Friday , October 23 2020

Berbahaya! Ini Dia Jenis Olahraga Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Masuk Angin

Memang tak ada aturan baku yang melarang seseorang berolahraga ketika sakit. Namun ketika masuk angin, ada baiknya kamu perhatikan dulu gejala yang dialami. Jika hanya bersin atau hidung meler (gejalanya hanya mengenai bagian leher ke atas) tanpa disertai demam, maka sah-sah saja untuk tetap bergerak aktif. Tapi sebaliknya, kalau gejalanya meliputi demam, lelah, nyeri otot, hingga membengkaknya kelenjar limfa, maka kamu disarankan libur olahraga minimal 2 minggu lamanya.

Walau begitu, hindari juga olahraga intensitas tinggi berikut. Jangan sampai tubuh terlalu lelah atau dehidrasi usai melakukannya sehingga proses kesembuhan jadi tertunda karenanya. Ingatlah bahwa saat masuk angin, sistem kekebalan tubuh sedang berjuang mati-matian untuk sembuh. Dan olahraga berat dapat menurunkan kekuatan kekebalan tubuh.

1. Lari marathon

Katakanlah belakangan ini kamu sedang bersiap untuk lomba marathon, dan tanpa diduga tubuh mendadak masuk angin. Kamu mungkin jadi galau: enaknya lanjut latihan atau tidak ya?! Jawabnya adalah tidak.

Secara umum, olahraga rutin memang baik untuk sistem kekebalan tubuh sehingga menjaganya tetap sehat. Namun di sisi lain, latihan berlebihan dengan intensitasi tinggi justru memberikan efek sebaliknya.

2. Menggunakan mesin di gym

Bila sehari-hari kamu selalu rutin nge-gym, ambillah libur beberapa hari hingga masuk angin sembuh. Kamu tentu tak ingin teman-teman di gym tertular, dan jadi batuk atau bersin juga bukan?!

3. Angkat beban

Wajar bila sakit membuat kekuatan serta performamu menurun, jadi jangan terlalu khawatir soal itu. Jadi sementara waktu, hindari olahraga angkat beban. Terlalu memaksakan diri hanya memperbesar risiko cedera.

Di samping itu, kondisi otot yang tegang ketika mengangkat beban juga bisa menekan sinus dan memperparah gejala sakit kepala. Yang jelas bila ingin tetap melakukannya, jangan pergi ke gym. Lakukan sendiri di rumah agar rekan-rekan di gym tak tertular, dan pilihlah beban dumbell yang jauh lebih ringan ketimbang biasanya.

4. Olahraga tim

Olahraga tim di sini seperti sepakbola, voli, basket, dan sebagainya. Sama seperti nge-gym dan angkat beban tadi, jenis latihan ini juga membuat rekan-rekanmu berisiko tertular gejala masuk angin seperti flu.

5. Olahraga di luar ruangan

Tak mengapa sih bila cuaca di luar mendukung, cerah dan hangat karena paparan sinar mentari pagi. Namun bila suhu di luar dingin, hindari keluar rumah untuk berolahraga. Meski benar bahwa cuaca dingin (1) bukan penyebab masuk angin dan (2) tidak melemahkan sistem kekebalan tubuh. Tapi udara kering dapat mengiritasi saluran pernafasan sehingga memperparah gejala hidung meler, batuk, hingga asma. Jadi kalau kamu sangat sensitif terhadap suhu dingin, sebaiknya hentikan dulu segala aktivitas di luar rumah.

6. Berenang dan bersepeda

Nah kalau 2 cabang olahraga satu ini sih sebenarnya 50-50, antara boleh dan tidak. Beberapa mungkin menjumpai dirinya merasa lebih lega dan berenergi usai melakukannya. Namun ada pula yang sebaliknya, gejala masuk anginnya malah kian menjadi-jadi. Semua itu sesungguhnya tergantung dari kondisi setiap orang, gejala yang dialami, hingga intensitas rutinitas sehari-hari (di kala tidak sakit).

Berenang misalnya, memang sangat menyegarkan dan dapat membantu melegakan pernafasan. Namun beberapa penderita masuk angin mengalami kesulitan bernafas saat melakukannya. Belum lagi jika air kolamnya mengandung klorin, maka itu juga bisa menimbulkan iritasi. Begitu pula dengan bersepeda yang bagi beberapa orang malah memperparah gejala sakit tenggorokan dan hidung meler.

Jadi itulah tadi kawan, beberapa contoh olahraga yang dilarang saat masuk angin.

About megsaroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *