Saturday , October 24 2020

Cara Mengatasi Gejala Masuk Angin Selama Hamil

Seperti disampaikan di artikel sebelumnya, tak semua obat masuk angin boleh dikonsumsi ibu hamil. Lantas bagaimana cara mengatasi gejala masuk angin saat mengandung?

Tips agar lebih enakan ketika masuk angin saat hamil

Bumil yang masuk angin tak harus mengandalkan obat-obatan dari apotek. Beberapa tips berikut dijumpai mampu mempercepat proses kesembuhan:

Banyak istirahat

Walau istirahat mungkin tak bisa mempercepat durasi sakitnya, namun dengarkan tubuh bila itu berteriak butuh istirahat. Agar tidur lebih nyaman dan proses bernafas lebih mudah, tambahkan bantal sehingga posisi kepala lebih tinggi dari tubuh.

Tetap aktif

Bumil yang tidak mengalami gejala demam atau batuk, boleh tetap berolahraga karena tetap aktif mampu membuat kondisi cepat baikan.

Tetap makan

Ya walau nafsu makan mungkin menurun, namun usahakan untuk tetap mengisi perut dengan beragam makanan bernutrisi. Dalam hal ini, perbanyak asupan sumber vitamin C yang dapat menguatkan sistem imun secara alami. Bumil bisa memperolehnya melalui jeruk-jerukan (jeruk manis, jeruk keprok, atau grapefruit), strawberry, melon, kiwi, mangga, tomat, paprika, pepaya, brokoli, kubis merah, serta bayam.

Selain vitamin C, zinc juga dapat membantu mendongkrak sistem kekebalan tubuh. Bumil paling tidak mesti mengonsumsi 11-15 mg zinc dari berbagai sumber, termasuk vitamin kehamilan. Contoh bahan makanan yang kaya zinc adalah daging sapi, tiram yang sudah dimasak, telur, yogurt, serta oatmeal.

Banyak minum

Demam, bersin, dan hidung meler menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Karenanya banyaklah minum air atau jus. Mengkonsumsi cairan hangat seperti teh jahe atau kaldu sup juga bisa menenangkan sekaligus menghidrasi.

Lebih dari itu, minum beberapa sdt madu secara langsung (atau yang dicampur ke air hangat dan lemon) dapat menekan batuk kering.

Aktifkan humidifier

Humidifier dapat melembabkan udara kering di sekitar ruangan.

Obat semprot hidung (nasal spray)

Beberapa produk nasal spray dinyatakan aman untuk bumil (baca kemasan). Alat ini mampu membantu melembabkan saluran pernafasan tanpa efek samping. Namun bumil disarankan menghindari neti pot karena alat tersebut rawan menyebarkan kuman.

Berkumur air garam

Bagi yang tenggorokannya gatal atau sakit, cobalah berkumur air garam (1/4 sdt untuk segelas air).

Jenis obat masuk angin yang aman untuk bumil

Sebelum menggunakan jenis obat berikut, sebaiknya bumil tetap berkonsultasi dengan dokter:

  • Acetaminophen – untuk demam atau nyeri (kepala atau tubuh).
  • Obat batuk – ekspektoran, pereda batuk (codeine dan dextromethorphan), vapor rubs, atau sirup obat batuk umumnya aman, namun tanyakan pada dokter tentang dosis amannya.
  • Anti-histamin tertentu seperti Benadryl dan Claritin.

Obat yang tidak boleh diminum bumil

Inilah daftar obat masuk angin yang mungkin berbahaya bagi kehamilan:

  • Beberapa pereda rasa sakit dan penurun demam – aspirin, ibuprofen, dan naproxen (khususnya selama trisemester ke-3) mampu memicu komplikasi kehamilan seperti bayi lahir dengan berat badan rendah hingga prematur.
  • Dekongestan – kalaupun beberapa ahli menyatakan aman, obat ini hanya boleh digunakan setelah melewati trisemester pertama dan dalam jumlah terbatas.
  • Nasal spray – jauhi obat semprot hidung yang non-steroid karena mengandung ozymetazoline (kecuali bila diperbolehkan dokter)

Waktunya periksa ke dokter

Bumil harus segera periksa ke dokter bila:

  • Gejala demam di atas 37,7°C.
  • Masuk anginnya parah sehingga mengganggu pola tidur atau makan.
  • Dahak berwarna kuning atau kehijauan.
  • Batuk disertai sakit dada atau rejan.
  • Sinus berdenyut.
  • Gejala masuk angin berlangsung lebih dari 10-14 hari (di sini ada kemungkinan masuk angin berkembang menjadi infeksi sekunder).

About megsaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *