Wednesday , October 21 2020

Viral, Mata Buta! Bahaya Menatap Layar hp Terlalu Lama

Mata Jadi Rusak Bahkan Buta

Akibat Menatap Layar hp Terlalu Lama

Apakah kamu termasuk salah satu orang yang enggak bisa hidup tanpa ponsel? Faktanya keberadaan ponsel saat ini memang tak bisa dipisahkan dari masyarakat. Hampir setiap orang selalu membawa ponsel kemanapun ia pergi. Bahkan tidur pun juga ditemani ponsel. Well, cukup miris sih.

Apabila kamu juga memiliki kebiasaan tersebut mending cepat-cepat dirubah ya. Karena terlalu menatap layar ponsel enggak baik bagi kesehatan mata. Hal ini terbukti dari adanya beberapa kasus dimana seseorang mengalami gangguan penglihatan akibat bermain ponsel melebihi batas wajar. Diantaraya yang sempat viral yaitu:

  1. Gadis Tiongkok Terdiagnosis Glaukoma Karena Kecanduan Nonton Film Korea

Beberapa bulan lalu, warganet sempat dihebohkan dengan berita gadis asal Tiongkok yang terdiagnosis penyakit glaukoma akibat kecanduan nonton film Korea. Doi mengaku menatap layar tabletnya sekitar 18 jam perhari. Dan mengerikannya lagi, doi nonton dalam ruangan gelap tanpa lampu.

Kebiasaan tersebut lantas membuat matanya mendadak sakit. Doi juga merasakan sakit kepala. Setelah diperiksakan ke dokter ternyata didiagnosis menderita glaukoma, yakni kerusakan saraf optik di mata. Kondisi ini dapat berisiko menimbulkan kebutaan. Namun untungnya, gadis tersebut cepat memperoleh penanganan dari dokter.

 

  1. Gadis China Mengalami Buta Sebelah Akibat Terobsesi Game di Ponsel

Belum selesai dengan kasus diatas, kira-kira seminggu lagu netizen kembali terkejut dengan berita viral gadis di China yang mengalami buta akibat main game tanpa henti di ponsel. Menurut penuturan gadis tersebut, ia sangat terobsesi terhadap game King of Glory. Jika sudah bermain maka bisa berlangsung seharian.

Ini terus terjadi hingga akhirnya ia merasakan hal tak wajar pada mata kanannya yang mendadak jadi rabun dan gelap. Setelah diperiksakan ke dokter, ia didiagnosis mengidap oklusi arteri retina. Dan ini menyebabkan ia kehilangan penglihatannya pada mata sebelah kanan.

 

Penelitian: Pengaruh Bermain Ponsel Terlalu lama Terhadap Organ Penglihatan

Sebenarnya dari 2 kasus diatas sudah cukup membuktikan bahwa menatap layar ponsel terlalu lama itu gak baik untuk kesehatan mata. Namun untuk menguat pendapat tersebut, kita bisa mengkaji dari penelitian-penelitian dibawah ini.

  • Penelitian Scientific American mengungkapkan bahwa menatap layar ponsel atau komputer terlalu lama dapat menyebabkan gejala mata lelah (eye strain). Apabila kondisi ini terus-menerus terjadi maka efeknya otot-otot mata menjadi terlalu tegang, sehingga meningkatkan risiko glaukoma atau kerusakan saraf optik. Kondisi tersebut sangat berbahaya. Bahkan dalam keadaan lebih parah dapat menyebabkan kebutaan.
  • Penelitian yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine juga memaparkan bahwa kebiasaan bermain ponsel di ruangan gelap dapat mengganggu organ penglihatan. Hal ini dikarenakan efek cahaya radiasi dari layar yang memapari mata secara langsung, sehingga terjadinya gejala-gejala tak wajar. Untuk tahap awal mungkin penderitanya akan mengalami rabun. Kemudian lama-kelamaan ini dapat menyebabkan kerusakan kornea  mata yang memicu pada kebutaan.
  • Kedua penelitian diatas didukung oleh pendapat dari seorang dokter di Rumah Sakit Mata Moorfield, London. Yakni Dr. Omar Mahroo yang mengatakan bahwa berlebihan menatap layar gadget akan menimbulkan dampak kerusakan kornea. Hal ini memang tidak terjadi secara serta-merta. Namun bertahap. Dan biasanya gejalanya baru tampak sekitar 12-15 bulan sejak kebiasaan buruk tersebeut dimulai.

 

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui kan bahwa bermain handphone (hp) ponsel atau menatap laptop terlalu lama itu enggak bagus buat kesehatan mata. Maka itu, sebisa mungkin kurangi deh kebiasaan menonton layar terlalu lama. Apabila itu berhubungan dengan pekerjaanmu dan tidak bisa ditinggalkan maka cara untuk menyiasatinya adalah dengan meningkatkan konsumsi makanan yang tinggi vitamin A dan gunakan kacamata anti radiasi.

About Bas