Tuesday , October 20 2020

Apa yang Akan Terjadi Bila Kamu Berhenti Makan? Sains Menjawabnya!

Selain oksigen, tubuh manusia juga memerlukan asupan makanan untuk bertahan hidup. Mengurangi atau berhenti mengonsumsi makanan memang tidak akan membuatmu meninggal seketika. Sebab di dalam tubuh tersimpan lemak yang berguna sebagai cadangan makanan dan energi.

Namun secara perlahan, dalam jangka waktu cukup lama, berangsur-angsur tubuh akan semakin melemah dan rentan terserang penyakit. Bahkan hidupmu pun berisiko mendekati maut. Tentunya hal itu sangat mengerikan, Gengs!

Nah, berikut penjelasan secara sains tentang apa yang akan terjadi bila tubuh berhenti memperoleh asupan makanan. Simak yuk!

  1. Berhenti Makan Selama 6 Jam: Tubuh Terasa Lemas

Kamu pasti pernah ya tidak makan selama 6 jam? Ya, kondisi dapat terjadi tatkala Kamu sedang berpuasa. Tentunya hal ini tidaklah berbahaya sebab tubuhmu masih menyimpan cadangan senyawa sumber energi, seperti glukosa dan lemak.

Pada tahap ini, tubuh akan memecah glikogen menjadi glukosa untuk menghasilkan energi. Proses ini akan terjadi secara terus-menerus, sehingga bila Kamu tetap nggak makan, maka lama-kelamaan cadangan glikogen bisa saja habis. Jika hal ini terjadi maka badan akan lemas dan Kamu pun cenderung mudah terbawa emosi.

  1. Berhenti Makan Selama 6-72 Jam: Kerja Otak Mulai Terganggu

Ketika Kamu tidak mengonsumsi apapun lebih dari 24 jam, maka tubuhmu akan semakin melemah karena kekurangan asupan karbohidrat. Kondisi ini membuat tubuh mengalami reaksi ketosis. Yakni kondisi dimana tubuh memanfaatkan cadangan lemak untuk diubah menjadi energi. Biasanya reaksi ini direspon oleh otak, sebab lemak tak bisa dialirkan lewat pembuluh darah.

Namun sayang, otak tidak mendapatkan suplai yang cukup dari energi tersebut. Kira-kira hanya 75% saja. Dan hal ini membuat berkerja otak menjadi kurang optimal.

  1. Berhenti Makan Lebih dari 72 Jam: Terjadi Penghancuran Massa Otot

Setelah 72 jam berlalu, kini tubuhmu tidak memiliki cadangan glukosa ataupun lemak. Kondisi ini membuat Kamu jadi rentan stres dan badan juga terasa sangat lemas. Pada akhirnya, otak pun akan merangsang pemecahan protein pada otot untuk  diubah menjadi energi.  Tentunya proses ini berdampak negatif, namun tubuh tetap berusaha melakukan apapun demi kelangsungan hidupmu tanpa memandang baik atau buruk.

Dalam tahap ini, biasanya seseorang akan mengalami penurunan libido karena suplai energi yang berkurang. Selain itu, juga berefek pada terganggunya siklus menstruasi.

  1. Berhenti Makan Selama 1-2 Minggu: Risiko Gangguan Kardiovaskular

Selang 1- 2 minggu kemudian, tubuh masih tetap berusaha menghasilkan energi dari sisa-sisa glukosa, lemak dan protein pada otot. Namun tentu saja, asupan energi tersebut tidak memenuhi standar, sehingga membuat tubuh semakin melemah. Bahkan Kamu jadi rentan terserang penyakit, sebab Kamu kekurangan vitamin yang mana itu akan menurunkan sistem imun tubuh.

Selain itu, tidak adanya asupan cairan sama sekali juga membuatmu mengalami dehidrasi parah.

Semua kondisi tersebut berpotensi menurunkan sistem kerja organ-organ tubuh. Kamu pun berisiko mengidap ganggaun anorexia, jantung, dan berbagai penyakit lain terutama yang berkaitan dengan kardiovaskular.

  1. Nggak Makan 3 – 10 minggu: Risiko Kematian

Lebih dari 3 minggu tanpa asupan makanan akan membuatmu terancam ke ujung kematian. Energi tubuh habis, sementara organ-organ tak bisa lagi bekerja optimal. Pada akhirnya, Kamu pun tak akan bisa bertahan hidup.

Kondisi ini pernah terjadi di Irlandia pada tahun 1981 silam, dimana banyak penduduk mati dikarenakan kelaparan jangka panjang. Namun begitu, lamanya seseorang bisa bertahan tanpa makanan tidak bisa dipatok waktu tertentu. Hal ini berbeda-beda bergantung pada jumlah cadagan lemak pada tubuh.

Nah, jadi intinya Gengs, makan itu sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup. Jadi mulai sekarang jagalah makanmu secara teratur. Jangan lakukan diet yang menyiksa diri. Yuk, cintai tubuhmu sebelum terlambat!

About amania

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *