Sunday , October 25 2020

Berbagai Jenis Mainan Gasing

Sepertinya kita sudah sangat familiar dengan kata yang satu ini. Ya, gasing, merupakan salah satu permainan yang dulu sangat tren di kalangan anak-anak terutama anak laki-laki. Mereka biasanya bermain gasing setelah pulang sekolah. Namun, dengan kehadiran gadget dan alat elektronik lainnya seperti laptop, playstation dan sebagainya, ditambah dengan fitur-fiturnya seperti internet, game online dan sebagainya, membuat anak-anak zaman sekarang sudah tidak lagi bermain gasing untuk mengisi waktu luangnya. Seperti apa perjalanan gasing sejak ia diciptakan hingga kini? Apakah gasing memiliki banyak jenis dan variasi? Tahukah Anda kalau gasing juga digunakan sebagai alat ramal dan perjudian?

Gasing merupakan sebuah permainan tradisional yang menurut para arkeolog, adalah permainan tertua di Indonesia. Gasing biasanya terbuat dari kayu dan memiliki titik poros. Jika dimainkan, gasing akan berputar pada titik poros tersebut. Gasing memiliki efek gyroscope, dimana nantinya saat gasing tersebut berputar, ia akan berdiri tegak untuk sementara, setelah itu akan jatuh secara kasar ke permukaan tanah. Gasing bisa dimainkan oleh satu atau dua orang, atau bahkan lebih. Dalam permainan ini, gasing yang pertama roboh disebut hamba, dan gasing yang kedua roboh disebut ratu. Permainan dilanjutkan ke tahap yang berikutnya, yaitu gasing hamba dipukul atau dipangkah oleh gasing kedua, begitu seterusnya hingga gasing pemangkah terakhir. Gasing pemangkah akan diturunkan kedudukannya atau dikenakan denda apabila tidak berputar atau langsung mati saat memukul, sedangkan yang dipukul tetap berputar. Dendanya adalah gasing pemangkah akan berganti kedudukan dengan gasing yang dipangkah. Permainan dihentikan bila sudah ada pemenangnya.

Ada banyak jenis gasing di Indonesia, seperti:

1. Gasing Kayu

Kayu merupakan salah satu bahan baku pembuatan gasing. Kayu yang digunakan biasanya kayu petai cina, rukam, kemining, jeruk dan lain-lain. Bentuk gasing kayu adalah seperti bengkuang. Pada bagian atas dibuat kepala gasing untuk melilitkan tali pemutar gasing, dan di bagian bawah dibuat paku atau besi runcing sebagai taji untuk merusak pertahanan gasing lawan. Gasing kayu biasanya dimainkan di permukaan tanah yang keras.

2. Gasing Paku Berindu

Gasing ini terbuat dari paku bindu (biji pakis), bilah bambu dan pewarna kuning muda. Teknik membuatnya yaitu dengan cara diraut, dikorek dan dilubangi.

3. Gasing Buah Parah

Gasing ini terbuat dari buah parah (biji karet), bilah bambu, pewarna coklat tua dan kuning muda. Sama seperti gasing paku berindu, teknik pembuatan gasing ini adalah dengan cara diraut, dikorek dan dilubangi.

4. Gasing Bambu

Gasing ini terbuat dari bambu dan tali, serta pewarna kuning muda, hijau, merah dan oranye. Teknik pembuatannya yaitu dengan menggunakan gergaji untuk memotong bambu, pisau untuk meraut bilah dan besi panas untuk melubangi bilah tadi.

5. Gasing Pinang

Gasing ini terbuat dari buah pinang dan lidi bambu, serta pewarna coklat tua dan kuning muda. Teknik pembuatannya adalah dengan menggunakan pisau untuk mengupas buah pinang dan meraut lidi bambu serta palu untuk memukul lidi bambu untuk ditancapkan pada pinang.

6. Gasing Alumunium

Gasing ini terbuat dari logam aluminium dan benang serta pewarna putih. Teknik pembuatannya adalah dengan menggunakan paku untuk melubangi lempengan aluminium, palu sebagai alat pemukul agar lempengan aluminium menjadi rata, gunting sebagai pemotong dan batu asahan untuk menajamkan mata gasing.

Walaupun gasing sempat menjadi permainan yang populer, sejarah gasing hingga kini belum diketahui secara pasti. Satu-satunya sumber yang dapat diandalkan adalah dari orang tua-orang tua yang memiliki pengalaman bermain atau membuat gasing tersebut. Kurangnya data membuat asal-usul permainan tradisional ini belum ditemukan. Semoga generasi yang akan datang dapat mengetahuinya, ya.

About Bas