Thursday , October 22 2020

Cara Mencegah dan Mengatasi Masuk Angin Pada Bayi Sesuai Saran Dokter

Ketika masuk angin, orang dewasa atau anak usia tertentu memang boleh minum obat untuk meredakan gejalanya. Namun bagaimana dengan bayi? Obat masuk angin yang dijual di apotek pastinya tidak aman dikonsumsi bayi. Selain memang bukan dibuat untuk bayi, efek samping obat juga berbahaya bagi si kecil.

Cara mengatasi masuk angin pada bayi

Sebenarnya masuk angin itu wajar dialami bayi karena tubuhnya masih dalam tahap mengembangkan imunitas. Meski demikian, orang tua tetap perlu melakukan sesuatu guna meringankan penderitaan si kecil akibat gejala yang ditimbulkan masuk angin.

Perlu diketahui bahwa rata-rata butuh waktu hingga 5-7 hari agar gejala masuk anginnya hilang total. Jadi bila si kecil tetap masuk angin selama lebih dari 10 hari, periksakan ia ke dokter.

Berikut adalah beberapa cara mengatasi masuk angin pada bayi sesuai saran dokter.

  • Hidrasi – bayi harus tetap makan dan minum dengan baik saat masuk angin, karena lendir dan demam bisa menyapu bersih cairan penting dan elektrolit dari tubuh.
  • Bulb syringe (penyedot ingus) – untuk membersihkan rongga hidung bayi agar proses nafasnya lebih mudah.
  • Humidifier – letakkan alat ini di kamar bayi agar udara sekitar lembab sehingga si kecil lebih gampang bernafas karena hidungnya tidak lagi tersumbat.
  • Steam/ uap panas – mandikan si kecil dengan air hangat, atau biarkan ia berdekatan dengan uap panas selama 10-15 menit mampu mengencerkan ingusnya.
  • Istirahat – ada baiknya bayi yang masuk angin tidak dibawa ke tempat umum lebih dulu. Sebaliknya, biarkan ia banyak istirahat agar lekas sembuh.
  • Sanggah ranjangnya – bukan dengan cara meletakkan bantal di bawah kepala bayi, tapi di bawah matrasnya sehingga posisi kepalanya lebih tinggi dari tubuhnya.
  • Obat semprot hidung – sesekali boleh diberikan untuk melegakan hidung tersumbat.
  • Obat penurun demam – contoh acetaminophen atau ibuprofen (harus dengan izin dokter).

Cara mencegah masuk angin pada bayi

Setelah melihat cara mengatasi masuk angin pada bayi, maka sekarang waktunya menilik upaya pencegahannya.

Salah satu faktor yang meningkatkan risiko masuk angin pada anak/ bayi adalah terkena asap rokok. Virus penyebab masuk angin juga dapat dengan mudah menyebar melalui udara, atau melalui kontak fisik dengan pengidap masuk angin. Dalam hal ini, si pembawa virusnya bisa jadi tidak mengalami gejala apapun, tapi jika dirinya menyentuh bayi, maka si kecil bisa sakit.

Berangkat dari situ, berikut beberapa cara mencegah masuk angin pada bayi:

  • Siapa saja yang sering menyentuh si kecil harus rutin cuci tangan.
  • Jauhkan si kecil dari orang sakit atau perokok.
  • Jangan sering membawa si kecil ke keramaian.
  • Rutin membersihkan mainannya atau permukaan benda yang rawan jadi sarang kuman.
  • Menyusui juga bagus karena dapat menyalurkan antibodi ibu ke tubuh bayi. Walau demikian, ini tak menjamin kalau si kecil pasti takkan sakit. Tapi biasanya dibanding bayi yang tidak diberi ASI (minum susu formula), bayi peminum ASI lebih jarang sakit.

Kapan saatnya membawa bayi ke dokter?

Demam merupakan salah satu tanda bahwa tubuh bayi sedang berjuang melawan infeksi. Walau ini pertanda baik, namun bayi yang masuk angin sebaiknya segera dibawa ke dokter bila:

  • Usianya kurang dari 3 bulan
  • Demamnya di atas 38°C (untuk bayi di bawah 6 bulan)
  • Bayi baru lahir tampak sakit (meski tidak disertai demam)
  • Demamnya tak kunjung turun selama lebih dari beberapa hari, atau kambuh-kambuhan

Bayi juga harus segera dibawa periksa kalau muncul gejala abnormal seperti:

  • Sulit bernafas dengan normal
  • Timbul bunyi aneh ketika menangis atau batuk
  • Sakit atau ketidaknyamanan secara fisik
  • Gangguan makan atau si kecil tidak mau makan
  • Ruam pada kulit
  • Diare atau muntah terus-menerus
  • Dehidrasi

Ingatlah bahwa masuk angin pada bayi dapat berkembang menjadi penyakit lain yang lebih serius. Oleh sebab itu, membawa si kecil periksa rutin ke dokter anak sangatlah penting, terutama ketika mereka mengalami demam tinggi atau gejala lainnya.

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *