Cara Mengatur Keuangan Agar Bisa Menabung

Menabung adalah salah satu kegiatan yang sangat positif terutama bagi kesehatan keuanganmu. Namun, nyatanya menabung tak semudah kedengarannya lho. Ada berbagai faktor yang bisa membuat usahamu untuk menabung menjadi gagal dan sia-sia. Salah satunya adalah adanya berbagai jenis pengeluaran yang tak terduga sehingga anggaran yang seharusnya bisa kamu sisihkan untuk menabung menjadi habis tak bersisa.

Untuk membiasakan diri menabung diperlukan waktu yang cukup lama lho alias tidak instan terutama bagi orang yang memang jarang membiasakan diri untuk menabung. Nah, teruntuk kamu yang saat ini tengah berusaha untuk menabung. Ada beberapa Cara Mengatur Keuangan agar kamu bisa menabung nantinya. Berikut ini tipsnya :

1. Ketahui Apa Saja Pengeluaranmu

Kamu harus mengetahui secara pasti pengeluaranmu setiap bulannya. Secara umum pengeluaran tersebut bisa dibagi menjadi 2 yakni pengeluaran wajib dan yang tidak wajib.

Contoh pengeluaran wajib tersebut antara lain adalah : Bayar/ Sewa Rumah, Bayar Tagihan (Listrik, Air, Pulsa, Internet), Membayar cicilan hutang, bensin (atau biaya transportasi lainnya jika menggunakan kendaraan umum), Biaya Makan, dan pengeluaran lainnya yang tak bisa kamu tunda.

Sementara itu, pengeluaran tak wajib adalah pengeluaran yang bisa ditunda dan bersifat opsional (bisa dilakukan atau tidak). Biasanya pengeluaran semacam ini dipengaruhi oleh gaya hidup seseorang. Seperti contohnya pengeluaran untuk nongkrong bersama teman, liburan dan lainnya.

Kamu harus mengetahui secara pasti apa saja pengeluaran yang paling sering kamu keluarkan setiap bulannya. Hal ini, akan sangat berguna untuk menyusun anggaran keuanganmu selanjutnya.

2. Buat Alokasi

Alokasikan uangmu ke dalam pos-pos pengeluaran. Kamu bisa menggunakan presentase 40-30-20-10 atau besaran presentasi tersebut bisa kamu sesuaikan dengan pengeluaranmu setiap bulannya.

Contohnya saja,

Kamu bisa menggunakan alokasi 40-30-20-10 ini. 40% untuk biaya hidup sebulan, 30% untuk cicilan (jika kamu masih ada cicilan), 20% untuk tabungan dan 10% sisanya untuk sedekah. Contohnya saja, jika gaji per bulanmu Rp 2.000.000. Maka alokasinya :

  1. Biaya Hidup (40% X Rp 2.000.000) = Rp 800.000
  2. Cicilan Hutang (30% X Rp 2.000.000) = Rp 600.000
  3. Tabungan (20% X Rp 2.000.000) = Rp 400.000
  4. Sedekah (10% X Rp 2.000.000) = Rp 200.000

Lalu, bagaimana apabila kondisinya sebagai berikut :

  1. Biaya Hidup : Untuk tempat tinggal, makan, transportasi dan pengeluaran harianmu ternyata Rp 1.000.000
  2. Cicilan hutang : cicilan hutang yang harus kamu bayar 500.000

Sebelumnya kita sudah membahas bahwa presentase ini bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu (fleksibel). Maka, sesuai dengan contoh kasus di atas kamu bisa menyesuaikan presentase tersebut menjadi :

  1. Biaya Hidup (50% X Rp 2.000.000) = Rp 1.000.000
  2. Cicilan Hutang (25% X Rp 2.000.000) = Rp 500.000
  3. Tabungan (15% X Rp 2.000.000) = Rp 300.000
  4. Sedekah (10% X Rp 2.000.000) = Rp 200.000

Contoh di atas hanya sebagai ilustrasi saja, karena setiap kebutuhan orang pastinya berbeda-beda kamu bisa membuat alokasi anggaran versimu sendiri.

