Dahulu anak-anak akrab dengan permainan tradisional seperti gobak sodor, petak umpet, main congklak, main lompat tali, dan sebagainya. Kini anak-anak sibuk main game di gadgetnya masing-masing. Gadget adalah perangkat ponsel pintar, atau tablet yang berisi apa pun yang dibutuhkan anak dalam bermain secara digital. Anak-anak memiliki kemampuan yang cepat dalam mempelajari gadget. Mereka cepat sekali menguasai gadget sebagai mainan baru yang mengasyikkan.

Teladan Orang Tua dalam Penggunaan Gadget

Salah satu cara terbaik untuk mengembangkan keseimbangan dalam penggunaan gadget di rumah adalah usahakan makan malam bersama setidaknya satu kali sehari dan tidak boleh bermain ponsel ketika di meja makan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa waktu makan bersama keluarga membantu anak-anak untuk menciptakan kebersamaan keluarga. Pada waktu makan ayah dan ibu dapat membantu anak-anak dalam melakukan pendekatan yang sehat pada penggunaan gadget. Berikanlah teladan dalam sehat menggunakan gadget.

Saya pernah melihat seorang ayah sibuk dengan perangkat gadgetnya sementara ingus anaknya dibiarkan belepotan. “Jika Anda lebih sering menggunakan perangkat digital untuk mengasuh anak ketimbang berinteraksi maka Anda mengorbankan kesempatan belajar darinya,”kata Dr. Levine, seorang psikolog anak. Permainan aktif seperti gobak sodor, petak umpet, congklak, lompat tali, dan lain-lain, membuat anak-anak mengerakkan seluruh tubuhnya bukan hanya jempol belaka.

Perbanyak Aktivitas Tanpa Gadget

Buatlah rencana untuk 24 jam sehari dengan anak Anda. Anda dapat memulainya dari TK. Kamu perlu waktu sebanyak ini untuk tidur, sebanyak ini untuk sekolah, latihan sepak bola, makan malam, membuat PR, dan kemudian Anda dapat mengetahui seberapa banyak waktu yang tersisa untuk bermain gadget secara sehat.

Saat anak-anak sudah lebih besar dan memiliki ponsel mereka sendiri, jangan biarkan mereka mengisi baterai semalaman di kamar tidur mereka. Mereka dapat main BBM (mengirim tesk) hingga larut malam dan terbangun dengan pesan yang diterima secara acak. Ini akan mengganggu jam tidur mereka. Mereka butuh ponsel karena ponsel itu adalah alarm mereka, belikan saja alarm yang sesungguhnya dan mereka dapat tidur dengan nyenyak tanpa disibukkan karena ngobrol di ruang chatting (BBM atau Line).

Di sekolah pun anak-anak didekatkan dengan media digital. Mereka melakukan riset online untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh sekolah. Kelemahannya adalah anak jadi malas mencari sumber di buku, mereka pikir lebih mudah mencari sumber dari Mbah Google daripada berkubang dan mencari sumber informasi pada puluhan buku di perpustakaan.

Dr. Rich, seorang psikolog anak menambahkan,” permainan digital juga dapat seberharga permainan jenis lain (tradisional), di mana anak-anak bernegosiasi, bergiliran dan bekerja sama. Tetapi Anda harus memantau kontennya. Laranglah dengan keras permainan di mana anak Anda menjadi penembak, petinju, atau pelaku kekerasan lainnya. Sisi positif lainnya adalah anak-anak kita akan menjadi warga digital yang baik, dan tahu sopan santun ketika mereka berbicara kepada orang-orang sebagai avatar.

Anda punya pendapat berbeda cara untuk membesarkan anak sehat gadget?Silahkan tuliskan pendapat Anda pada kolom komentar.

Sumber : Majalah Parents Indonesia, edisi Maret 2014.