Wednesday , October 28 2020

Simak 6 Risiko Bahaya ini Jika Kamu Suka Makan Gorengan

Bahaya Makan Gorengan

 

Sudah banyak artikel yang membahas tentang bahaya mengkonsumsi gorengan atau semua makanan yang digoreng. Kali ini kita akan mempertegas ulang bahwa terlalu sering makan gorengan itu memang tidak baik untuk kesehatan. Walaupun cita rasa gorengan gurih dan bikin nagih, tapi efeknya bisa memicu bermacam-macam penyakit, mulai dari obesitas hingga stroke.

Hal ini dikarenakan gorengan tersebut diolah dengan minyak ataupun mentega. Kedua bahan ini mengandung lemak tak sehat dalam kadar tinggi. Sehingga bisa membahayakan kesehatan.

Nah berikut ini risiko mengerikan dibalik kenikmatan gorengan!

6 Bahaya Jika Kamu Suka Makan Gorengan

1. Bikin Cepat Gemuk, Bahkan Obesitas

Bahaya pertama bila kamu sering mengonsumsi gorengan yakni badanmu jadi cepat gemuk. Namun gemuknya bukan gemuk sehat. Melainkan dikarenakan penumpukan lemak dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh. Dalam kurun waktu lama, kondisi tersebut bisa saja membuatmu obesitas. Terlebih lagi jika kamu tidak pernah olahraga.

Kamu hari tahu bahwa dalam satu gorengan biasanya mengandung sekitar 200 kalori. Jika kamu makan 5 gorengan itu sudah mencapai 1000 kalori. Belum lagi kamu masih makan nasi dan sebagainya. Padahal kebutuhan kalori tubuh harian hanya berkisar 1800-2200 kalori.

So, kamu bisa ngebayangin sendiri kan, gimana gorengan bisa bikin cepat gemuk?

 

2. Menaikkan Kadar Kolesterol

Naiknya kadar kolesterol dalam tubuh bukan sekedar dipicu oleh konsumsi daging atau telur. Ternyata gorengan juga menjadi sumber kolesterol. Bahkan kolesterol yang ada dalam gorengan adalah kolesterol jahat (LDL).

Apabila kadar kolesterol LDL dalam tubuh berlebihan, ini bisa menyumbat pembuluh darah. Sehingga akibatnya sirkulasi darah jadi tidak lancar sehingga berpengaruh terhadap fungsi kerja organ-organ vital. Ciri seseorang yang menderita kolesterol tinggi biasanya sering merasakan sakit di kepala bagian belakang, mudah nyeri leher, otot kaki terasa lemah, sering kesemutan, kelelahan berlebihan dan emosi tidak stabil.

 

3. Meningkatkan Risiko Penyakit Diabetes

Pengonsumsian gorengan dalam jangka panjang bisa memicu penyakit diabetes mellitus tipe 2. Menurut penelitian, seseorang yang makan gorengan setiap hari maka risiko peningkatan diabetes bisa mencapai sekitar 50%.

Hal ini tentu tak boleh diremehkan sebab diabetes bukanlah penyakit ringan. Menderita diabetes bisa memperlama sembuhnya luka, membuat wajah jadi kurus dan tampak tua,  bahkan mengancam nyawa.

 

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Bahaya mengonsumsi gorengan yang tak kalah mengerikan adalah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Pernyataan ini sudah dibuktikan berkali-kali dalam berbagai macam studi di dunia.

Ketika kamu mengonsumsi gorengan secara terus-menerus, kadar kolesterol dan lemak dalam darah akan meningkat. Lama-kelamaan keduanya membentuk plak di dinding pembuluh kapiler sehingga menyebabkan aliran darah terganggu. Apabila asupan darah menuju jantung tidak cukup maka kerja jantung juga akan melemah. Akibatnya suplai darah untuk ke otak pun juga turut berkurang. Inilah yang kemudian menyebabkan stroke.

 

5. Memicu Gangguan Cerna Hingga Kanker Usus

Gorengan juga memiliki dampak buruk terhadap organ pencernaan. Minyak yang digunakan untuk menggoreng berkali-kali akan berubah menjadi toksin. Sehingga bisa meracuni tubuh dan membunuh bakteri baik dalam usus.

Lemak pada gorengan juga mengganggu proses metabolisme dan pencernaan. Apabila kamu mengkonsumsinya dalam jangka waktu lama maka kebiasaan itu akan membahayakan kesehatan organ cerna, bahkan memicu kanker usus.

 

6. Bikin Jerawatan

Kalau kamu ingin punya wajah mulus tanpa jerawat lebih baik batasi konsumsi gorengan. Makanan yang digoreng mengandung minyak dan lemak dalam kadar tinggi. Efeknya bisa membuat kulitmu jadi tidak sehat dan rentan berjerawat.

Jadi itulah beberapa bahaya jika kamu suka makan gorengan. Nah, gimana nih, masih mau makan gorengan setiap hari? Pikirkan sekali lagi ya! Ingat jaga kesehatan dari muda jika kamu ingin masa tuamu tetap sehat.