Tuesday , October 20 2020

Apa Fungsi dan Bahaya Pemanis Sakarin ?

Sakarin (Saccharin) adalah pemanis yang sering ditambahkan dalam jenis minuman berwarna. Memiliki rasa sangat manis, Sakarin 300 kali lebih manis daripada gula biasa.

Sakarin ditemukan secara tidak sengaja oleh ahli kimia dari negara Rusia bernama Constantin Fahlberg di laboratorium milik dia tahun (1850-1910) pada saat itu dia sedang meneliti campuran antara Arang dan Tembakau.

Pemanis Buatan

Tidak dianjurkan bagi Anda minum minuman manis yang mengandung Sakarin. Mengapa demikian, karena ketika tubuh Anda di beri jenis senyawa yang lebih banyak memiliki efek negatif, apakah Anda akan rela-rela saja? Tentu tidak. Untuk itu, agar Anda lebih yakin bahwa Sakarin itu bukanlah pemanis yang aman dan baik bagi tubuh, ketahuilah seperti apa senyawa ini bagi yang meminumnya.

Senyawa Pemanis Turunan Asam Benzena Sulfonat

Sakarin adalah bentuk senyawa turunan dari asam benzena sulfonat. Berdiri sebagai pemanis sintetis dalam bahan tambahan pangan. Bereaksi dengan senyawa lain berupa asam sulfat dalam reaksi yang dikenal sebagai Sulfonasi.

Fungsi Sakarin Pada Minuman

Sebagai pemanis jelas keberadaan Sakarin adalah untuk memberikan rasa manis pada minuman. Membuat rasa manis minuman menjadi lebih terasa. Begitu juga dapat menimbulkan aroma yang segar. Dengan kata lain, Sakarin memperbaiki rasa dari minuman manis. Tidak perlu menambahkan gula, cukup dengan Sakarin, maka minuman akan manis. Namun inilah yang menjadi bahaya karena masih ada orang yang asal menambahkan Sakarin pada minuman dalam jumlah banyak.

Jenis Pemanis Yang Dikenal Tanpa Kalori

Beberapa orang masih salah dalam persepsi tanpa kalori untuk Sakarin. Sehingga mereka cenderung minum minuman manis dengan Sakarin dibanding gula dari tebu. Padahal meskipun tanpa kalori, namun efek negatif yang ditimbulkan jauh lebih berbahaya.

Mengetahui Acceptable Daily Intake Untuk Sakarin

Minuman yang dicampur dengan Sakarin tidak boleh melebihi ambang batas dari ADI ( Acceptable Daily Intake ). Yaitu, sebanyak lima miligram per kilogram dari berat badan per hari. Batas tersebut ditujukan untuk kalangan anak-anak dan orang dewasa. Namun sayangnya paling banyak penjual minuman manis dengan Sakarin berskala rumahan. Jadi, dalam menetapkan ambang batas hanyalah dengan cara kira-kira. Entah itu dengan takaran sendok, genggaman tangan, atau benda yang memang tidak valid untuk menentukan amabang batas penggunaan pemanis Sakarin.

Bahaya Minuman yang Mengandung Sakarin

Meskipun ada ambang batas keamanan pada penggunaan Sakarin, tetap saja Anda tidak diperkenankan untuk setiap hari minum minuman bersakarin.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 70-an dengan sampel berupa tikus jantan. Pada ransum tikus jantan diberikan Sakarin untuk mengetahui reaksi tikus jantan terhadap dosis tinggi Sakarin pada ransum. Apa yang terjadi, kekhawatiran yang memang terbukti adalah timbulnya efek negatif yaitu, kanker kandung kemih.

Namun ternyata tahun 2000, Program Toksikologi Nasional Amerika Serikat tidak membenarkan bahwa Sakarin juga akan menyebabkan kanker kandung kemih pada manusia. Sebab efek negatif tersebut hanya akan dialami oleh tikus jantan.

Meskipun demikian, setiap orang juga tidak dibenarkan untuk minum minuman bersakarin. Kadang-kadang adalah rentang waktu yang lebih bijaksana. Mengingat tetap ada efek samping dari minum minuman bersakarin bagi manusia seperti lidah yang terasa pahit karena kandungan Sakarin yang berlebih, insomnia, sakit pada kepala, dan keluhan lainnya.

Itulah senyawa turunan dari asam benzena sulfonat. Sebagai senyawa pemanis yang tentu tetap harus dihindari. Meskipun tidak ada efek negatif yang berbahaya, tetap Sakarin bukan pemanis yang baik bagi tubuh Anda. Jika ingin minum manis, tambahkan pemanis dari gula pasir dari tanaman tebu.

About Bas