Thursday , October 22 2020

Cari Gunung yang Cocok Untuk Pemula, Kesini Saja

Mendaki gunung tentunya berbeda dengan berjalan di jalanan yang datar. Kalau tidak latihan dulu atau memiliki pengalaman naik gunung yang cukup, siapapun bisa kewalahan. Bagi para pemula, kamu bisa mengawali mendaki gunung-gunung dengan trek yang landai. Nah, apa saja gunung-gunung yang cocok untuk pemula, simak ulasan berikut ini!

Menelusuri Hutan Mati di Gunung Papandayan, Garut

Gunung Papandayan ini tingginya 2665 mdpl dan terletak di Garut, Jawa Barat. Meskipun untuk mencapai puncak pun kamu harus mendaki selama empat jam, gunung ini memiliki jalur pendakian yang tergolong landai sehingga cocok bagi pemula. Tak hanya itu, sederet fasilitas baik warung maupun kamar mandi ada di setiap pos, lho.

Berbagai spot menarik akan kamu temui selama mendaki. Seperti empat kawah, Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Selain itu, ada Tegal Alun yang merupakan padang edelweis. Nah, sebelum mencapai puncak, kamu akan menulusuri hutan mati yang merupakan saksi mata Gunung Papandayan yang meletus 2002 silam.

Padang Edelweis di Gunung Gede, Bogor

Tak hanya di Papandayan, di Gunung Gede kamu juga akan menemukan hamparan bunga edelweis yang berada di Alun-Alun Surya Kencana. Sebenarnya tak hanya pemula, para pendaki profesinal pun masih suka bertandang ke gunung yang masuk dalam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini. Sebab, tak hanya padang edelweis saja, Gunung Gede menyajikan panorama air terjun Cibeureum, sumber air panas dan telaga.

Meskipun didaulat sebagai gunung tertinggi ketiga di Jawa Barat, Gunung Gede ini cocok untuk pendaki karena treknya yang mudah bila melalui jalur pendakian Cibodas. Tinggi gunung ini 2958 mdpl. Waktu sekitar enam jam dibutuhkan untuk sampai ke puncak.

Golden Sunrise di Gunung Prau, Dieng, Wonosobo

Kapan lagi kamu bisa camping di puncak gunung kalau bukan di Gunung Prau. Puncak gunung ini disebut-sebut sebagai puncak gunung yang terluas di negeri ini. Kamu pun bisa menikmati menakjubkannya matahari terbit yang biasa dinamai Golden Sunrise. Dari kejauhan, kamu akan menemukan empat puncak gunung, yaitu gunung kembar Sindoro-Sumbing, Merapi dan Merbabu.

Untuk mencapai puncaknya yang setinggi 2565 mdpl ini kamu hanya perlu mendaki selama 2-3 jam. Meskipun sedikit menanjak, gunung ini cocok bagi pemula karena jalur pendakiannya sudah dibuat sedemikian rupa membentuk tangga-tangga yang disokong oleh bambu. Ada beberapa warung juga yang menjual makanan dan minuman di sepanjang pendakian sampai pos pertama.

Menyaksikan Blue Fire di Gunung Ijen, Banyuwangi

Pesona Gunung Ijen ini telah terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia. Yang menjadikan gunung ini menarik turis mancanegara karena fenomena alamnya yaitu fenomena api biru (blue fire). Untuk menyaksikan api biru yang menyala-nyala ini kamu perlu turun ke kawah. Waktu untuk menikmati fenomena ini pun hanya jam 2-4 pagi.

Gunung dengan ketinggian 2443 mdpl ini pun hanya memerlukan waktu 2,5 jam untuk mencapai puncak. Kalau kamu kelelahan mendaki, kamu bisa menaiki troli dengan tenaga dua manusia yang akan mengangkutmu hingga puncak. Troli itu sebenarnya merupakan alat untuk mengangkut belerang.

Tempat terbaik melihat sunrise di Gunung Bromo

Selain Ijen, Gunung Bromo juga sudah dikenal masyarakat dunia. Kamu akan melihat banyak turis asing berkeliaran di sini. Gunung yang ada dalam Kawasan Taman Nasional Tengger Semeru ini masuk dalam 5 Natural Wonders: The Ultimate List of Scenic Splendor versi CNN dan disebut-sebut sebagai tempat terbaik untuk melihat sunrise.

Meskipun tingginya 2359 mdpl, kamu tak perlu capek-capek untuk mendaki. Kamu hanya membutuhkan waktu tak sampai setengah jam untuk mencapai kawah. Jalannya pun tak terlalu menanjak, dan mendekati kawah ada tangga-tangga yang semakin mempermudah. Selain itu, ada spot-spot menarik yang harus kamu kunjungi di sini, yaitu Penanjakan 1 yang merupakan tempat melihat sunrise, Padang Savana, dan Pasir Berbisik.

Lima gunung yang disebutkan tadi adalah gunung yang cocok untuk didaki oleh pemula. Setelah memiliki pengalaman yang cukup, baru kamu boleh mendaki gunung yang tingkat kesulitannya lebih tinggi. Happy hiking!

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *