Saturday , October 24 2020

Awas! ini Bahaya Dari Cara Gosok Gigi yang Salah

Aturan Gosok Gigi Yang Keliru Menimbulkan Bahaya

Menggosok gigi adalah salah satu rutinitas harian yang enggak boleh ditinggalkan. Sebab malas gosok gigi bisa menyebabkan berbagai masalah. Mulai dari bau mulut, gigi berlubang hingga gangguan organ jantung. That’s why, untuk mencegahnya kita dianjurkan menggosok gigi paling tidak 2 kali dalam sehari.

Namun tahukah kamu, menggosok gigi juga ada aturannya. Awas!!!! Enggak boleh sembarangan lho. Menggosok gigi dengan cara yang salah bisa menyebabkan penyakit berbahaya. Serius, kamu benar-benar tidak boleh menyepelekan hal ini, gengs!

So, inilah beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat menggosok gigi serta bahayanya!

1. Menggosok secara horizontal dan terlalu keras

Coba ingat-ingat, bagaimana cara kamu menyikat gigi selama ini? Apakah secara lurus horizontal? Dan apakah kamu menyikat dengan keras? Jika iya, maka kamu telah melakukan tindakan yang salah besar! Cara menggosok gigi yang benar adalah membentuk sudut 45 derajat dan dengan gerakan memutar. Selain itu, kamu juga harus menyikat secara lembut. Kemudian pastikan menjangkau seluruh area gigi.

Bahaya: Menyikat gigi yang terlalu keras bisa menyebabkan terkikisnya lapisan enamel gigi. Enamel adalah pelindung dentin dan saraf-saraf gigi bagian dalam. Apabila enamel menipis maka penderitanya akan merasakan ngilu dan nyeri yang tak tertahankan. Buruknya lagi, enamel tidak bisa bergenerasi. Biasanya alternatif untuk mengatasi enamel yang menipis adalah dengan ditambal. Dan jika sudah parah diperlukan operasi pembedahan untuk memindahkan gusi dari tempat lain kebagian enamel yang menipis.

2. Menggosok gigi setelah makan

Mungkin kamu berpikir bahwa menggosok gigi setelah makan itu tindakan yang benar. Padahal enggak. Sangat tidak dianjurkan menggosok gigi setelah makan. Kamu cukup berkumur dengan air putih untuk menghilangkan sisa-sisa makanan. Sedangkan untuk menyikat gigi adalah 20-30 menit setelah mengkonsumsi makanan.

Bahaya: Kenapa tidak boleh menggosok gigi setelah makan? Karena setelah makan, air liur memproduksi enzim yang membantu proses pencernaan. Jika kamu memaksa menggosok gigi maka mekanisme tersebut akan terganggu.

Selain itu, pH air liur juga turun menjadi sangat asam. Apabila kamu  melakukan proses sikat-menyikat, maka kadar asam dalam mulut akan meningkat dan menyebar sehingga menyebabkan pengikisan enamel dan mendorong pembusukan gigi.

3. Tidak memperhatikan bulu sikat gigi

Ketika membeli sikat gigi, hal yang wajib kamu lihat adalah bulu sikat tersebut. Jangan sekali-kali membeli sikat gigi dengan bulu yang kasar. Sebaliknya, carilah sikat dengan bulu halus karena ini dapat membantu menjangkau sela-sela gigi dan meminimalisir risiko cedera.

Bahaya: Menggunakan sikat dengan bulu kasar dan berukuran besar sangatlah tidak efektif. Sikat tersebut tidak bisa menjangkau seluruh area gigi, sehingga menimbulkan risiko terbentuknya plak di sela-sela sempit. Selain itu, sikat yang kasar juga bisa mencederai gusi dan merusak enamel. Jadi sebaiknya dihindari saja.

4. Tidak menggosok lidah

Apakah kamu berpikir bahwa menggosok gigi saja sudah cukup menjaga kesehatan mulut? Faktanya tidak demikian. Lidah pun juga perlu dibersihkan. Sebab lidah juga bisa menjadi media perkembangan bakteri. Maka itu, setelah menggosok gigi, pastikan kamu menggosok pula lidahmu secara lembut.

Bahaya: Apabila kamu tidak menggosok lidah, maka bakteri di lidah bisa berkembang makin pesat. Bakteri ini bisa memicu bau mulut. Bisa juga terlarut dalam air liur (saliva) kemudian menginfeksi gigi bahkan masuk dalam organ pencernaan.

 

Jarang mengganti sikat gigi

Hayo, sudah berapa lama kamu tidak mengganti sikat gigimu? Para ahli medis menyarankan untuk mengganti sikat gigi paling tidak 3-4 bulan sekali. Tindakan ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan mulut dan gigi.

Bahaya: Sikat gigi adalah media yang rentan terkontaminasi oleh bakteri. Sebab sikat ini digunakan untuk menggosok gigi, yang mana bakteri dari gigi bisa berpindah ke bulu-bulu sikat. Terlebih lagi jika penderitanya mengalami gigi berlubang atau memiliki plak, maka risiko sikat terkontaminasi lebih besar. Hanya dengan mencucinya dengan air putih tidak bisa mensterilisasi sikat hingga benar-benar bersih. Maka itu kamu harus rajin mengganti sikat gigimu.

Nah, demikianlah beberapa kesalahan dalam menggosok dan merawat kesehatan gigi beserta bahaya yang ditimbulkanya. Semoga info ini dapat bermanfaat.  Dan yang terpenting, jangan lupa untuk selalu memeriksakan kondisi gigi ke dokter setidaknya 6 bulan sekali.

About Bas