Wednesday , October 28 2020

Bisakah Binatang Peliharaan Tertular Masuk Angin Dari Manusia?!

Sama seperti manusia, hewan peliharaan juga bisa bersin. Pertanyaannya sekarang, apakah masuk angin yang mereka derita sama seperti kita?!

Bisakah anjing dan kucing masuk angin?

Ya, anjing atau kucing juga bisa masuk angin, namun jenisnya tak sama seperti manusia. Gejala masuk angin pada hewan antara lain bersin, lemas, serta keluar cairan dari hidung dan mata. Meski demikian, gejala tadi juga bisa muncul akibat alergi atau infeksi seperti parasit, pneumonia, atau distemper (penyakit pada hewan).

Mungkinkah binatang kesayangan tertular masuk angin yang diderita pemiliknya, atau sebaliknya?

Jawabnya adalah tidak untuk anjing. Menurut Scott Weese, profesor dari Ontario Veterinary Collega, “tidak ada yang namanya anjing menulari manusia atau sebaliknya. Anjing hanya tertular dari sesama anjing saja.”

Namun berbeda dengan kucing. Hewan satu ini ternyata bisa tertular masuk angin atau flu dari manusia. “Sama seperti pada manusia, virus juga mampu menempel di sel-sel saluran pernafasan kucing” ujar Scott. Beliau merujuk pada laporan soal ditemukannya H1N1 pada beberapa kucing di Amerika Serikat. Selain itu, kucing juga dapat dengan mudah tertular virus dari kucing lainnya, namun manusia takkan bisa tertular masuk dari hewan ini.

Karenanya, untuk kamu yang punya hewan peliharaan di rumah, ingatlah untuk selalu mencuci tangan usai menyentuh binatang kesayangan. Usahakan agar mulut, kulit terluka, atau hidung tak sampai terekspos air liur binatang peliharaan.

Jika kucing atau anjing menderita sakit, jauhkan dari anggota keluarga yang lemah sistem imunnya, contohnya seperti ibu hamil atau para lansia. Beberapa ahli bahkan menyarankan supaya hewan kesayangan tidak tidur di ranjang yang sama dengan pemiliknya.

Tips merawat hewan kesayangan yang masuk angin

Kalau kucing atau anjing kesayangan sakit, maka tips untuk membuatnya merasa lebih baik adalah dengan cara:

  • Membersihkan kandang, tempat makan-minum serta kotorannya secara rutin.
  • Biarkan hewan beristirahat.
  • Pastikan pula binatang favorit tetap terhidrasi.
  • Kamu juga boleh menyalakan humidifier untuk membantunya bernafas lega.
  • Periksakan ke dokter, dan bila perlu lakukan tes darah.
  • Jangan lupa beritahukan dokter, kalau hewan kesayangan sakit, dan kamu juga ikutan sakit, bahkan bila gejalanya berbeda. Dengan begitu, dokter bisa tahu bagaimana cara tepat penanganannya.

Lantas penyakit apa yang justru bisa ditularkan dari hewan ke manusia, atau sebaliknya?

Berikut adalah urutan acak 10 jenis penyakit paling umum:

  1. Cacingan.
  2. Ringworm (kurap, kadas) atau infeksi jamur.
  3. Giardiasis (infeksi usus halus akibat parasit Gardia lamblia) – menyebabkan sakit perut dan diare.
  4. Kriptosporidiosis (diare akibat parasit Cryptosporidium) – umumnya ditularkan melalui kotoran anjing atau air yang sudah terkontaminasi parasit tersebut.
  5. Toksoplasma (disebabkan parasit Toxoplasma gondii yang seringkali hidup dalam usus kucing) – mudah menular ke manusia melalui kotoran, dan sangat berbahaya bagi seseorang yang lemah sistem kekebalan tubuhnya, contoh ibu hamil.
  6. Salmonella – bakteri yang media penyebarannya melalui kotoran atau daging mentah. Walau tak berbahaya, namun dapat menyebabkan sakit perut.
  7. Leptospirosis – umumnya terkait dengan hewan pengerat, terjadi karena infeksi bakteri yang menyerang ginjal. Penyebarannya biasanya karena terekspos urin tikus atau minimnya higienitas.
  8. Kutu – jenis tertentu memicu penyakit Lyme.
  9. Kudis – infeksi kulit akibat tungau.
  10. CSD (Catch Scratch Disease) – kondisi yang muncul ketika bekas gigitan atau cakaran kucing memberikan jalan masuk bagi bakteri Bartonella henselae. Gejala infeksi ini seperti flu dan bengkaknya kelenjar tubuh.

Jadi, sudah jelas ya bahwa hewan peliharaan dan pemiliknya tidak bisa saling menularkan virus masuk angin, ya kecuali H1N1 pada kucing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *