Saturday , October 24 2020

Bagaimana Supaya Anak Tidak Berbohong

Kita tidak pernah mengharapkan anak kita bisa membaca dalam waktu semalam. Kita mengharapkan mereka untuk belajar bersikap jujur dengan cepat. Namun seperti membaca, sikap jujur adalah proses belajar. Beberapa anak dapat mempelajarinya dengan cepat daripada anak lain. Kebenaran adalah kata yang abstrak, dan untuk mengerti mana yang benar, dia harus mengkategorikan sifat abstrak yang lain seperti membesar-besarkan, berkhayal, dan berbohong.

Sampai anak berusia 10 tahun atau lebih, satu-satunya alasan mereka mengatakan kejujuran saat mereka berada dalam masalah adalah karena mereka tahu Anda akan lebih marah jika mereka berbohong. Di kemudian hari mereka belajar untuk bersikap jujur karena hal itu memang pantas untuk dilakukan.

Contoh :

Sepulang berbelanja dari mini market, Ibu Queency meletakkan belanjaan dan kue-kue di atas meja. Di sana juga terdapat kue lapis legit untuk bingkisan teman ibu yang sedang sakit. Queency mengamati sekeliling, memastikan tidak ada orang yang melihat, lalu dengan cepat dihabiskannya kue lapis itu dengan segera. Kemudian Ibu Queency datang, ia melihat kue lapis yang ia beli sudah habis tak tersisa. Kemudian ia melihat anaknya, ada bekas kue lapis pada bibir dan pipi anaknya.

  • “Queency, Siapa yang menghabiskan kue lapis di atas meja?”
  • “Tidak tahu bu,”jawab Queency sigap.
  • “Berani betul kamu berbohong!
  • ”Aku benar-benar enggak tahu bu.”jawab Queency.
  • “Di rumah ini tidak ad orang lain lagi kecuali kamu dan ayam kate di depan.”jawab Ibu.

Queency tak dapat menjawab lagi dengan segala bentuk amarah dan omelan bertubi-tubi dari ibunya.

Berdasarkan ilustrasi di atas, setiap kebohongan yang dilakukan oleh anak adalah sesuatu yang sangat menjengkelkan. Mengapa anak berbohong?Anak berbohong disebabkan orang tua mencegah anak untuk menceritakan hal yang sebenarnya. Jika berkata jujur ia akan dimarahi, dicubit, sedangkan jika tidak berkata jujur ia akan selamat sesaat.

Contoh lainnya : Jika Queency mendapat ulangan pelajaran Bahasa Indonesia 5 pasti dimarahi, namun dengan sedikit rekayasa dusta ia mengatakan hasil ulangannya 8, pasti ia selamat (meskipun tersiksa di dalam hati).

Dari contoh kedua dapat disimpulkan, jujur membuat anak dimarahi, sedangkan berbohong mendatangkan sesuatu yang menyenangkan. Pengalaman mengajarkan kepada seorang anak bahwa ibu mencintai anaknya yang berbohong.

Bila orang tua menghendaki anak-anaknya berkata jujur, maka orang tua harus bersedia mendengarkan kebenaran yang pahit atau apa pun fakta yang diungkapkan oleh anaknya. Janganlah membuat anak-anak takut berkata jujur. Berbohong adalah senjata anak-anak untuk membela diri di saat terdesak…the art of kepepet.

Satu cara yang baik untuk mengajarkan anak bersikap jujur adalah dengan membiarkan dia melihat Anda bersikap jujur. Jangan membatalkan janji karena alasan sakit (padahal Anda tidak sakit), jangan meminta dia mengatakan pada penelpon bahwa Anda tidak ada di rumah (padahal Anda sedang tidak ingin menerima telepon dari penagih hutang).

Cara lain untuk mengajari dia bersikap jujur adalah dengan memuji dia karena telah bersikap jujur ketika mengakui kesalahannya dan kemudian dengan tenang berfokus pada solusi atau mencari jalan keluar. Hindari mendorong dia pada situasi yang mendesaknya harus berbohong untuk menghindari rasa malu, rasa bersalah, rasa minder, atau mengelak dari hukuman. Tunjukkan pada anak bahwa dia akan selamat jika dia mengatakan kebenaran.

About Bas