Tuesday , October 27 2020

Amankah Memakai Kosmetik Yang Mengandung Paraben?

Paraben Dalam Kosmetik, Apakah Berbahaya?

Kosmetik menjadi kebutuhan wajib setiap wanita. Terlebih di jaman sekarang, sepertinya gak ada wanita yang bisa hidup tanpa perawatan wajah. Entah itu perawatan dengan skincare drugstore, interlokal maupun krim racikan dokter.

Nah, yang perlu kamu ketahui, penggunaan kosmetik pada kulit tidaklah 100% aman. Beberapa kandungan bahan kimia sintetik dalam produk skincare bisa saja menimbulkan efek samping. Sebut saja paraben. Kamu pasti gak asing dengan senyawa tersebut, bukan?

Paraben merupakan bahan pengawet yang umum digunakan pada kosmetik untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Pengaplikasian paraben di dunia kecantikan sebenarnya sudah cukup lama, yakni sejak 1950-an. Dan hingga saat ini, masih banyak industri yang memanfaatkan paraben sebagai bahan pengawet dalam produknya.

Apakah Paraben berbahaya bagi kesehatan?

Seorang ahli dermatologist di New York, Fran E. Cook Bolden memaparkan bahwa paraben memiliki sejarah cukup panjang dalam industri kosmetik. Bahan ini tergolong aman jika digunakan dalam dosis rendah. Biasanya jenis paraben yang paling umum pada kosmetik adalah methylparaben, butylparaben, dan propylparaben.

Di tahun 1990-an, sebuah penelitian menemukan bahwa paraben dapat bertindak sebagai xenoestrogen. Yakni sejenis zat mirip estrogen yang merupakan racun dan bisa mengacaukan keseimbangan hormon tubuh. Hal ini dikaitkan dengan masalah reproduksi dan kanker payudara.

Penelitian lain di tahun 2004 oleh Philippa Darbre Ph.D, seorang spesialis kanker di Inggris menemukan adanya zat paraben dalam 20 sampel sel kanker payudara. Namun untuk sumber paraben tersebut tidak diketahui, apakah dari kosmetik atau lainnya.

Studi tersebut lantas membuat sejumlah lembaga pengawas obat dan makanan di beberapa negara membatasi kadar paraben dalam kosmetik. Tujuannya untuk mencegah dampak negatif, sebab dikhawatirkan penggunaan parabens secara kontinyu bisa menimbulkan efek kumulatif dan memicu gangguan kesehatan.

 

Penelitian-penelitian diatas sempat menuai kritik dari beberapa kalangan. Sejumlah ilmuwan justru mengungkapkan hal yang berbeda, dimana paraben dianggap memberikan efek estrogenik yang sangat lemah. Maksudnya, paraben tidak meningkatkan risiko kanker sebab zat ini hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap kenaikan hormon estrogen.

Situs Skinc Inc juga menyebutkan bahwa paraben tidak menyebabkan akumulasi, sebab tubuh mampu mengeluarkan zat tersebut setelah 36 jam pemakaian.

Cook-Bolden pun mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung keterkaitan paraben dengan kanker. Selain itu, kadar paraben dalam produk kosmetik cenderung sangat kecil. Sehingga dianggap aman digunakan. Sebagaimana pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta pengawas obat dan makanan Amerika Serikat yang juga mengatakan bahan kimia dalam dosis kecil tidak akan membahayakan kesehatan.

Bolehkan Membeli Kosmetik Berparaben?

Produk kosmetik yang beredar di pasaran pastinya sudah lolos uji BPOM. Yang mana berarti produk tersebut aman digunakan sekalipun mengandung paraben. Umumnya dosis paraben di kosmetik sangat rendah yakni sekitar 0.01%. Sedangkan menurut penelitian paraben tidak memicu efek samping bila digunakan kurang dari 25%.

Namun demikian, ada baiknya juga bila kamu berhati-hati. Khususnya bagi kamu yang punya tipe kulit sensitif, penggunaan paraben secara kontinyu bisa saja memicu iritasi. Selain itu, beberapa jenis paraben seperti ethyl paraben dan methyl paraben dapat menyebabkan masalah kulit (seperti keriput dan garis-garis halus) bila terpapar sinar matahari secara langsung.

Nah, untuk menghindari efek samping paraben, kamu bisa memilih produk bebas paraben. Saat ini banyak kok kosmetik ataupun skincare yang mengutamakan bahan berbasis organik. Walaupun mungkin expirednya lebih singkat tapi keamanannya lebih terjamin.

About Bas