Sunday , October 25 2020

Inilah Wisata Kuliner Khas Bogor Jawa Barat

11 Wisata Kuliner Khas Bogor

 

Anda dan keluarga sedang berada di Kota Bogor dan bingung mau mencari makanan, simak rekomendasi berikut ini tentang kuliner khas Bogor :

 

1. LAKSA BOGOR

Laksa bogor memang sudah terkenal kelezatannya. Penggunaan bahan oncom dalam kuah laksa menjadi keontetikan makanan khas Pasundan (Sunda), di mana oncom punya peranan penting di dapur. Jajanan khas Kota Bogor berupa laksa ini sering hadir dalam acara resepsi pernikahan di gedung-gedung mewah. Biasanya diborong seratus porsi sekaligus. Kebanyakan mereka ingin bernostalgia sama jajanan Bogor, “Kata Mang Ace, penjual laksa yang sehari-hari mangkal di depan Gedung Swalayan Grand, jalan Suryakencana Bogor.

Mang Ace adalah anak dari Hasyim atau yang biasa disapa Mang Ocim, perintis laksa Kampung Cingcau yang sangat populer di Kota Bogor. Kelezatan laksa di Kota Bogor sudah melegenda sejak tahun 1950-an. Saat itu Mang Ocim mulai menjajakan laksa secara berkeliling dengan gerobak pikulan kayu. Beberapa tahun kemudian, beliau membuat semacam tempat sederhana yang menempel di dinding pagar toko, di depan bioskop Ranggagading sebagai tempai berjualan laksa (sekarang bioskop tersebut sudah tutup).

Pada waktu itu, daerah Ranggagading ini merupakan sentra kegiatan warga Bogor. Di sana terdapat Sekolah Kesatuan. Bioskop Ranggagading (lebih dikenal dengan Bioskop City), restoran dan tempat makan, serta pusat perdagangan. Wilayah ini ramai dikunjungi warga Bogor. Setelah beberapa puluh tahun berlalu, daerah Kestuan mulai sepi ditinggalkan pengunjungnya. Namun Mang Ocim, tetap setia dan tidak pindah meninggalkan kiosnya di jalan Ranggagading sampai hari ini. Para pelanggan pun tetap setia mengunjungi warung laksa yang kini dijaga oleh Mang Ace.

“Kebanyakan yang datang dan makan ke sini encik-encik yang berpantang makan daging. Mereka bilang laksa saya itu cia cai ujar Mang Ace. Cia cai artinya adalah makan sayur saja alias vegetarian.

Menyantap semangkuk laksa ini serasa sedang menikmati kenangan indah di Kota Bogor. Peralatan masak, cara meracik, dan cara penyajiannya masih mempertahankan cara lama.

Sangat tradisional

Meskipun tersedia pisau, Mang Ace tetap memanfaatkan seutas benang untuk memotong telur rebus yang sudah dikupas kulitnya. Untuk memanaskan kuah laksa, Mang Ace masih menggunakan tungku dengan bara kayu bakar. Aroma asap dari tungku inilah yang membuat kuah laksa menjadi lebih sedap.

Bahan-bahan laksa pun dipilih dengan teliti. Oncom merah yang dipakai sebagai campuran laksa harus yang bagus dan masih segar. Tandanya warna oncom kemerahan cerah dan kering. Semangkuk laksa berisi lontong, bihun, oncom merah yang diremas kasar, tahu, telur rebus, dan daun kemangi. Di atasnya disirami dengan kuah santan pekat, berwarna kuning yang panas. Dari uapnya tercium aroma gurih yang sangat memikat. Daun semanggi yang semula segar menjadi layu terkena siraman kuah laksa. Akibatnya, aroma alami daun kemangi pun larut ke dalam kuah laksa. Benar-benar lezat. Laksa ini dijual seporsi Rp 15.000, dan laksa ini sangat digemari warga Bogor dan turis “tetangga” dari Jakarta. Lucunya kalau tangan kita kepanasan saat memegang mangkuk berisi laksa, kita bukannya diberi serbet untuk menahan panas, tapi daun pisang yang dilipat-lipat hingga tebal.

Laksa Kampung Cingcau Kesatuan Bogor ini alamat persisnya adalah di jalan Rangga gading (seberang sekolah Kesatuan), Bogor. Telepon 0812191205, buka setiap hari mulai pukul 08.00 s/d 14.00 WIB. Ada banyak jajanan laksa sejenis yang tersebar di berbagai pusat jajanan Bogor, namun Anda belum benar-benar makan laksa sebelum mampir ke tempat Mang Ace ini. Mangga atuh diraosan laksana (artinya dalam bahasa Sunda: silahkan dicoba laksanya).