3. Komitmen

Setelah kamu tahu pengeluaran apa saja serta bagaimana cara mengalokasikannya dengan baik. Yang selanjutnya kamu lakukan adalah membangun komitmen. Komitmen ini adalah hal yang sangat sulit. Bahkan banyak orang yang bisa melakukan langkah 1 dan 2 di atas. Namun, mereka gagal membangun komitmen. Alhasil kebiasaan menabung juga akan jadi semakin sulit.

Menjalankan alokasi dana di atas memang terbilang cukup sulit terlebih ada banyak sekali godaan yang bisa membuat kamu mengabaikan alokasi dana yang telah dirancang sebelumnya. Namun, dengan komitmen untuk mengeluarkan uang sesuai dengan alokasi di atas maka kamu bisa membangun kebiasaan menabung yang baik ke depannya.

4. Persiapkan Dana Darurat

Dana darurat ini adalah dana yang bisa kamu gunakan ketika kamu sedang benar-benar membutuhkan uang. Dengan adanya dana darurat ini maka alokasi keuanganmu tak akan kacau meskipun kamu harus mengeluarkan uang lebih untuk hal-hal yang tak terduga.

5. Jangan Terburu-buru Mengeluarkan Uang

Contohnya saja, kamu sedang membeli kebutuhan pokok di supermarket yang berada di mall. Kamu melewati sebuah gerai pakaian dengan promo beli 1 gratis 1. Akan lebih baik kamu tak terburu-buru mengeluarkan uangmu.

Setidaknya pastikan 2 hal terlebih dahulu, yang pertama apakah kamu butuh barang tersebut? Dan yang kedua adalah, apakah masih ada sisa di alokasi anggaranmu untuk membeli barang tersebut? Jika, jawabannya adalah Iya. Maka, kamu bisa membelinya sekaligus memanfaatkan momen promo tersebut.

Namun, jika jawaban kedua pertanyaan di atas adalah tidak. Sebaiknya, kamu menunda beli barang tersebut.

6. Cari Penghasilan Tambahan

Jika kamu masih memiliki banyak waktu luang. Kamu mungkin bisa mencari job lainnya seperti menjadi Freelancer ataupun menjadi seorang part-timer. Dengan uang tambahan tersebut kamu bisa menabung lebih banyak.

Menggantungkan pendapatanmu hanya dari 1 sumber saja. Akan membuatmu kesulitan terlebih jika kamu kehilangan satu-satunya sumber pendapatanmu tersebut.

7. Pastikan Pengeluaranmu Lebih Kecil Dibandingkan dengan Pendapatan

Pastikan bahwa pengeluaran kamu lebih kecil dibandingkan dengan pendapatan. Jika pengeluaranmulah yang lebih besar maka menabung mungkin akan menjadi hal yang sangat sulit mengingat pendapatanmu bahkan masih kurang dibandingkan dengan uang yang harus kamu keluaran setiap bulannya.

Lalu, bagaimana solusinya jika ternyata pengeluaranmu lebih besar dibandingkan pendapatanmu? Hanya ada 2 solusi. Yang pertama, tingkatkan pendapatanmu atau yang kedua kurangi pengeluaranmu.

Cara mengurangi pengeluaran contohnya : tidak membeli barang kredit yang cicicilan per bulannya melebihi batasmu, bergaya sesuai dengan uang yang kamu miliki serta kurangi kebiasaan konsumtif.

8. Buat Minimal 2 Rekening Berbeda

Cara Mengatur Keuangan terakhir adalah dengan membuat minimal 2 rekening yang berbeda. 1 rekening untuk transaksi harian (menerima gaji, membayar biaya, dsb) dan rekening lainnya khusus untuk menyimpan uang. Ini akan sangat membantumu untuk mengontrol pengeluaranmu.

Kesimpulan

Itulah Cara Mengatur Keuangan agar kamu bisa menabung yang bisa penulis bagikan kali ini. Dengan konsistensi serta ketelatenan, maka kamu bisa menabung secara tetap setiap bulannya. Dengan menabung maka kamu bisa membeli sesuatu yang kamu inginkan seperti tempat tinggal, kendaraan dan lain sebagainya. Dengan menabung pula, kamu nantinya juga tak akan kesusahan ketika kamu harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar suatu saat nanti.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *