Thursday , October 22 2020

Kebanyakan Micin/Vetsin/MSG Pada Makanan, Bahaya atau Aman Untuk Kesehatan?

Berbicara tentang micin, penggunaan untuk masakan memang sudah tak asing lagi. Dari masakan rumahan hingga restoran tak sedikit yang memanfaatkan micin sebagai penyedap rasa. Selain dari itu, micin juga umum ditambahkan pada makanan kemasan. Jenis micin yang paling sering digunakan adalah MSG atau Monosodium Glutamat.

Nah, pengonsumsian micin ini dianggap berbahaya bagi kesehatan. Tak sedikit orang yang mengatakan bahwa micin bisa menyebabkan daya kerja otak melemah, sehingga jika dikonsumsi terus-menerus akan membuat bodoh. Namun benarkah hal tersebut?

Berikut penjelasan lengkap tentang penggunaan micin pada makanan. Apakah aman ataukah memang berbahaya? Simak langsung ulasan dibawah ini!

Pengertian dan Asal Usul Micin

Micin dikenal sebagai vetsin atau MSG (Monosodium Glutamat).  Menurut wikipedia, MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat yang merupakan bentuk asam amino non esensial. Sebenarnya asam glutamat juga diproduksi secara alami oleh tubuh. Selain itu juga ditemukan pada makanan, seperti ikan, susu, telur, keju, daging, sayuran, tebu dan tomat. Fungsi micin sendiri adalah sebagai penyedap tambahan agar makanan terasa lebih gurih dan enak.

Micin atau MSG pertama kali ditemukan pada tahun 1908 oleh seorang profesor dari Jepang bernama Kikunae Ikeda. Beliau mengisolasi asam glutamat dari ganggang laut Laminaria Japonica atau yang biasa disebut rumput laut jepang. Asam glutamat ini memiliki perpaduan rasa asam, asin dan agak pahit.

Dari penelitian tersebut, beliau juga melakukan isolasi terhadap garam-garam glutamat yang lain. Dan yang paling sedap rasanya adalah sodium glutamat. Dengan demikian, beliau lalu mematenkan asam glutamat sebagai penyedap rasa MSG. DI tahun 1912, MSG diproduksi besar-besaran oleh perusahaan Jepang bernama Ajinomoto yang hingga saat ini masih marak beredar. Sedangkan di Indonesia, MSG diperoleh dari hasil samping penggilingan gula yang berasal dari tetes tebu.

 

Amankah Penambahan Micin pada Makanan?

Desas-desus yang sering beredar di masyarakat mengatakan bahwa mengonsumsi micin bisa menyebabkan bodoh hingga gangguan kesehatan. Benarkah hal itu?

Faktanya, menurut pakar lembaga kesehatan mulai dari WHO (World Health Organization), FAO (Food and Agriculture Organization), FDA-USA (Food and Drug Administration) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menyatakan bahwa MSG adalah zat aditif yang aman untuk dikonsumsi dalam batas wajar. Sebab pada dasarnya MSG diproduksi dari bahan yang tak berbahaya, yakni tepung tapioka yang diolah dengan proses fermentasi mikroba.

 

Efek Samping Pengonsumsian Micin

Walaupun pengonsumsian micin dalam batas wajar dikatakan aman. Namun terdapat beberapa laporan yang mengatakan bahwa micin bisa menimbulkan efek samping. Sebagaimana studi yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine di tahun 1968, dijelaskan bahwa pengosumsian MSG bisa memicu gejala Chinese Restaurant Syndrome. Yakni suatu kondisi dimana penderitanya mengalami pusing, mual, otot terasa tegang, jantung berdebar dan nyeri dada . Hal ini bisa terjadi pada seseorang yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap penyedap makanan aditif. Namun demikian, badan penelitian American College of Allergy justru mengungkapkan bahwa MSG bukanlah zat pemicu alergi.

Pengonsumsian micin dalam jangka panjang juga tidak direkomendasikan, sebab bisa meningkatkan risiko obesitas dan hipertensi. Sedangkan untuk efek “bodoh”, hingga saat ini belum ditemukan penelitian keterkaitan antara pengonsumsian MSG dengan dampak kerusakan saraf otak.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan pada Penambahan Micin

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengonsumsian MSG tidak boleh berlebihan. Pengonsumsian micin dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko obesitas dan hipertensi. Selain itu juga menyebabkan sakit kepala dan mual bila dosisnya terlalu tinggi. Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, batas aman pengonsmsian MSG sehari adalah sekitar 30 milligram per berat badan.  Umumnya MSG dengan kadar tinggi ditemukan pada makanan kemasan dan cepat saji.

Jadi itulah penjelasan tentang aman tidaknya konsumsi micin bagi kesehatan. Walaupun belum ada penelitian yang menjelaskan gamblang bahwa micin itu berbahaya, namun alangkah baiknya jika kamu membatasi konsumsi micin. Sebab bagaimanapun juga zat aditif itu tidak sehat bila dikonsumsi berlebihan.

About Bas