Cara Mengatasi Diare di Rumah

Ada banyak penyebab mengapa seseorang bisa sampai kena diare, mungkin karena keracunan makanan, infeksi, atau gangguan kesehatan kronis. Yang jelas, Anda disarankan segera periksa ke dokter bila diare:

  • Tidak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama (diare kronis berlangsung lebih dari 2-4 minggu).
  • Disertai gejala lain seperti demam, sakit perut parah, hingga pendarahan pada tinja.
  • Menyebabkan dehidrasi, ditandai dengan rasa haus ekstrim dan mulut kering.
  • Terjadi selama tidur.
  • Menyebabkan berat badan turun drastis.

Namun untuk kondisi yang tidak terlalu parah, Anda dapat mencoba beberapa cara mengatasi diare di rumah berikut ini:

1. Konsumsi banyak cairan

Diare merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi dengan cepat. Oleh sebab itu, tubuh perlu asupan lebih banyak cairan dari biasanya agar tidak sampai dehidrasi.

Untuk ini, Anda dapat minum air putih biasa, sup, atau jus tertentu (kecuali jus apel karena dapat memperparah diare). Namun bila diare cukup parah, minumlah oralit.

Untuk ini, Anda dapat membuatnya sendiri di rumah. Cara membuat oralit sendiri adalah dengan mencampurkan 1/2 sdt garam dan 6 sdt gula ke dalam 1 liter air putih. Larutan ini mampu membantu usus menyerap cairan dengan lebih efisien sehingga dinilai lebih efektif dalam menangani dehidrasi (dibanding air putih biasa).

2. Terapkan pola makan BRAT

Cara mengatasi diare di rumah selanjutnya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang tidak memberatkan kinerja sistem pencernaan. Menu makanan yang mudah dicerna misalnya BRAT (pisang, nasi/ beras, saus apel, serta roti tawar), telur, atau ayam.

Pisang sangat disarankan karena kaya akan kalium. Mineral ini umumnya hilang dari tubuh ketika seseorang mengalami diare. Contoh menu lain yang baik untuk penderita diare adalah makanan yang:

  • Tinggi pektin, seperti buah-buahan.
  • Kaya kalium, misalnya kentang dan ubi manis.
  • Mengandung elektrolit, seperti miso soup dan minuman olahraga.
  • Kaya protein

Yang pasti, hindari sementara waktu mengonsumsi produk susu karena diare membuat pencernaan lebih sulit menyerap laktosa. Pengecualian berlaku untuk yogurt yang justru baik untuk mengatasi diare berkat kandungan bakteri baiknya. Contoh makanan lain yang sebaiknya dijauhi ketika diare adalah:

  • Makanan berlemak, berminyak, pedas, tinggi serat, sarat bumbu, tinggi fruktosa, atau mengandung pemanis buatan.
  • Kafein.
  • Alkohol.
  • Soda.
  • Minuman yang suhunya terlalu panas.

Lebih dari itu, usahakan makan lebih sering dalam porsi kecil untuk membantu meringankan beban sistem pencernaan.

3. Coba konsumsi suplemen probiotik

Ada banyak produk suplemen probiotik yang dijual di pasaran. Suplemen yang mengandung bakteri hidup ini dapat membantu mengembalikan kesehatan serta keseimbangan lingkungan dalam sistem pencernaan. Hasil berbagai studi bahkan menyebutkan probiotik ampuh redakan diare dalam waktu sehari.

Di samping melalui suplemen, Anda juga dapat memperoleh asupan probiotik dari yogurt, beberapa produk jus dan minuman kedelai, miso, serta kimchi.

4. Minum teh

perempuan sedang minum teh
perempuan minum teh (medicalnewstoday.com)

Cara mengatasi diare di rumah selanjutnya adalah dengan minum teh chamomile atau lemongrass. Keduanya mampu menenangkan sistem pencernaan sekaligus meredakan kram perut.

5. Libur olahraga sementara waktu

Olahraga, terutama yang intensitasnya berat, dapat memperparah dehidrasi yang sudah dialami tubuh saat diare. Karenanya, liburlah berolahraga sementara waktu ketika diare. Pada masa ini tubuh perlu istirahat lebih banyak dari biasanya.

6. Minum obat

Cara mengatasi diare di rumah selanjutnya adalah dengan minum obat. Bagi kebanyakan orang yang tidak mengalami demam atau pendarahan pada BAB-nya, obat seperti loperamide cukup ampuh.

Obat yang lebih terkenal dengan istilah Imodium tersebut dinilai mampu memperlambat pergerakan usus. Namun, loperamide kadangkala juga dapat memperburuk kondisi yang sudah ada, khususnya jika diarenya cukup parah.

Jenis obat diare lain yang dapat diperoleh tanpa resep dokter adalah bismuth subsalicylate (Pepto-Bismol) atau acetaminophen (Tylenol) untuk mengurangi rasa sakitnya. Selain itu, Anda disarankan untuk menghindari obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen atau aspirin karena lebih sulit dicerna lambung.

Terakhir, bagaimana dengan jahe? Memang jahe kerap digunakan untuk berbagai permasalahan gangguan lambung seperti mual. Namun menurut pakar, jahe mungkin tidak akan membantu mengatasi diare. Beberapa orang bahkan menjumpai jahe justru menyebabkan diare, perut kembung atau perih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *