Thursday , October 22 2020

Tips Menjalankan Bisnis Travel untuk Fangirl Agar Laris

Bisnis Travel untuk Fangirl

Agar Laris dan Membuat Fangirl Tertib, Ini Dia Hal yang Perlu Kita Perhatikan Saat Hendak Menjalankan Bisnis Travel untuk Fangirl.

Beberapa bulan lalu, kita sempat mendengar mengenai rombongan fangirl pecinta boyband Korea Selatan yang berangkat menggunakan jasa tour khusus pemberangkatan para fangirl. Rombongan ini awalnya berjumlah sedikit hingga pada akhirnya lebih dari 300 kelompok rombongan yang diberangkatkan.

Di saat yang sama, istilah fangirl sebagai pengejar idola sendiri tidak hanya merujuk pada fangirl-fangirl para oppa Korea Selatan, namun juga dapat mencakup tempat-tempat lain yang banyak dikunjungi wisatawan seperti Jepang. Objek fangirling pun tidak harus laki-laki, karena banyak idola perempuan yang menarik yang memiliki fangirl juga.

Terlepas dari demografi para fangirl sebagai target utama rombongan wisatawan, bisnis tour and travel yang berpusat pada fangirl merupakan peluang bisnis yang kreatif dan menjanjikan, mengingat ini akan menjadi salah satu pionir bisnis travelling dengan nuansa tempat kunjungan yang berbeda dibandingkan paket travel lainnya.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan bila ingin bisnis travel khusus para fangirl yang bergelora jiwa muda ini sukses dalam memberangkatkan fangirl-fangirl demi bertemu para idola mereka. Ini dia uraiannya:

 

1. Buat Daftar Tempat yang Memungkinkan Exposure dengan Para Idola

Tips pertama yang perlu kita pertimbangkan saat berpikir mengenai peluang usaha travel khusus fangirl adalah dengan mencoba mengerti pemilihan tempat yang baik untuk pelanggan kita, siapa lagi kalau bukan para rombongan fangirls. Karena rombongan fangirls merupakan mereka yang passionate mengejar idola mereka, urusan pemilihan tempat demi melariskan bisnis travel khusus fangirl tidak hanya melibatkan pengenalan negara tempat si artis idola manggung.

Bagaimanapun juga, rombongan fangirl yang kita bawa adalah manusia yang butuh istirahat, di satu sisi akan menjadi lebih baik bila kita selaku pemilik bisnis travel dapat menghadirkan suasana bertemu idola itu dalam ruang pemberhentian di kota atau negara tujuan. Tempat pemberhentian tidak harus berupa hotel bintang lima, namun juga dapat mencakup Maid and Butler Café yang dapat mengingatkan para fangirl dengan wajah atau performa para idola pujaan mereka.

Dalam beberapa negara maju, ada kalanya bis atau kereta api menjadi alat transportasi yang paling efektif untuk menjangkau idola bagi para fangirl pecinta fotografi atau sightseeing. Selain itu, kita sebagai pebisnis travel juga perlu mengatur kembali persepsi mengenai tempat-tempat menarik untuk berwisata, karena ternyata kantor manajemen yang identik dengan ketegangan kerja (semacam kantor Cube Entertainment atau JYP Entertainment di Cheongdam-dong, Seoul) juga dapat menjadi ajang bertemu idola untuk para pelanggan kita, yakni para rombongan fangirl.

 

2. Segi Keuangan Kedua Belah Pihak Harus Dipertimbangkan 

Dikarenakan merebaknya bisnis travel dengan modal miliaran rupiah hingga 2-3 tahun belakangan ini, kita cenderung berpikir bisnis travel untuk fangirl akan menjadi salah satu investasi termahal bagi kita. Lagipula, apapun yang berhubungan dengan idola go international hampir selalu identik dengan harga jutaan rupiah yang harus dibayarkan.

Bila kita menjalankan bisnis travel untuk memberangkatkan para fangirl, maka kita dapat mengakali harga mahal ini dengan meminimalkan jumlah tempat yang hendak dikunjungi. Misalnya, bertemu idola tidak harus di kafe atau hotel bintang lima yang mahal, karenanya mungkin kita hendak mengganti tujuan ke tempat-tempat “tak terduga” seperti jalanan trotoar atau pusat kesenian rakyat favorit sang idola.

Alternatif lain untuk menghemat biaya modal travel fangirl adalah tidak takut membebankan biaya pada  rombongan wisatawan. Dengan kata lain, bila bisnis tour and travel fangirl yang kita miliki masih dalam tahap pengenalan atau pertumbuhan dengan pendapatan dan laba yang masih kecil, maka tidak masalah membebankan sejumlah tiket masuk, harga makan atau akomodasi kepada rombongan yang dibawa.

Bila telah berhasil membawa banyak rombongan, bisnis juga sudah berjalan lama, namun makin banyak saingan di industri yang sama, maka tidak ada salahnya untuk memanfaatkan diskon dan promosi. Diskon dan promosi yang menarik akan memancing lebih banyak rombongan fangirl potensial untuk memprospek daftar tempat yang kita sediakan, dan pada akhirnya akan menciptakan pendapatan yang semakin mengalir.

 

3. Jangan Takut Bertindak Tegas!

Betapa pentingnya aspek hukum untuk bisnis travel, khususnya bisnis-bisnis travel yang melibatkan fangirl. Bagaimanapun juga, fangirl dalam beberapa levelnya dapat menjadi buas dan ganas, sehingga perlu ada hukum dan aturan jelas yang mengendalikannya.

Yang paling mencolok adalah beberapa fangirl tipe bonekmania Persebaya, di mana fangirl-fangirl ini bisa saja berangkat tanpa ingin membayar harga. Ini bukan hanya persoalan penagihan hutang, karena permasalahan semacam ini kerap timbul karena aturan bisnis travel yang kita buat sendiri, seperti kurang paham prosedur ticketing atau pembatasan jumlah rombongan dengan sanksi dan konsekuensi tegas, sehingga bisa saja terjadi fenomena semacam fangirl yang mengajak teman-teman sesama fangirl-nya yang tidak ikut membayar tiket lewat bisnis travel dari kita.

Persoalan hukum tidak hanya melibatkan fangirl sebagai segmen konsumen utama kita, namun juga elemen merek dan hak cipta kita. Ada baiknya bila kita menghabiskan beberapa modal awal untuk mematenkan merek kita. Khusus hal ini, tidak usah takut terlalu mahal karena itu lebih baik daripada banyak persoalan meja hijau di kemudian hari dan menyebabkan kerugian untuk bisnis travelling khusus fangirl yang telah susah-payah kita rintis.

Lagipula, ide atau peluang bisnis travelling untuk para fangirl berjiwa riang gembira adalah ide yang unik dan kreatif. Jangan pernah membiarkan pihak lain merampas keunikan yang bisnis travelling fangirl kita miliki. Sebaliknya, pertahankanlah sedemikian rupa sehingga bisnis prospektif ini akan memiliki keunggulan kompetitif secara finansial maupun hukum dibandingkan dengan pesaing-pesaing potensial.

 

***

Intinya, kunci sukses berbisnis travel untuk fangirl hampir sama dengan bisnis travel pada umumnya, namun elemen fangirl yang membuatnya unik dibandingkan bisnis travel sejenis dengan segmen rombongan atau tujuan berbeda.

Karena melibatkan fangirl, maka tujuan wisata dapat berbeda dibandingkan dengan tujuan wisata umumnya, sehingga kita perlu mengatur tempat-tempat pemberhentian yang benar bagi rombongan fangirl yang kita bawa. Selain itu, memanfaatkan promosi dan kemampuan untuk mengalokasikan biaya juga bagus untuk menjaring lebih banyak fangirl yang ikut dengan bisnis tour and travel kita.

Jangan lupa juga untuk melengkapi termin dan penjelasan prosedur bisnis travel yang dibutuhkan, sehingga para fangirls akan tertib membayar dan mengikuti travel yang kita miliki. Pertahankan pula ciri khas merek kita dan jangan biarkan instansi lain mencurinya begitu saja, supaya persoalan hukum tidak menimbulkan kerugian bagi kita.

Akhir kata, semoga Anda berhasil dalam menjalankan bisnis travel khusus para rombongan fangirl, dan mudah-mudahan rombongan demi rombongan fangirl berdatangan.

About Bas