Thursday , October 22 2020

6 Alasan Menunda Resign Walau Kamu Sudah Jenuh Bekerja

Kejenuhan dalam pekerjaan itu sebenarnya hal yang wajar. Namun adakalanya perasaan jenuh tersebut menjadi unhealthy. Maksudnya bukan sekedar jenuh biasa yang bakal menghilang setelah liburan. Tapi jenuh yang benar-benar ngebikin stress sampe ingin resign namun masih ragu-ragu.

Pernah gak sih kamu ngalamin kondisi tersebut? Jika iya, sebaiknya kamu jangan terburu-buru mengambil keputusan. Pertimbangkan dulu beberapa 6 alasan di bawah ini ya!

1. Alasan Kamu Ingin Resign, Apa Benar-Benar Tidak Bisa Diatasi?

Sebelum mengambil keputusan, coba pikirkan sekali lagi apa sih alasanmu ingin resign? Apakah masalah tersebut benar-benar tidak bisa diatasi? Apakah itu berhubungan dengan gaji? Tugas yang terlalu berat? Atau berkaitan dengan partner kerja?

Apabila itu berkaitan dengan gaji atau tugas yang terlalu berat, mungkin kamu bisa diskusikan dengan atasanmu. Bukan berarti harus direktur, kamu bisa bertanya pada senior kerjamu atau manager. Apakah ada kesempatan naik gaji? Dan untuk tugas yang terlalu berat (bila kamu rasa kurang adil) kamu bisa menyampaikan pendapatmu. Tentunya harus objektif ya.

Namun jika itu berhubungan dengan kondisi lingkungan kerja, misalnya ada temanmu yang nyebelin banget ya mending kamu hiraukan saja. Sesekali cobalah melawan. Bila kamu merasa benar, kenapa harus takut?

2. Ingat Perjuanganmu Dulu Untuk mendapat job tersebut

Ketika kamu hendak resign, coba deh ingat-ingat bagaimana perjuanganmu dulu untuk memperoleh pekerjaan tersebut. Tentunya gak mudah dan penuh pengorbanan, bukan? Saat ini kamu sudah berhasil mendapatkan pekerjaan impianmu. Perjuanganmu telah terbayar. Lalu apa kamu rela membuangnya begitu saja?

Jika memang kejenuhan tersebut hanya karena bosan, sebaiknya pikirkan ulang keputusan resign tersebut. Karena mencari pekerjaan juga gak semudah membalikkan telapak tangan.

3. Susunlah Rencana Jangka Panjang Sebagai Motivasi Diri

Saat semangat mulai hilang dalam bekerja, kamu perlu banget membangun motivasi diri. Buatlah rencana jangka panjang. Tabung uangmu dan tentukan apa keinginanmu. Apakah kamu ingin menikah tahun ini? Membeli mobil? Mecicil rumah? Pergi haji? Atau mungkin berlibur ke luar negeri? Dengan adanya rencana-rencana tersebut, dijamin kamu pasti bakal lebih termotivasi dan bertahan dalam menghadapi pekerjaan.

4. Pekerjaan Jangan Dianggap Beban

Seringkali seseorang ingin resign karena merasa terbebani dengan pekerjaannya. Nah, apa kamu juga demikian? Jika iya maka segera ubahlah pola pikirmu!

Jangan anggap pekerjaan itu sebagai bebas. Pekerjaan hanyalah rutinitas harian (yang mau enggak mau harus kamu lakukan selama masih hidup- khususnya cowok). Jadi bawa enjoy saja. Bahkan kalau bisa cintai pekerjaanmu. Apabila kamu senang dengan pekerjaanmu maka menjalaninya pun juga bakal enak.

5. Sempatkan Waktu Untuk Relaksasi

Kejenuhan dalam pekerjaan disebabkan kamu jarang banget liburan. Terlalu fokus dengan tugas dan sering membebani diri sendiri. Bahkan sampai-sampai lupa jam makan. Kebiasaan tersebutlah yang menjadi awal mula munculnya rasa jenuh atau stres. Maka itu, sempatkan waktu untuk relaksasi. Di hari weekend jangan keseringan lembur. Kamu juga perlu memanjakan diri, melakukan hobimu atau pergi berlibur. Dengan begitu pikiran bisa lebih fresh dan semangat lagi.

Oiya, selain itu kamu juga perlu membatasi waktu bekerja. Jika sudah pulang ke rumah jangan mau diganggu dengan pekerjaan, baik itu email, whatsapp atau telpon. Lebih baik jangan diangkat.  Jika kamu terus-terusan menuruti atasanmu maka bisa-bisa kamu jadi budak pekerjaan. Hii..emang mau?

6. Rumput Tetangga Kelihatan Lebih Hijau

Masih ingatkan akan pepatah rumput tetangga kelihatan lebih hijau. Mungkin kamu merasa bahwa tempat kerjamu sekarang sudah tidak menarik dan kamu berharap bahwa di tempat kerja kamu yang baru akan lebih menarik.

Ingatlah, bahwa di setiap tempat kerja pasti kamu akan menghadapi masalah. Jika ditempat kerja kamu sekarang kamu gagal untuk mengatasi masalah, bukan tidak mungkin masalah yang sama akan kamu hadapi lagi ditempat kerja yang baru, bahkan mungkin masalah yang lebih besar dan berat akan kamu temui di perusahaan baru tersebut.

Fokus saja untuk memperbaiki diri kamu terhadap masalah yang menyebabkan kamu jenuh bekerja. Jika kamu gagal untuk mengatasi masalah yang sedang kamu hadapi sekarang ini dan mencoba lari dari keadaan ini, maka kegagalan yang sama juga akan kamu rasakan di tempat kerja yang baru nanti, sebabnya adalah karena kamu memang belum siap dan masih banyak kekurangan yang perlu kamu perbaiki. Dan sudah banyak contoh dimana banyak orang yang justru menjadi pengangguran setelah memutuskan resign dari tempat kerja terdahulu, kerena pertimbangan yang kurang matang. Resign, resign dan resign lagi karena mereka tidak mampu beradaptasi dengan tempat kerjanya.

Ya itulah gengs, 6 hal yang wajib kamu pertimbangkan sebelum memutuskan resign atau tidak dari pekerjaan. Apabila alasanmu memang kuat banget bahkan sudah mengganggu batin, maka bismillah keluar sajalah. Percaya dengan Allah bahwa kamu akan mendapatkan ganti pekerjaan yang lebih baik.

About Bas