2. ES PALA PAK UJANG

Meski bergelar kota hujan, Bogor tak senantiasa sejuk dan dingin belakangan ini. Di siang hari yang terik tentu tak ada ide yang lebih baik  dari meminum segelas minuman segar.

Bicara soal minuman segar, di Bogor terdapat satu jenis minuman khas penghilang dahaga yakni Es Pala. Sebagaimana kita ketahui, buah Pala memang tumbuh subur di Bogor. Di pinggir-pinggir jalan, di kedai oleh-oleh di kawasan Bogor dengan mudah kita temukan para pedagang menawarkan manisan pala , baik kering maupun basah.

Dalam bentuk minuman, Pala memberikan kesegaran yang tidak bisa kita dapatkan dari manisan. Dalam segelas Es Pala, kita bisa menikmati rasa daging buah Pala yang khas, dengan wangi dan aromanya yang segar. Nah, di Kota Bogor ini, ada banyak penjual Es Pala, tapi yang paling banyak diminati pelanggan adalah Es Pala Pak Ujang.

Lokasi warung ini adalah di pojok perempatan antara jalan Suryakencana – Gang Roda – Gang Aut. Tepatnya di mulut Gang Aut. Cirinya bagian depan warung ini penuh dengan deretan stoples berisi serutan buah Pala dalam rendaman sirup.

Es Pala Pak Ujang ini sekilas mirip dengan Es Pala kebanyakan di Kota Bogor. Setelah kita mereguknya, kita baru akan mengerti perbedaannya.

Pada umumnya es buah atau es campur menggunakan sirup yang berwarna merah. Pak Ujang menampilkan Es Pala buatannya apa adanya. Bening, polos sebening air putih, tanpa warna warni yang memikat mata. Begitu pesanan kita datang, aroma wangi khas buah Pala langsung semerbak menyerbu hidung kita. Begitu kita teguk Es Pala tersebut, rasa gerah dan merana karena cakar sinar matahari akan sirna seketika. Rasanya segar, perpaduan antara manis, asam, dan wangi buah pala. Rasa manisnya pun merata dari ujung lidah hingga tetes terakhir. Pemanis es pala ini adalah gula asli bukan gula biang apalagi pemanis buatan, itulah keistimewaan Es Pala Pak Ujang ini.

Salah satu rahasia kenikmatan Es Pala ini adalah terletak pada keahlian Pak Ujang memilih buah Pala. Ia hanya menggunakan buah Pala dengan kematangan yang pas, tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda. “Tujuannya agar daging buah Pala tidak terasa berserat ketika kita kunyah, “tutur bapak yang telah berjualan Es Pala ini sejak tahun 1970-an.

Selanjutnya buah Pala diiris tipis-tipis lalu diproses khusus untuk menghilangkan getahnya. Selanjutnya irisan pala itu direndam dengan air gula selama dua malam. Perendaman ini bertujuan agar aroma dan cita rasa pala menyatu dengan manisnya air gula. Pak Ujang pun sangat menjaga kualitas sari buah palanya. Bila sudah berbuih, ia akan segera menyingkirkannya. Itu pertanda bahwa sari buah pala sudah mengalami fermentasi. “Sebenarnya itu bukan basi, tetapi justru rasanya menjadi lebih tajam, kayak terasa ada araknya,”kata Pak Ujang.

Pak Ujang sendiri mengaku bahwa ia lebih suka sari buah Pala yang telah mengalami fermentasi. Namun Pak Ujang tak mau mengambil risiko. Jika sari buah Pala sudah berbuih, ia akan membuangnya dan menggantikannya dengan yang baru. Tak hanya untuk dinikmati di tempat. Es buah Pala Pak Ujang juga bisa dibungkus untuk diminum di perjalanan, bahkan bisa juga untuk oleh-oleh.

Sebagai oleh-oleh, sari Pala akan dibungkus dalam plastik tanpa tambahan es batu, agar cita rasanya pekat dan tetap terjaga. Setibanya di rumah kita tinggal menuangkannya ke dalam gelas dan menambahkan es batu sesuai selera. Selain Es Pala, Pak Ujang juga menyediakan es mangga dengan cita rasa yang serupa. Namun es jenis ini hanya ada di musim mangga. Cukup dengan uang 10 ribu, kita sudah bisa menikmati segelas Es Pala yang menyegarkan, dan juga berkhasiat memudahkan tidur.

3. ASINAN GANG AUT

Kuliner khas bogor yang ke 3 adalah Asinan Gang Aut. Asinan buah dan sayur khas Bogor merupakan oleh-oleh favorit yang selalu dicari orang. Hampir di setiap sudut Kota Hujan ini, banyak sekali dijumpai penjual asinan. Baik yang berjualan secara berkeliling, mangkal di pinggir jalan, restoran, rumahan, restoran, dan sebagainya. Tentu saja di kota ini terdapat beberapa penjual asinan yang legendaris, mereka hadir sejak puluhan tahun lalu dan tetap eksis sampai detik ini.

Kebanyakan, penjual asinan yang terkenal berada di kawasan Pecinan yaitu di jalan Suryakencana, dan di jalan Siliwangi, Bogor. Contohnya: Asinan Gedong Dalem (kini beralamat di Jl. Raya Pajajaran), Asinan Lengkap Kantin Sari (hadir sejak tahun 1960-an), dan Asinan Gang Aut, pasti nama-nama asinan ini sudah akrab di telinga dan lidah para pecinta kuliner di Bogor.

Berbeda dengan asinan betawi, asinan bogor, sangat kental pengaruh kuliner Tionghoa. Bahan-bahan dalam asinan bogor banyak memakai bahan-bahan dari dapur orang Tionghoa. Misalnya : lokio, antanan (baca: pegagang), dan sawi asin. Lalu asinan bogor manakah yang paling enak? Jawabannya adalah tergantung selera Anda, karena masing-masing asinan memiliki keunggulan yang berbeda.

Di luar masalah rasa dan selera, kita perlu membahas salah satu asinan bogor yang unik, yaitu asinan Gang Aut. Asinan ini merupakan asinan bontot, ia lahir paling akhir di antara asinan legendaries Bogor lainnya. Seperti namanya, warung asinan ini berada di sebuah gang kecil, Gang Aut, persisnya di jalan Suryakencana, berdekatan dengan Bogor Plaza.

Warung milik Cik Poli ini, bertempat di sebuah bangunan kuno peninggalan Belanda. Cik Poli ini memproduksi sendiri sawi asin untuk bahan pelengkap asinan dagangannya. Boleh dibilang, sawi asin ini memegang kunci dan memberi sensasi rasa pada asinan. Lokio juga diasinkan, proses pengasinannya juga dilakukan sendiri. Caranya, lokio dipilah-pilah dulu, lalu lapisan kulitnya yang mulai kering dikupas. Lokio dijemur terlebih dahulu agar layu. Selanjutnya siap diasinkan dengan cara direndam dalam larutan air garam dan cuka sampai layu.

Ciri khas asinan Gang Aut adalah, kuah asinannya memakai tambahan oncom hitam yang digarang, lalu diremas kasar. Oncom ini merupakan gambaran harmonis antara Sunda dan Cina. Bahan pemanis yang dipakai untuk membumbui kuah asinan bukan gula pasir, melainkan gula aren. Jadi rasa manisnya lebih kuat dengan aroma gula sedikit gosong. Cuka yang dipakai pun bukan cuka pabrik. Cukanya alami, yaitu cuka aren. Cabe gilingnya berwarna merah menyala dan masih dalam serpihan kasar, dan sama sekali tidak akan Anda temui bijih cabai. Ini dilakukan agar asinan ini tidak terlalu pedas di mulut.

Asinan Gang Aut menyediakan asinan jenis buah dan sayur. Isinya lumayan lengkap, terdapat belasan variasi buah dan sayur. Mau tahu apa saja isinya? Asinan buah Gang Aut, berisi salak, lobi-lobi, bengkuang, kupa, timun, nanas, kedondong, manga muda, jambu air, ubi merah, kol, taoge, sawi asin, lokio, papaya muda, daun antanan. Jangan lupa masih ada tambahan bahan lain yaitu taburan kacang goreng dan kerupuk mi.

Kalau buah-buahan atau sayuran segar ini disatukan dengan kuah asinan yang manis, asam, segar dan sedikit pedas, maka rasa alami dan teksturnya akan bercampur menjadi satu. Membuat lidah Anda menari-nari menikmati sensasi rasa yang menyegarkan. Jika Anda main ke Bogor, jangan lupa mampir dan berkunjung ke warung Cik Poli ini, dan menikmati asinan ala Gang Aut.

4. ASINAN GEDONG

Asinan yang sangat terkenal di Bogor sejak puluhan tahun silam namanya asinan gedong dalam, lokasi tokonya satu komplek dengan toko roti unyil, yaitu di jalan Pajajaran No. 1, pilihan asinan ini terdiri dari dua yaitu asinan buah dan asinan sayur. Pada komplek pertokoan ini kamu juga dapat menemukan toko kerajinan tangan, toko kue Mak Cik, cendol keraton, toko es krim, dan lain-lain. Semuanya itu akan memanjakan lidah kamu di akhir pekan.

