan berbuah keuntungan dalam jangka panjang. Resiko yang ditanggung sesuai dengan besarnya keuntungan.

Hadapi semua penawaran investasi dengan kepala dingin dan telaah terlebih dahulu satu persatu fakta yang ada. Lakukan penelusuran terhadap legalitas lembaga, produk investasi yang ditawarkan, cara kerja, serta pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

Manfaatkan layanan call center OJK di 157 atau melalui email di waspadainvestasi@ojk.go.id untuk mendapatkan informasi lebih jelas mengenai kredibilitas perusahaan investasi serta produk investasi yang ditawarkan.

Lalu bagaimana bila Anda mencurigai adanya sebuah penawaran investasi bodong, atau bila Anda ternyata sudah terjebak di dalamnya? Jangan ragu, segera laporkan kasus tersebut ke pihak OJK melalui pengaduan konsumen OJK di email konsumen@ojk.go.id atau ke waspadainvestasi@ojk.go.id.

Selamat berinvestasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *