Thursday , October 22 2020

Benarkah Anak Laki-Laki Meniru Perilaku Ayahnya?

Kadang-kadang kita menemukan bahwa kita melakukan hal-hal persis seperti yang dilakukan ayah kita. Perbuatan yang kita yakin tidak akan pernah kita lakukan.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Sejarah lama terulang kembali. Jawabannya adalah kita menyerap sosok ayah ketika kita masih menjadi anak-anak. Beberapa yang terjadi tentang sosok ayah terjadi pada tingkat bawah sadar kita. Sosok ayah kita serap seperti kita menyerap makanan. Kita mengunyah makanan sampai hancur, dan makanan tersebut menjadi bagian dalam tubuh kita, seperti sosok ayah yang kita lihat setiap hari di rumah. Hampir semua orang tua menyadari bahwa anak-anak lebih cenderung meniru perilaku mereka daripada nasihat mereka.

Beberapa perilaku ayah yang sering kita jumpai adalah sebagai berikut:

Ayah Pahlawan

Bagi anak laki-laki, seorang ayah adalah pahlawan. Kehadirannya lebih sedikit dibandingkan ibu. Kemunculan dan kehadiran ayah terasa lebih khusus dan menyenangkan. Jika ayah kerap ke luar kota dan bepergian, dia punya banyak kisah untuk bahan cerita anak-anaknya. Bahkan ketidakhadiran ayah kerap memunculkan mitos yang lebih hebat, meskipun pada anak laki-laki perasaan itu dibarengi dengan rasa tidak aman dan merasa terabaikan.

Ayah yang Lemah

Banyak laki-laki yang tunduk kepada atasan, teman, orang tua, atau kepada orang asing. Sosok ayah yang selalu tunduk kepada istrinya bisa menyulitkan anak laki-laki mereka untuk tumbuh menjadi laki-laki yang tegas dan tangguh. Anak laki-laki tersebut tumbuh dan menyaksikan ketergantungan dan ketidakberdayaan. Anak laki-laki yang menyaksikan ayahnya sebagai “suami takut istri” seringkali memendam rasa bahwa pria adalah pelayan wanita.

Ayah dengan Luka Batin

Anak laki-laki yang mengamati ayah mereka sebagai sosok yang tidak berdaya dan lemah, seringkali mengembangkan rasa malu sebagai pria. Sang anak menyerap rasa sakit ayahnya sebagai rasa sakitnya sendiri. Peran utamanya adalah bertanggungjawab mencari nafkah keluarga, bekerja dan melayani perempuan

Ayah yang Pemarah

Surve menunjukkan bahwa banyak pria merasa kecewa dan mereka sering mengungkapkan rasa marah daripada rasa sayang kepada anak-anaknya. Anak-anak pun berharap bahwa ayahnya tidak terlalu pemarah. Pria yang dibesarkan oleh ayah yang suka menghakimi cenderung mengembangkan citra diri yang rendah. Karena seringnya dicemooh saat mereka masih kanak-kanak, pria seperti ini tumbuh dengan perasaan bahwa mereka tidak akan pernah bisa memenuhi harapan ayah mereka.

Setelah dewasa mereka akan menyerap sikap-sikap si ayah yang selalu marah dan menghakimi. Hal yang mengendap dalam jiwa mereka sebagai orang dewasa adalah komentar dan kritik yang terus menerus ditujukan kepada diri mereka maupun kehidupan secara umum. Pada akhirnya anak laki-laki akan meniru perilaku ayahnya yang cerewet, selalu mementingkan hak-hak pribadi di atas kepentingan keluarga.

About Bas