5. ROTI UNYIL

Unyil adalah boneka berkarakter karya Pak Raden. Namanya  diabadikan untuk untuk sebuah roti mungil di Bogor. Pengunjung toko ini selalu ramai, tak pernah sepi, sehingga kamu dengan mudah menemukan roti Unyil tiruannya di mana-mana.

Roti ini terdiri lebih dari 30 rasa, harga sebuah roti unyil cukup terjangkau, hanya seribu lima ratus rupiah. Toko roti unyil yang dapat kamu kunjungi terletak di Jalan Pajajaran No. 1, Bogor. Tepat di jantung kota. Toko roti ini buka dari pukul 10.00 s/d 20.00 WIB. Kamu belum ke Bogor kalau belum makan roti unyil.

6. SOTO PAK SALAM

Kamu akan menemukan seorang bapak berkumis tebal yang tengah sibuk meracik dagangan sotonya. Setiap hari menjelang pukul empat sore, antrian pengunjung suda memadati kios Pak Salam yang berada di jalan Siliwangi ini. Soto Pak Salam menggunakan kuah santan, isinya beragam mulai dari empal, paru, otak, babat, kikil, lidah, usus, dan limpa, dan lain sebaginya. Kamu bebas memilih, setelah itu baru dihitung dan di potong kecil-kecil oleh Pak Salam.

7. COLENAK

Colenak adalah kepanjangan dari dicocol enak, diciptakan sendiri oleh Pak Tohir. Colenak adalah serutan kelapa muda serta pisang dan tape yang dibakar, lalu dicocol (colek) dengan campuran santan, gula aren dan parutan kelapa. Harganya hanya lima ribu rupiah, nikmat disantap dalam keadaan hangat maupun dingin. Warung PaK Tohir ini dapat kamu temukan di Gang Aut, Bogor, selain itu kamu juga dapat menemukan serabi, jangan lupa berkunjung ke sini dari pukul 12.00 – 19.00 di hari-hari apa pun.

8. DOCLANG

Doclang adalah salah satu jajanan malam yang mengenyangkan. Nama unik Doclang adalah kepanjangan dari “gado-gado dengan bumbu kacang”. Namun Doclang bukan gado-gado biasa, karena hidangan ini terdiri dari tahu, telur, dan kentang yang disiram dengan bumbu kacang. Sepintas lalu doclang adalah saudara kembar siomay, tetapi racikan bumbu kacang Doclang terasa lebih halus. Doclang dapat kamu temukan di jalan Veteran, Jembatan Merah dekat terminal Angkot di daerah Merdeka.

9. MARTABAK AIR MANCUR

Kuliner khas bogor berikutnya adalah Martabak Air Mancur. Restoran yang menjual martabak manis dan martabak telur ini berada di dekat daerah Air Mancur, atau tepatnya berada di jalan Jendral Sudirman, Bogor. Martabak di sini merupakan martabak terlaris di Kota Bogor, untuk membelinya saja kamu perlu bersabar antri. Martabak manis ini terdiri dari beraneka pilihan rasa yang tak biasa seperti pisang, kismis, kurma, nangka, dan lain sebagainya. Harga satu loyang martabak manis sekitar 55 ribu, dan martabak telur sekitar 30 ribu.Kamu harus mencicipinya jika mampir ke Bogor.

10. BOGOR PERMAI

Restoran legendaris ini sudah berdiri sejak tahun 1970. Bogor Permai akhirnya mengkhususkan diri pada pembuatan aneka roti. Selain resep yang selalu dijaga keasliannya, terdapat lebih dari 50 jenis roti yang dibuat di sini, semua tanpa bahan pengawet. Restoran dan toko roti ini terletak di jalan Jendral Sudirmn No. 23 A, Bogor, tak berapa jauh dengan Restoran Martabak Air Mancur.

11. BANDREK SUSU AIR MANCUR

Di malam hari, kamu dapat minum segelas bandrek susu, di kawasan Air Mancur, Bogor atau tepatnya di jalan Jendral Sudirman, masih satu kompleks dengan Restoran Martabak Air Mancur. Selain bandrek kamu juga dapat menemukan pedagang makanan lainnya seperti: sate madura, roti bakar,  sate kelinci, sop buntut, bubur ayam, dan lain sebagainya.

Itulah 11 kuliner khas kota Bogor, semoga bermanfaat…

About Bas