Sunday , October 25 2020

Apa Kelebihan dan Kekurangan 7 Jenis Alas Kaki Berikut?!

Ada begitu banyak model dan tipe alas kaki di dunia ini. Beberapa di antaranya cocok dipakai ketika musim dingin, lainnya tidak. Nah kali ini, kita akan menyimak bersama apa saja kelebihan maupun kekurangan 7 jenis alas kaki yang kerap dipakai kaum hawa.

Setelah mengetahuinya, diharapkan kamu bisa lebih bijak dalam memilih model alas kaki terbaik. Selain itu, bila salah satu yang akan disebutkan nanti merupakan model sepatu favorit kamu, maka upaya terbaik apa yang bisa dilakukan agar kaki tetap sehat dan tidak mengalami deformasi (kelainan bentuk). So, cekidot ya!

1. Sneaker (plimsoll)

Kelebihan: ringan, nyaman, dan bisa dipakai di segala acara.

Kekurangan: tidak ada lekuk pada bagian solnya.

Tips: Telapak kaki manusia memiliki lekukan, jadi bila sol sneaker-nya datar, maka itu bisa membuat kaki dan lutut tak nyaman. Saat membeli, sebaiknya kamu perhatikan sol dalamnya (insole), lalu pilih/ tambahkan ortopedik. Selain itu, kamu sebaiknya tidak berolahraga menggunakan alas kaki ini, hindari pula memakainya terlalu sering.

2. Mule

Kelebihan: membuat kaki tampak panjang dan pergelangan lebih sempit.

Kekurangan: kurang stabil karena tidak ada tali untuk menahan posisi sepatu di kaki.

Tips: hindari mengenakannya terlalu sering. Mule hanya cocok untuk pergi ke pantai. Jalan-jalan di kota atau mall menggunakan alas kaki ini cuma bikin tumit pecah-pecah.

3. Espadrilles

Kelebihan: nyaman dan ringan, breathable (kalau bahannya alami), tidak melukai kaki.

Kekurangan: tapaknya datar seperti sneaker tadi, tidak waterproof jadi kurang cocok untuk musim hujan, tidak awet.

Tips: sebaiknya pilih model strappy, perhatikan bagian insole-nya (apakah sudah ortopedik dan tidak kasar ketika dipakai).

4. Flip-flop (jepit)

Kelebihan: mudah dipakai dan dilepaskan, gampang dibersihkan dari air dan pasir (ketika di pantai).

Kekurangan: sol tipis dan datar, tidak mampu melindungi kaki dari cedera, bikin kaki lelah kalau dipakai lama untuk berjalan, serta menimbulkan kalus di antara jari kaki.

Tips: simpan dan kenakan hanya ketika pergi berenang atau ke pantai, serta pilih sol yang lebih tebal.

5. Pointy heels

Kelebihan: cantik dan membuat kaki tampak elegan ketika berjalan.

Kekurangan: mengganggu kelancaran sirkulasi darah di jari-jari kaki, memicu varises, cedera, dan deformasi bentuk kaki.

Tips: pilih yang nyaman dikenakan dan haknya juga jangan terlalu tinggi (pilih antara 4-5 cm saja) demi alasan kestabilan.

6. Ballet flat

Kelebihan: cocok dipakai di segala acara, mudah dipakai dan lepaskan.

Kekurangan: pemakaian terus menerus menyebabkan tapak kaki datar, insole-nya datar, membuat kaki tidak bisa berfungsi normal sehingga gangguan muncul di area lutut, pinggul, dan punggung.

Tips: masukkan insole ortopedik untuk mencegah nyeri kaki dan heel pads agar tumitnya tidak sakit.

7. Platform shoes

Kelebihan: bikin tubuh lebih tinggi dan langsing, serta lebih nyaman ketimbang high heels.

Kekurangan: memicu deformasi kaki – saat berjalan, tumit seharusnya mendarat dulu baru jari kaki, namun alas kaki ini membuat otot kaki (feet) tidak berfungsi sehingga otot (legs) yang lembur. Selain itu, pergelangan bisa keseleo dengan mudah.

Tips: kenakan sandal yang nyaman dengan hak yang stabil.

Hmm, ini salah itu salah, jadi bagaimana kalau berjalan tanpa alas kaki saja?
Sebenarnya berjalan dengan kaki telanjangpun tidak disarankan untuk jangka waktu lama. Alasannya karena kaki manusia tidak mampu beradaptasi dengan lahan datar seperti lantai, aspal, maupun trotoar. Ini pun juga bisa menyebabkan deformasi kaki sehingga memicu tapak kaki datar.

Kesimpulannya, pilihlah alas kaki yang tak terlalu banyak kekurangannya, dan jangan lupa beli ortopedik atau heel pads terpisah.

About Bas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *