Pernahkah Anda melihat perilaku anak yang sombong? Orang tuanya sangat rendah hati. Namun anaknya tinggi hati alias sombong. Sedapat mungkin si orang tua menutupi kelebihan yang dimiliki, namun si anak malah berperilaku sebaliknya. Ada beberapa orang tua yang akan membiarkan anak berperilaku demikian. Namun ada juga ya merasa khawatir.

Tentu saja jika perilaku sombong terjadi pula pada anak Anda sebaiknya segera diobati. Sebab banyak dampak negatif yang akan diterima seorang anak ketika berperilaku sombong hingga dewasa. Mulai dari dikucilkan teman, memiliki banyak musuh, sampai merasa yang terbaik adalah dia. Lalu seperti apa ciri-ciri anak yang memiliki perilaku sombong itu? Berikut untuk Anda ketahui.

1. Anak Yang Berperilaku Menaikkan Dagu Ke Atas

Ciri orang sombong adalah ketika berbicara atau berperilaku, dagunya terangkat ke atas. Perilaku tersebut sudah jelas menandakan anak Anda memiliki perilaku yang sombong. Lalu bagaimana mengobatinya? Tentu saja dengan nasihat. Tanyakan mengapa anak Anda selalu menaikkan dagu ke atas ketika berbicara maupun di saat-saat tertentu.

Jika anak Anda merasa biasa-biasa saja melakukannya, berikan nasehat ini. Katakan bahwa perilaku demikian menandakan seorang anak yang sombong. Lebih baik jika memang ingin berbicara, berperilaku saja yang wajar. Tidak perlu untuk menaikkan dagu ke atas. Dan jika Anda mendapati anak Anda masih memiliki perilaku demikian, tidak masalah untuk menegurnya. Namun jangan tegur di depan orang lain agar anak dapat mudah patuh.

2. Anak Yang Berperilaku Berkacak Pinggang

Berkacak pinggang juga perilaku seorang anak yang sombong. Jika Anda sering melihat anak Anda berkacak pinggang di depan teman-temannya, maka obati pula dengan nasehat. Berkacak pinggang itu bukan perilaku yang baik. Jika terjadi pada anak Anda, lebih baik ajarilah untuk berperilaku yang wajar. Sebab akan menjadi masalah ketika anak berkacak pinggan di hadapan orang yang lebih tua. Maka tentu Anda akan dianggap sebagai orang tua yang tidak pintar mendidik anak. Menjadikan anak berperilaku sombong secara tidak langsung akibat dari orang tua dan lingkungan.

3. Anak Yang Sering Menunjuk

Bagaimana perasaan seorang anak ketika ada temannya yang sering menunjuk-nunjuk ketika berbicara. Jari telunjuk mengarah ke wajah temannya. Jika itu juga menjadi perilaku yang sering dilakukan oleh anak Anda, maka segera ajarkan untuk tidak menunjuk-nunjuk orang seperti itu. Sebab hanya dengan satu jari telunjuk, akan dapat menyakiti hati banyak orang. perilaku sombong ini sebaiknya tidak menjadi perilaku yang ada pada diri setiap anak.

4. Anak Yang Sering Memamerkan Harta

Namanya juga anak-anak. Ungkapan tersebut sering terdengar dilontarkan para orang tua. Melihat anak yang suka memamerkan hartanya memang masih dianggap wajar perilaku seorang anak. Namun lihat seberapa sering anak memamerkannya. Dan dengar ucapan anak saat memamerkan harta tersebut kepada orang lain. Jika berlebihan dan sering, maka anak tersebut adalah anak yang sombong. Apalagi dengan membandingkan harta milik orang lain dan mengejeknya.

Seorang anak tidak dibenarkan memiliki perilaku di atas. Kesombongan adalah perilaku yang harus dijauhkan sejak dini. Sehingga para orang tua maupun orang yang lebih dewasa harus dapat mengenali perilaku tersebut. ketika melihatnya pada anaknya, maka berikan nasihat. Sebab tidak mungkin Anda akan memberikan nasihat kepada anak orang lain. Ajarkan anak Anda untuk menjauhi perilaku sombong. Agar anak Anda menjadi anak yang banyak teman dan berperingai rendah hati dengan sesama.