Saturday , October 24 2020

Awas Siapa Saja Bisa Terserang Glaukoma

Glaukoma adalah sang pencuri penglihatan nomor dua setelah katarak di Indonesia.Glaukoma merupakan kelompok penyakit saraf mata (saraf optic) yang kronik dan progresif dengan faktor risiko utamanya adalah tekanan bola mata yang tinggi.

Tekanan bola mata yang tinggi terbentuk dari cairan di dalam bola mata yang bernama akuos humor. Cairan ini dibentuk dalam organ bagian mata yang disebut badan siliar. Cairan tersebut keluar dari dalam bola mata melalui jaring-jaring pada bilik mata depan yang disebut dengan anyaman trabekulum.

Gangguan pembentukan dan pengeluaran cairan inilah yang menyebabkan terjadinya tekanan bola mata yang tinggi. Bahayanya kebutaan pada Glaukoma tidak dapat disembuhkan namun ada beberapa cara mencegah dengan mengontrol faktor risiko.

Berikut adalah faktor resiko dari Glaukoma yang perlu Anda ketahui:

  • Berumur diatas 40 tahun.
  • Memiliki riwayat anggota keluarga yang terkena Glaukoma.
  • Memiliki tekanan bola mata yang tinggi.
  • Pemakaian steroid dalam jangka panjang dan terus menerus (obat tetes mata, inhaler asma, dan obat radang sendi).
  • Penderita myopia (kacamata minus) dan hipermetropia (kacamata plus) yang tinggi.
  • Pernah mengalami trauma pada mata.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus, hipertensi, dan migrein.

Adapun gejala yang akan timbul sebelum mengalami tekanan bola mata yang tinggi adalah sebagai berikut:

  • Tajam penglihatan menurun.
  • Tampak pelangi jika melihat lampu.
  • Sakit kepala.
  • Mual terkadang disertai muntah.

Jika menemui gejala seperti diatas, segeralah Anda menemui dokter spesialis mata yang mampu menolong dan mencegah dari faktor resiko terkena Glaukoma.

About Bas