Thursday , October 22 2020

Penyebab Dapur Tampak Kotor dan Berantakan

Hasil riset dari Universitas North Carolina menemukan hampir 70% perempuan memilih memasak di rumah. Per harinya, mereka menghabiskan waktu sekitar 71 menit di dapur.

Jadi karena dapur merupakan salah satu ruangan paling penting dalam hunian, maka segalanya seharusnya nyaman, bersih, dan juga aman. Akan tetapi menjaga kebersihan serta kerapian dapur tidaklah segampang yang diucapkan. Perlu kerja keras dan juga banyak waktu untuk melakukannya.

Nah supaya proses bersih-bersih tak terlalu berat, hindarilah beberapa faktor penyebab dapur tampak berantakan berikut.

1. Satu talenan untuk semua

Sebaiknya gunakan talenan berbeda saat memotong daging, sayur, dan ikan.
Selain itu, ketahuilah bahwa talenan plastik lebih rawan jadi sarang bakteri patogen ketimbang yang berbahan kayu. Alasannya karena goresan di talenan plastik yang semakin dalam dari waktu ke waktu menjadikannya sulit dibersihkan.

Solusinya: jika 3 terlalu banyak, maka cukup 2 talenan saja. Satu untuk memotong daging/ ikan/ unggas, lainnya untuk produk siap makan.

2. Keliru memilih perabot

Jika lemari dapur memiliki gap (antara bagian bawahnya dengan lantai), maka debu, bulu binatang, dan kotoran lainnya bisa dengan mudah masuk dan menumpuk di sana.

Agar proses bersih-bersih lebih mudah, pilih perabot yang bagian dasarnya rapat dengan lantai, atau sematkan saja papan khusus.

3. Lantainya ‘bertekstur’

Apakah lantai dapur Anda menggunakan bahan kayu? Sayangnya walau berkesan alami, namun setiap goresan di lantai juga bisa jadi sarang kotoran dan debu. Belum lagi bila ada noda lemak atau minyak yang tumpah ke sana, jadi tambah susah untuk membersihkannya.

Intinya, semakin halus lantai dapur, makin nyaman dan lebih mudah untuk membersihkannya. So, kamu mungkin harus mengampelasnya rutin atau ganti saja dengan porselen.

4. Sehelai lap/ handuk untuk semua

Usai menyelidiki kandungan bakteri dari 100 handuk dapur setelah sebulan pemakaian, para ahli menjumpai hampir 50% merupakan jenis bakteri patogen (penyebab penyakit). Selain itu, lap yang dipakai untuk segala hal seperti menyeka piring, tangan, atau membersihkan meja dapur mengandung lebih banyak bakteri dibanding handuk yang dikhususkan pemakaiannya.

Karenanya, minimal sediakan 2 lap dapur dan cuci teratur, atau pakai saja paper towel yang sifatnya ‘sekali pakai buang’.

5. Pisau 1 set

Menyimpan pisau 1 set dalam wadahnya memang tampak rapi. Padahal tempatnya itu bisa jadi sarang debu dan kotoran sehingga pisau harus dibersihkan lagi lebih dulu sebelum dipakai. Alasan kedua adalah, kebanyakan ibu rumah tangga tidak memerlukan semua pisau itu karena 3 pisau dapur berkualitas saja biasanya sudah cukup.

6. Salah pilih jenis pipa ventilasi

Beberapa jenis bahan pipa lebih sulit dibersihkan ketimbang lainnya. Coba konsultasikan dengan ahlinya sebelum memasang pipa ventilasi di dapur.

Beberapa pihak mengatakan plastik ‘PVC ducting’ lebih mudah dibersihkan ketimbang ‘corrugated pipe’. Alternatif lain adalah dengan menyembunyikan pipanya di balik interior dapur.

7. Tumpukan wadah plastik

Faktanya, tumpukan wadah plastik tak terpakai hanya menyita ruang dapur. Karenanya, jangan gunakan wadah plastik non-reusable untuk menyimpan makanan, sebaiknya buang itu.

Lebih dari itu, wadah yang bersifat reuseable-pun sebaiknya diganti dengan yang baru kalau tekstur bahannya rusak, misalnya akibat tergores atau retak.

8. Alat elektronik tak terpakai

Coba amati apakah ada alat elektronik di dapur yang tak terpakai, apakah itu blender atau toaster mungkin?! Jika ya, pindahkan segera dalam gudang atau jual murah saja bila kondisinya rusak. Dengan begitu, ruang dapur takkan tersita percuma dan tampak lebih rapi juga.

9. Lokasi kompornya

Bahkan bila dapurmu luas sehingga kompor dapat diletakkan di mana saja, lebih baik tetap tempatkan itu dekat dinding. Dengan begitu, area bersih-bersih kompor hanya sebatas pada bagian belakang dan lantai sekitarnya saja, bukannya seluruh ruangan. Lebih baik lagi bila ada bak cuci piring di dekat sana.

10. Menaruh alat elektronik dekat jendela

Kalau ditaruh dekat jendela, air kondensasi mungkin dapat timbul dalam alat akibat perubahan cuaca sehingga merusak alat tersebut. Microwave merupakan jenis yang paling sensitif terhadap perubahan semacam ini karena air kondensasi akan mengeliminasi lapisan bahannya dan karat dapat muncul dalam waktu setahun.

So, jauhkan microwave dari jendela, dan gunakan area dekat jendela untuk bekerja saja.

11. Ceret penuh kerak

Memang tak ada efek langsung yang terjadi setelah seseorang menelan deposit kalsium karbonat yang biasa ditemukan dalam ceret. Tapi, kalau kamu sering minum teh dari ceret tersebut, keraknya akan meresap masuk dalam pembuluh darah, ginjal, dan organ pencernaan lainnya. Kelebihan kerak tadi berpotensi menumpuk di sendi, menyumbat pembuluh darah, dan bahkan bisa memicu batu ginjal.

Selain itu, kerak hanya memperlambat proses pemanasan ceret sehingga bukan tidak mungkin alat tersebut jadi rusak. Oleh sebab itu, singkirkan kerak dengan bantuan cuka, asam sitrat, atau baking soda. Selamat mencoba!

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *