Friday , October 23 2020

Cara Bahagia Menikmati Hidup Sekarang dan Masa Depan

Kawan, mereka yang mengorbankan kesehatannya untuk harta, mereka kemudian akan mengorbankan harta untuk kesehatannya. Lalu, ia mengawatirkan masa depannya tidak akan menikmati hari ini, hasilnya ia tidak akan pernah hidup diantara keduanya. Ia hidup seakan tidak akan mati, dan ia mati karena tidak pernah hidup. (The 14th Dalai Lama).

Pernahkah kita melihat teman kita yang seakan memiliki banyak petualangan dalam hidupnya? memiliki banyak pengalaman dalam hidupnya? Dan kemudian kita berharap memiliki lebih banyak waktu, lebih banyak petualangan, lebih banyak pengalaman, lebih banyak warna yang bisa diisikan ke dalam kehidupan yang mungkin sudah terasa hampa, terasa layaknya TV hitam putih tanpa warna.

Aktivitas yang seakan memogram kita. Mulai dari bangun, bekerja, pulang, kemudian tidur dan berulang-ulang seperti wahana bianglala. Karena seharusnya kita lah yang memegang kendali penuh terhadap apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Bukan terjebak oleh sistem yang secara tidak langsung mengikat kita dengan rantai besinya.

Apakah sebagian dari kita masih memikirkan apakah kehidupan kita sekarang sudah berarti? Sudah berwarna?

Hal-hal dibawah ini mungkin bisa kamu lakukan untuk membeli pelangi dalam hidupmu :

1. Buatlah Bucket List

Semua akan mati pada satu titik, tidak ada yang akan tahu kapan, dimana itu akan terjadi. Tidak ada yang hidup selamanya, nikmatilah hidupmu yang sebentar ini dengan mencari sebanyak-banyaknya pengalaman. Buatlah daftar apa saja yang ingin kamu lakukan sebelum hidupmu berakhir, mungkin itu membuat 300 buku, bertemu dengan idola mu, naik haji, dan sebagainya.

2. Tentukan Target dan Tulislah

Menentukan target dalam hidup memang adalah pekerjaan yang gampang, tapi dengan mudah juga dilupakan. Agar tidak lupa dan dapat kamu baca setiap hari, tulislah apa saja target kamu baik itu untuk minggu ini, bulan ini bahkan 5 tahun kemudian. Jika setiap hari kalian melihat dan membaca target sendiri, secara tidak sadar apapun yang kalian kerjakan akan sedikit demi sedikit menuju apa yang kalian impikan.

3. Jangan Hidup Karena Orang Lain

Hidup yang sebentar ini adalah milik kamu, bukan milik orang tuamu, temanmu, gurumu juga bukan milik pacarmu. Bukan tidak mendengarkan apa yang mereka katakan. Dengarkan saja, tapi jika apapun yang mereka bilang bertentangan dengan impian dan rencana kalian untuk hidup kalian, biarkan mereka. Jangan terpaku untuk hidup seperti tuntutan masyarakat, tuntutan keluarga dan sebagainya.

4. Fokuslah Kepada Apa Yang Bisa Kamu Kontrol

Ada dua macam manusia di dunia ini, yaitu merek yang fokus pada apa yang bisa mereka kontrol dan manusia yang berfokus pada apa-apa saja yang tidak bisa mereka kontrol. Bagi lah! dan fokuslah! Jangan membuang waktu dan energi untuk sesuatu yangtidak bisa kamu kontrol. Jangan salahkan siapa-siapa saat gagal menghampiri kita.

5. Jangan Mengeluh

Jika tidak bisa merubah keadaan, berhenti mengeluh! Tidak ada gunanya, jika dengan mengeluh dapat menyelesaikan masalah, silahkan. Tapi most of the time tidak ada sesuatu yang selesai dengan mengeluh tentang keadaan.

6. Jangan Iri

Iri hanya akan menenggelamkan kita pada kehidupan orang lain. Belum tentu dengan ikut nyemplung ke dalam ranah kehidupan orang lain bisa membuat kehidupan kita ikut berwarna dan berguna. Sukuri lah apa yang ada dalam kehidupan kita sendiri. Karena setiap kita pasti mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki oleh semua orang, pun begitu sebaliknya.

7. Jauhi Gosip

Ingat, kita tidak dibayar untuk mengurusi kehidupan orang lain apalagi untuk memplubikasikan hal-hal yang belum tentu ada benarnya. Saat kita bergosip tentang seseorang bersama yang lainnya, adalah besar kesempatan kita akan digunjingkan juga oleh mereka yang menjadi teman satu grup gosip kita.

8. Jagalah Badan dan Pikiran

Makanlah, istirahlah dengan cukup. Jaga badanmu, karena semua interaksi yang kita lakukan di dunia ini dilakukan dengan badan kita. Hargailah badan kita yang sudah mengantarkan kita untuk jadi seperti sekarang ini. Pun begitu dengan pikiran, ibarat mobil, badan adalah body dari sebuah mobil, dan pikiran adalah ban dan kemudi nya. Yang menentukan arah kehidupan kita, yang menentukan tujuan hidup kita, yang menyemangati kita dikala kita terperangkap di jurang gelap kehidupan kita.

9. Rencanakan Masa Depan dan Hiduplah Untuk Hari Ini

Kembali ke atas, kalimat yang disampaikan Dalai Lama ke-14 bahwa jangan sampai kita menutup pikiran kita karena kawatir dengan masa depan kita yang kita juga belum tau akan seperti apa. Tidak ada rencana yang berhasil 100%, kita bukan Tuhan. Kita hanya manusia yang bisa merencanakan, selanjutnya adalah bagaimana kita mencapainya dan apakah Tuhan memberikan kita kesempatan untuk mencapainya. Rencanakan saja, dan lakukan! Hiduplah untuk hari ini, lakukan yang terbaik untuk hari ini seakan kita mati esok hari.

10. Tingkatkan Social Skill

Tidak semua orang dapat berinteraksi dan berkomunikasi secara natural kepasa semua orang. Jika itu bukan kita, mulailah untuk belajar bagaimana bersosialisasi dengan orang lain. Bukankah satu diantara banyaknya pintu rezki yang disediakan oleh Tuhan adalah dengan mejaga silaturahmi sesama kita.

About Bas