Awal Mula dan Macam-Macam Kain Denim

Boleh dibilang hampir semua orang di dunia ini pasti punya minimal 1 item yang terbuat dari bahan denim, apakah itu celana, rok, atasan, terusan, rompi, jaket, tas, atau lainnya. Ya, denim atau yang lebih dikenal dengan istilah jeans memang sudah jadi ikon busana dunia sejak lama.

Asal Mula Kain Denim

Padahal awal mulanya dulu, denim hanya dipakai oleh pekerja tambang saja, mengingat teksturnya yang kasar. Denim sendiri terbuat dari katun twill, jenis katun tebal, awet, mudah dicuci, dan lebih tipis serta lebih halus ketimbang karpet.  Pertama-tama, denim hanya diluncurkan dengan warna indigo saja, namun seperti kita ketahui sekarang, sudah ada banyak warna bahan ini seperti hitam, abu, putih, coklat, biru, dan lain sebagainya.

Daerah yang membuat celana berbahan denim pertama kali adalah Genoa Italia. Lantas mengapa denim kemudian lebih populer disebut jeans?

Istilah jeans sebenarnya berasal dari merk produk celana berbahan denim miliki Genoa tadi. Namun pembelinya pada waktu itu yang notabene orang Perancis lebih terbiasa menyebut celana Genoa dengan kata “Genes”. Sedangkan warga Inggris menyebutnya dengan “Jeans”. Maka dari itu, tak heran bila masyarakat tanah air menyebut bahan denim dengan istilah “jeans”.

Popularitas denim meningkat ketika James Dean dan Marlon Brando mengenakan celana berbahan ini dalam sebuah film Hollywood tahun 1950 an. Selain itu, penyanyi legendaris Elvis Presley juga melakukan hal yang sama. Nah, dari situlah banyak orang, terkhususnya kaum remaja, kemudian menggilai item busana tersebut.

Di Amerika sendiri, tepatnya sekitar abad ke-19, bahan jeans yang masih menggunakan bahan katun dan wol, atau kombinasi linen lebih diberdayakan untuk bahan kanvas, keperluan rumah tangga, maupun tenda. Salah satu pengusaha tenda yang terkenal pada masa itu adalah Levi Strauss, seorang imigran asal Jerman.

Seorang konsumen kemudian mengatakan pada Levi bahwa dibanding tenda, kebutuhan celana untuk bekerja di tambang sebenarnya lebih besar. Sejak itu, Levi kemudian mencoba membuat celana dari bahan jeans. Memang awal mulanya, produk jeans buatannya terlalu kaku sehingga mengundang komplain karena sampai melukai pemakainya.

Guna memperbaiki kualitas produknya, Levi kemudian mengimpor kain Serge de Nimes tadi. Nama denim kemudian dicuplik dari Nimes (Serge De Nimes) yang kemudian disingkat menjadi Denim.

Macam-macam Kain Denim

Sama seperti kain lainnya, denim atau jeans juga beragam jenisnya, tergantung dari proses pembuatannya maupun tebal-tipisnya. Berikut adalah macam-macam kain denim:

Kain Denim Dry/ Raw

Sesuai istilahnya, denim ini tidak melalui proses pencucian usai diwarnai/ dicelup. Karenanya, karakteristik kainnya agak kasar. Namun kelebihannya adalah warnanya juga lebih intens ketimbang kain denim yang sudah dicuci.

Kain Denim Prewash

Kain ini sudah mengalami proses pencucian sehingga tekstur kainnya jauh lebih lembut, Kekurangannya mungkin pada warnanya yang agak luntur sedikit akibat proses pencucian tadi.

Kain Denim Selvage/ Selvedge

Jenis denim satu ini mewakili bahan denim yang bagian pinggirannya sudah dirapikan.

Kain Denim Colored

Bicara soal denim beraneka warna, ada 2 teknik untuk mewarnai bahan ini:

  • Tradisional (indigo dyeing) – hanya untuk memberi warna biru pada jeans.
  • Sulfur – memberikan warna lain di luar biru tadi.

Selain dari prosesnya, kain denim juga dapat dibedakan dari tebal-tipisnya. Semua ini ternyata tergantung dari banyak-sedikitnya oz pada bahan denim. Semakin kecil kadar oz-nya otomatis, bahan kian ringan, tipis, dan juga lemas, begitu juga sebaliknya.

Jadi itulah tadi sedikit ulasan mengenai awal mula dan macam-macam kain denim. Semoga menambah wawasan kawan semua.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *