Wednesday , October 21 2020

Cak cak cak Tari Kecak Bali yang Khas

Siapa yang tidak mengenal tari khas Bali yang satu ini? Tarian yang terkenal karena pemainnya mengeluarkan suara “cak, cak, cak” ini pernah tercatat dalam rekor dunia karena pernah dimainkan oleh lima ribu orang! Tari kecak merupakan salah satu tarian terkenal dari Bali yang berhasil memikat berjuta pasang mata turis domestik dan mancanegara. Tari kecak atau yang biasa disebut dengan “fire dance” atau tari api ini merupakan salah satu tarian khas Bali yang menggambarkan seni peran dari Lakon Pewayangan, seperti Sri Rama dan Dewi Sinta Ramayana. Bagaimana perkembangan tari kecak ini?

Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan tari kecak dimulai, namun ada yang mengatakan bahwa tari kecak diciptakan oleh Wayan Limbak dan Walter Spies, seorang pelukis asal Jerman pada tahun 1930. Sebenarnya, tarian ini berasal dari tradisi sang hyang, dimana para penarinya ada dalam kondisi yang tidak sabar dan ingin segala harapan-harapannya dikabulkan. Tidak heran juga mengapa tarian ini bernama Tari Kecak, diambil dari suara pemain-pemainnya yang berbunyi “cak, cak, cak” saat tarian berlangsung, dan suara itulah yang menjadi “musik” pengiring tarian karena uniknya tari kecak tidak diiringi alat musik apapun seperti gamelan dan sebagainya. Pada awalnya, tari kecak hanya dipentaskan di Bona, Gianyar. Namun seiring perkembangan waktu, tari kecak merambah dan meluas hingga ke seluruh daerah Bali, dan grup-grup penari kecak pun bertambah banyak. Tari kecak disambut dengan baik oleh pemerintah Bali dan sekolah seni di Bali. Bahkan pada tahun 1979, sekitar 500 orang menarikan tari kecak yang menceritakan kisah Mahabharata. Tari kecak ini sempat menjadi rekor, namun dikalahkan oleh pemerintah Kabupaten Tabanan yang berhasil menyelenggarakan tari kecak kolosal oleh 5000 pemain tari kecak di Tanah Lot, Tabanan, Bali.

Tari kecak biasanya dilakukan oleh laki-laki dalam jumlah banyak. Ada sekitar 50-70 orang laki-laki, mengenakan kain bercorak kotak-kotak dan ikat kepala atau udeng, kemudian membuat sebuah lingkaran yang simetris untuk mulai menari. Tarian kecak tidak memiliki pola yang terlalu jelas dan tidak memiliki tempo yang jelas. Tidak ada musik dalam tarian ini sehingga para penari tidak harus mengikuti ritme dan tempo. Para penari dibagi tugas, ada yang menjadi dalang, ada yang menjadi pemberi tekanan tinggi atau rendah yang disebut dengan penembang solo dan sebagainya, sehingga seperti yang kita dengar walaupun tanpa alat musik tari kecak tetap menarik karena harmonisasi suara para penarinya. Para penari dalam tari kecak akan mengangkat tangannya pada saatnya. Akan muncul juga tokoh-tokoh pewayangan yang diceritakan, sekitar pertengahan tarian.

Tari kecak biasanya mengambil tema mengenai Ramayana, namun selain itu ada pula yang lainnya yaitu

  • Kecak Subali dan Sugriwa, diciptakan pada tahun 1976.
  • Kecak Dewa Ruci, diciptakan pada tahun 1982.

 

Tari kecak tentu memiliki banyak makna dan tujuan. Nilai-nilai dari tarian ini adalah:

Nilai Religius

Masyarakat Bali percaya bahwa tari kecak sebagai sarana perlindungan diri, dan merupakan tari yang dapat mengusir roh jahat dengan memanggil dewi mereka. Dewi yang dipanggil biasanya Dewi Supraba atau Tilottama.

Nilai Estetika

Tarian ini unik dan indah karena kekompakan dan keselarasan para penarinya. Terbukti dari pertunjukan ini, ritmis walaupun tanpa alat musik. Selain itu juga karena menceritakan tokoh pewayangan, tari ini memiliki nilai budaya yang sangat tinggi.

Nilai Moral

Terlihat jelas dari cerita yang dibawakan dalam tari ini, seperti kesetiaan Shinta kepada suaminya (Rama), adanya burung garuda yang menyelamatkan Shinta dari kejahatan Rahwana dan sebagainya.

About Bas